Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S2 Malam Kedua


__ADS_3

Mawar tertawa saat Azam mulai melepaskan bajunya dengan hati-hati.


Meski tidak sabaran tapi Azam masih memperhatikan dirinya yang masih sakit.


Gerakan Azam saat membuka kancing bajunya sangatlah pelan dan penuh pertimbangan,membuat Mawar tertawa sendiri.


"Kau tidak perlu sebegitu hati-hatinya sayang...badanku sudah tidak apa-apa...tapi kau harus lebih hati-hati dengan kakiku saja" ucapnya sembari tersenyum.


Mata Azam berbinar saat Mawar mengatakan itu,dan tak perlu menunggu lama,lelaki itu dengan cekatan menanggalkan semua baju istrinya.


Perlahan bibirnya menyusuri wajah cantik istrinya itu,Azam tersenyum saat melihat Mawar yang tengah tersenyum kepadanya.


"Aku Cinta kamu sayang...",ucap Azam lirih kemudian mengecupi bibir Mawar berkali-kali.


Mawar merasa senang Azam begitu memujanya,ia merasa seperti wanita yang sangat bahagia saat ini.


"Aku juga sayang padamu suamiku..",ucapnya membalas ucapan Azam.


Mendengar itu Azam tersenyum dan langsung mencium Mawar dengan begitu dalam.


Ia tak akan menyianyiakan kesempatan ini,malam ini dirinya harus merasa puas dan meredakan api kerinduan yang selama ini begitu menyiksa.


Perlahan bibirnya itu turun ke leher Mawar yang putih itu,mengecup beberapa bagian yang masih terlihat memar dengan lembut.


"Apa ini masih sakit?"


"Sedikit...tapi tidak apa-apa..."


Azam melanjutkan lagi kegiatannya,menciumi seluruh tubu Mawar dengan hati-hati takut wanitanya akan merasa kesakitan.


"A..Azam...",Mawar mendes*ah saat lelaki itu mulai bermain di titik sensitifnya.


Azam menyesap dengan begitu kuat,menj***t dan menggigitnya bagaikan bayi.


Tangan Mawar menjambak rambut lelaki itu saat Azam bermain begitu keras.


Lama lelaki itu bermain disana sampai akhirnya menghentikan aksinya dan melepaskan semua baju yang masih tersisa di tubuhnya.


Mawar memalingkan wajahnya saat melihat sesuatu yang sudah berdiri disana.


Dirinya merasa malu...apalagi Azam.memandangnya dengan tatapan yang aneh.


"Aku sudah tidak bisa menahannya lagi sayang..",bisik lelaki itu ditelinganya.


Mawar memegang bahu lelaki itu saat Azam mulai memposisikan tubuhnya.


Rasanya sedikit susah karena harus berhati-hati dengan kakinya yang masih terbalut perban itu.


"Aw...!hati-hati sayang...kakiku masih sakit..." pukulnya pada pundak lelaki itu.

__ADS_1


"Hehe..maafkan aku sayang...",hanya itu ucapan yang keluar dari mulut suaminya.


Setelah itu terdengar erangan kecil dari mulut Azam dan ******* kecil dari Mawar saat penyatuan mereka berhasil.


"Haah...A..Azam....uhm",Mawar menahan desahannya tatkala Azam bermain begitu pelan namun dengan tekanan disana,membuat Mawar merasa tak karuan.


Lelaki itu melakukannya dengan begitu lama sampai Mawar merasa kewalahan.


Azam benar-benar perkasa,dirinya tak kunjung selesai bahkan sudah memakan waktu yang lama.


"A..Azam...sudah..sudah...",ucap Mawar yang merasa sudah tidak tahan.


"Tahan sayang...aku hampir sampai",setelah itu Azam melakukannya dengan cepat,kemudian terdengar erangan dari mulutnya.


Azam ambruk disamping Mawar,kemudian mengecup kepala wanitannya itu dengan penuh perasaan.


"Terimakasih sayang...",ucapnya lirih.


Mawar tersenyum kemudian memeluk Azam berniat untuk tidur setelah kegiatan panas mereka,namun dirinya terkejut saat sesuatu terasa mengganjal dibawah sana.


"Sayang...?"


Azam tersenyum saat melihat Mawar terkejut,kemudian dengan cepat lelaki itu menindih Mawar lagi.


