Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Permintaan Maaf?


__ADS_3

Pagi ini Anya merasa sangat keheranan.Sudah sejak bangun dirinya melihat mba'nya melamun di kamar.


Sudah dia tanyai apa sebabnya tapi mba'nya itu tidak mau menjawab jujur.Dikata hanya lelah dan bosan saja.


Meskipun begitu Anya tahu mba'nya pasti sedang ada masalah,kalau masalah toko itu tidak mungkin karena sekarang toko mereka lancar-lancar saja.


Jadi kesimpulan terakhirnya pasti karena masalah pribadi.


Anya yakin mba'nya pasti sedang bertengkar atau sedang ada masalah dengan kak Azam,karena sejak pulang kemarin malam mba'nya itu terlihat sedih.


"Mba bener nggak mau sarapan?",tanyanya.


Mawar hanya mengangguk tanpa melihat Anya.Saat ini Mawar sedang duduk di balkon atas kamar sembari menatap kosong kedepan.


"Kalau gitu Anya berangkat sekolah dulu ya mba...mba jangan lupa makan,Anya udah buatin sarapan dibawah saji"


Mawar menoleh saat Anya berpamitan kepadanya,wajah sedihnya ia paksa tersenyum sebisa mungkin.


"Kamu hati-hati ya..."


"Mba nggak berangkat ke toko?"


"Nggak kayaknya...mba nggak enak badan",kilahnya.


Padahal karena suasana hatinya sekarang sedang kacau karena kejadian semalam.


Anya hanya mengangguk saja,ia berpura-pura percaya dengan apa yang di katakan Mawar,jika mba'nya sudah siap untuk bercerita pasti nanti juga ia akan tahu.


"Yaudah deh mba...mba harus jaga kesehatan lagi,jangan lupa sarapannya dimakan...Anya berangkat dulu keburu telat"


Sebenarnya ia ingin menemani mba'nya hari ini,tapi karena ada jadwal kuliah Anya tidak bisa mendampingi mba'nya.


Setelah Anya pergi Mawar kembali merenung,kejadian semalam benar-benar membuatnya tak karuan.


Sampai saat ini Azam bahkan belum membaca pesannya.


"Apa aku telfon saja ya?"


Sudah banyak pesan yang ia kirimkan tapi lelaki itu tak kunjung membukanya.


Mawar memencet tombol panggilan,namun sudah beberapa saat lelaki itu tak kunjung mengangkatnya.


Ia melakukan panggilan beberapa kali namun hasilnya tetap sama.Sampai akhirnya Mawar memilih meletakan hp'nya kembali dan membuang nafas beratnya.


"Apa salahku...Aku bahkan sudah mencoba menjelaskan semuanya"


Apa Azam masih tidak percaya padanya?


Hati Mawar terasa sangat sakit saat ini.Azam tidak mempercayainya,lelaki yang sudah mencairkan dinding pertahanannya dan juga yang mengajarkannya cara dicintai dan mencintai kini hilang tak ada kabar.

__ADS_1


Lelaki itu bahkan langsung meninggalkannya semalam tanpa mendengarkan semua penjelasannya.


"Apa yang harus aku lakukan?"


Jika...jika nanti Azam meninggalkannya bagaimana? Mawar tidak tahu...


Mungkin traumanya akan suatu hubungan akan bertambah parah.


Tiga kali ia menjalin hubungan serius dengan tiga lelaki yang berbeda tapi hasilnya tetap sama,berakhir dengan menyakitkan dan akhirnya sendiri.


Mungkin jika hubunganya dengan Azam kini berakhir,Mawar akan bertekad.Ia tidak akan menjalin hubungan lagi dengan pria manapun.


Lelah dan juga rasa keputusasaan menyelimuti hatinya yang sudah rapuh.


Dirinya merasa lelah dengan semua hubungan yang tak pernah berakhir bahagia.


Mungkin dirinya sudah ditakdirkan sendiri tanpa ada pasangan hidup.


Padahal dirinya menaruh harapan besar pada Azam,lelaki yang memaksanya untuk jatuh cinta...tapi lihatlah sekarang,Azam bahkan tidak mempercayainya.


Apakah Azam tidak tahu? dirinya tidak mungkin bermain dibelakang dengan orang ketiga.Harusnya Azam yang paling mengetahui itu.


Azamlah yang sudah mengetahui sebagian kisah kelamnya dengan Adi dulu.Pernikahan yang kandas karena adanya orang lain di rumah tangganya.Juga kisahnya dengan Adnan,Azam sudah mengetahui semuanya.


