Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S2 Keputusan Mawar


__ADS_3

"Kenapa harus Jakarta?"


"Perusahaanku sudah sepakat menyuplai barang dari Indonesia,ada perusahaan di Jakarta yang sekarang ini berkembang pesat karena produksinya yang bagus"


"Apa tidak ada perusahaan yang lain?"


"Tidak bisa,aku akan pergi ke Indonesia dua hari lagi,dan kami akan melakukan kontrak kerjasama nanti"


Mawar mengembuskan nafas beratnya,mendengar Bela akan pergi juga ke Jakarta membuatnya merasa sangat terbebani.


Bela merupakan teman dekatnya di Amerika sekaligus rekan bisnis perempuannya.


Wanita berparas cantik dengan rambut panjang sedada itu adalah teman pertama Mawar di dunia bisnis,karena pertemuan mereka yang tak disengaja membuat mereka cepat dekat.


"Sudah ku katakan kau harus ikut...Charle dan aku akan kesana untuk melihat kontrak dan melihat barangnya langsung,mau tak mau kau juga harus ikut bersama kami..


Sebagai pimpinan perusahaan mau tak mau kau harus menerimanya...kesampingkan dulu rasa pribadimu dan berperilakulah dengan profesional,seperti yang kau lakukan selama ini",ucap Bella.


Mawar diam,bagaimanapun ucapan Bela benar,meskipun pribadinya menolak untuk pulang tapi dirinya sekarang adalah pimpinan perusahaan.


Semua tergantung pada dirinya,memang kerja sama kali ini sangat menguntungkan mereka dan pasti akan menghasilkan keuntungan berlimpah jika semuanya lancar.


Karena Bela maupun Charle merupakan perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaannya,jadi sistem kerjasama paralel ini tidak boleh gagal.


Jika gagal maka semua bisa kena dampaknya dan itu tidak boleh terjadi.


Perusahannya adalah perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen yang besar di Amerika.


Mawar bekerjasama dengan Bela yang mempunyai perusahaan ritel paling terkenal dengan jangkauan yang sangat luas di Amerika,bahkan mall-mall besar di negara ini kebanyakan milik usahanya.


Dan dengan Charle sendiri merupakan kerjasama untuk program iklan dan promo menggunakan artis-artis papan atas.


"Baiklah...aku akan membicarakannya nanti pada kakek Abbas dan Anya"


"Kalau bisa kau bawalah juga Anya,dia mungkin juga merindukan teman-temannya di Jakarta"


Mawar diam,selama ini ia tidak pernah memikirkan itu karena Anya tidak pernah berkata apapun.


Mungkin saja gadis itu rindu teman-teman kuliahnya.Perkataan Bela benar-benar menyadarkannya.


Perempuan itu memang orang terdekatnya yang ia ajak bicara setelah Anya.


Bela bahkan sudah mengetahui semua rahasianya dan masalalunya,begitupun sebaliknya.


Mereka sering sharing tentang sesuatu seperti sekarang ini.


Mereka berdua tengah menikmati makan siang di sebuah caffe yang terlihat berkelas,tidak semua orang bisa masuk tanpa mempunyai kartu anggota.

__ADS_1


***


"Mba akan ke Jakarta...?!"


Anya bertanya dengan wajah yang sangat terkejut,gadis yang tengah belajar itu meninggalkan meja belajarnya dan menghampiri Mawar yang tengah duduk di atas ranjang.


"Iya...apa kau mau ikut? mba akan disana sedikit lama"


"Untuk apa?"


"Mba ada kerjaan...kali ini pekerjaan disana cukup serius dan mungkin membutuhkan waktu beberapa hari"


"Apa mba tidak apa-apa?"


Mawar tahu apa maksud dari pertanyaan Anya,mungkin gadis itu mengkhawatirkannya,bagaimanapun kenangan mereka dulu di Jakarta banyak buruknya.


"Mba juga pergi bersama Bela dan Charle...kau tenang saja"


"Bagaimana dengan kakek?"


"Kakek mengizinkannya...katanya banyak orang yang masih bisa mengurusnya"


"Baiklah...kalau kakak ikut aku juga ikut" ucapnya dengan wajah yang berbinar.


Mawar tertegun melihat wajah ceria Anya,gadis itu terlihat sangat senang dan bersemangat sekali.


Mawar merasa bimbang,apa keputusannya salah?


Membawa Anya pergi bersamanya dan memisahkan dirinya dari masa muda yang menyenangkan?