"Satu kali lagi ya...",ucapnya sembari tersenyum.


***


Bu Risma hanya bisa memijit keningnya karena merasa pusing.


Cucu-cucunya dari pagi sudah merengek ingin bertemu dengan Mawar,tapi itu tidak mungkin terjadi.


Mawar dan Azam pasti lelah karena aktifitas kemarin malam,secara itu adalah malam pertama mereka.


Bu Risma yakin anaknya Azam pasti sudah bergerak cepat membuat cucu untuknya.


"Mama kamu sedang istirahat sayang...Akins makan bersama bibi saja ya..?"


"Tidak mau...! Akins mau makan sama mama!"


"Ada apa ma...?" tanya Azam yang baru turun dari arah tangga.


Bu Risma tersenyum melihat anaknya yang turun dengan pakaian santai,Azam terlihat sangat segar dan wajahnya sangat cerah.


"Anakmu itu loh zam...dari pagi sudah rewel pengin ketemu mamanya"


Azam duduk di kursi makannya kemudian mengoleskan coklat ke beberapa rotinya.


"Mama masih tidur,kalian tidak boleh mengganggunya",ucapnya pada anak-anak.

__ADS_1


"Kenapa mama bangunnya lama sekali yah...? apa mama sakit?",tanya Azka.


"Kan sudah ayah katakan,kalian akan punya adik baru kalau kalian tidak mengganggu mama,biarkan mama istirahat yang banyak"


"Benalkah ayah...?! apa besok Akins sudah punya adik?"


"Bukan besok..tapi doakan saja Akins bisa cepat punya adik..sekarang kalian sarapan yang tenang,ayah akan mengirim sarapan buat mama kalian"


Setelah meneguk habis susu di mejanya,Azam langsung berlalu pergi ke kamarnya dengan membawa nampan berisi roti dan susu untuk istri tercintanya.


"Uh...",Mawar terbangun saat merasa ada seseorang yang mengelus kepalanya.


"Apa aku mengganggumu?",ucap Azam lembut.


Mawar menggelengkan kepalanya saat melihat Azam tengah duduk didepannya ,lelaki itu sudah terlihat rapi dan tampan.


"Suamiku sangat tampan",ucapnya menggoda.


Mawar tertawa saat melihat Azam yang langsung memaku saat dirinya menggodanya.


Lelaki itu mencubit hidungnya saat sadar Mawar sedang menggodanya.


"Jangan pancing aku sayang...kau tidak akan menanggungnya kalau aku sudah mode on",katanya.


"Haha..aku tidak memancingmu ,aku berkata sejujurnya...suamiku memang tampan sekali"


Dicuimnya wanita didepannya itu,Azam benar-benar gemas dengan Mawar yang seperti itu.


Kali Mawar lebih terbuka dan terlihat imut saat menggodanya.


"Kau mau sarapan atau mandi dulu?"


"Emm..aku ingin mandi dulu saja",rasanya sudah sangat risih akibat sisa percintaan mereka kemarin malam.


"Baiklah...ayo kita mandi",ucap Azam tiba-tiba,lelaki itu sudah berdiri dan berniat menggendong Mawar.


"Tu..tunggu...! apa yang ingin kau lakukan?!",kenapa Azam ingin menggendongnya? apalagi lelaki itu sudah melepaskan bajunya.


"Tentu saja mandi...katanya kau ingin mandi"


"Bukankah kau sudah mandi?",rambut Azam bahkan masih terlihat sedikit basah.


"Aku memang sudah mandi,tapi aku akan memandikanmu sayang...makanya aku harus melepas bajuku agar tidak basah",ucapnya sembari tersenyum.


Mawar merinding saat melihat senyum lelaki itu,ia tahu semua ini hanyalah modus suaminya saja.


"Aku bisa mandi sendiri...",rasanya ia seperti tidak kuat lagi jika harus melayani suaminya itu,semalaman ia bahkan sudah tepar karena Azam tak henti-hentinya menggempurnya.


"Kau tidak boleh mandi sendiri...kakimu masih sakit",setelah mengatakan itu Azam langsung membuang selimut yang masih membungkus tubuh polos Mawar,kemudian membawanya kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Meskipun lelaki itu berkata hanya akan memandikan istrinya saja,namun nyatanya pasangan suami istri itu tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi beberapa jam lamanya.


__ADS_2