Apa yang membuat Azam tidak mempercayainya?atau memang dari awal lelaki itu tidak serius bersamanya?


Lagi-lagi Mawar membuang nafas beratnya.Entahlah...dirinya sudah merasa sangat lelah.


Setelah lama merenungkan diri Mawar beranjak berdiri,ia menggerakan tubuhnya mencoba melenturkan otot-otot lehernya yang terasa kaku.


Rasa cemas yang mulai menerjang harus segera diakhiri,dengan menggerakan badan secara ringan bisa membuat Mawar jadi lebih rileks.


Kemudian Mawar melangkahkan kakinya menuju dapur,ia akan sarapan karena Anya sudah membuatkannya makanan.


Disana sudah tersaji satu gelas susu dan juga nasi omlet berbentuk hati.


Suasana Mawar langsung tenang dan bahagia saat melihatnya.


"Manis sekali..."


Mungkin karena tahu dirinya tak baik-baik saja,adiknya itu mencoba memperbaiki moodnya.


Mawar langsung makan dengan lahap sarapannya itu,padahal tadi ia tak punya selera makan sama sekali,tapi gara-gara Anya kini nafsu makannya bertambah.


Tingtong...


Saat dirinya tengah menikmati sarapannya tiba-tiba terdengar suara bel menggema di dalam rumah.


Dengan cepat Mawar menghabiskan sisa makanannya kemudiam meminum susu yang sudah disediakan.

__ADS_1


Mawar berjalan sembari tersenyum senang,tapi saat ia membukakan pintu senyum diwajahnya pudar.


Ia kira itu adalah Azam,tapi yang datang malah seorang kurir.


"Dengan ibu Mawar?",kata kurir tersebut.


"Iya dengan saya sendiri"


"Ini ada kiriman bunga buat ibu",mengeluarkan sebuah buket bunga Mawar merah yang besar dan sangat cantik.


"Maaf tapi dari siapa ya?"


"Maaf bu...katanya namanya harus dirahasiakan,tapi beliau berpesan akan datang malam ini"


Mawar langsung menerimanya,setelah tanda tangan sebagai tanda terima dirinya langsung masuk lagi kedalam rumah.


Mawar tak berhenti tersenyum saat menatap bunga yang cantik itu di atas sofa.


"Pasti dari Azam kan?"


Tidak ada surat apapun disana,tapi kata kurir pengantar bunga katanya Azam akan datang nanti malam.


Lelaki itu pasti melakukan ini karena ingin meminta maaf,yaah...pasti begitu...


Azam hanya salah paham saja kemarin.Dia tahu Azam tidak akan terpengaruh dengan mudahnya,Azam lelaki yang sangat mencintainya dan Mawar bisa menjamin itu.


Azam pasti hanya marah sesaat karena salah faham.


Mawar langsung bergegas mandi,hari ini ia akan pergi membeli baju dan bahan makanan untuk nanti malam.


Ia akan berdandan yang cantik dan memasak-masakan spesial untuk Azam.


Lelaki itu sangat suka masakannya,mengingat bagaimana dirinya bisa menghabiskan tiga porsi nasi goreng buatannya.


Mawar jadi tersenyum sendiri mengingat kejadian tersebut.Azam makan dengan lahap dengan memuji masakannya.


Setelah selesai berdandan Mawar langsung memesan taksi online,dirinya menunggu dengan wajah yang sumringah di depan halaman rumahnya.


Namun yang tak disangkanya tiba-tiba ia melihat Bu Winar dan Rosi tengah menatapnya tak suka.


Kedua wanita itu sekarang sedang berbelanja sayur yang tah jauh dari tempatnya berdiri.


Bu Winar terlihat sangat terkejut bahkan sampai memicingkan mata saat melihatnya,namun Mawar bersikap biasa saja.


Dirinya sudah tidak perduli dengan keluarga itu asalkan mereka tak mengganggunya lagi.


Terlihat Bu Winar yang melangkah maju berniat menghampirinya,namun pas sekali taksi yang dipesannya sudah datang.


Meskipun Mawar mendengar Bu Winar berteriak memanggilnya tapi Mawar mengacuhkannya.

__ADS_1


Dirinya langsung masuk dan menyuruh sang supir untuk segera pergi,urusannya lebih penting hari ini ketimbang harus meladeni mantan mertuanya itu.


__ADS_2