Anya harus pergi bersamanya dan berpisah dengan teman-temannya,bahkan selama di Amerika anak itu lebih lama berkutat di depan laptop karena sibuk belajar akibat memilih jalur online.


"Kita kan berangkat dua hari lagi,jadi kau bisa mulai beberes dan memilih barang yang ingin kau bawa"


Anya mengangguk dengan semangat,Mawar hanya tersenyum mengelus sayang kepala adiknya itu.


Dirinya beranjak keluar dan meninggalkan Anya setelah tujuannya membicarakan rencana kepulangannya ke Indonesia.


Mawar bersender di tembok samping pintu kamar Anya sembari menutup mata,ada rasa sakit dan juga nyeri di hatinya saat mendengar Anya bersorak ria karena akan pulang ke Indonesia.


Bahkan tak lama setelah itu Anya terdengar menelfon seseorang disana degan semangat,mungkin itu salah satu teman kuliahnya.


"Aku sangat egois",ucapnya lirih.


Mawar merasa kurang memahami Anya dan malah menjadi mengesampingkan apa yang di butuhkan dan diinginkan adiknya.


Dirinya larut dalam kesedihan tanpa memikirkan konsekuensinya untuk Anya.

__ADS_1


Andai saja ia pergi sendiri mungkin Anya akan tetap di Indonesia dan sekarang bahagia karena bisa bersama teman-temannya.


Tapi Mawar bisa apa? Anya juga tidak ingin terpisah dengannya.


Jalan satu-satunya ialah dirinya tetap di Jakarta kalau ingin Anya tetap bisa bertemu dengan temannya.


Tapi di sisi lain Mawar tidak bisa disana,dirinya akan tetap terlilit dengan masalah yang selalu menghampirinya jika dirinya tidak pergi.


Mawar menghela nafas beratnya,kemudian beranjak pergi ke kamarnya sendiri yang tak jauh dari kamar Anya.


Disana terlihat foto dirinya dan juga anak-anak Akins dan juga Azka yang terletak di meja samping ranjang besarnya.


Mawar mengelus foto itu sembari tersenyum,meskipun ia takut untuk pulang ke Indonesia lagi tapi besar harapannya ingin bertemu mereka berdua.


Mawar rindu momen-momen yang pernah mereka lakukan bersama,tapi mungkin semua itu hanya angan-angannya saja.


Mungkin anak-anak sudah bahagia bersama ibu kandung mereka.


Diletakannya foto itu hati-hati diatas meja.Mawar beralih membuka lemari dan mulai memilih baju yang harus ia bawa nanti ke Jakarta.


ia harus membereskannya hari ini,karena besok jadwalnya akan sangat padat karena harus menyelesaikan urusan kantor sebelum dirinya pergi.


Kling...!


Suara pesan yang masuk di ponsel pintarnya membuat Mawar menghentikan kegiatanya.


Mawar menganganga melihat pesan yang tadi di terimanya,disana ia melihat sebuah foto Charle yang tengah membawa buket bunga yang sangat besar didepan rumahnya.


Laki-laki itu bahkan sudah berdandan dengan sangat rapi sembari membawa beberapa dayangnya dan satu-satu dari mereka membawa coklat yang dihias dengan begitu cantiknya.


Dipencetnya tombol panggilan disana,Mawar menelfon Charle berharap agar lelaki itu mau mendengarkan ucapannya.


"Halo honey...apa kau suka? aku sudah ada di depan pintu"katanya dari sebrang telefon.


"Apa kau gila?kenapa kau berdandan seperti itu?"


Memakai tuxedo putih seperti orang akan menikah saja!


"Haha...ini semua memang sengaja,aku datang untuk melamarmu honey,jadi sekarang cepat buka pintunya karena aku sudah lelah berdiri..."


"Tidak mau...kau pulanglah,aku tidak akan membiarkanmu masuk"


"kalau begitu aku akan mendobrak pintu dan berteriak agar kau mau keluar"ucapnya diselingi kekehan kecil disana.


Mawar langsung mematikan sambungan telefon itu,ia berjalan sembari menggerutu dan menghentak-hentakan kakinya geram.


Meskipun Charle berkata sembari tertawa,tapi lelaki itu selalu serius dengan ucapannya,jika dia mau mendobrak pintu maka itu akan terjadi kalau dirinya tidak turun saat itu juga.

__ADS_1


"Ish.. kenapa semua lelaki keras kepala sekali!"


__ADS_2