Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Mama Mertua


__ADS_3

Adi menggendong Mawar sampai masuk kedalam rumah praktek seorang dokter yang ada di daerahnya itu,ia tak mungkin membawa kerumah sakit yang berjarak agak jauh.


Adi takut Mawar tak bisa menahannya,sepanjang perjalanan tangan yang kirinya bahkan memegangi Mawar,ia takut istrinya itu akan terjatuh.


Dirinya mendudukan Mawar di kursi tunggu dekat pintu,wanita itu bersender ke tembok sembari menutup mata,Adi mendaftar terlebih dahulu,sepertinya antrian saat ini tidak terlalu banyak,ia melihat hanya ada 2 orang saja yang mengantri, jadi dia merasa lega.


Ia duduk disamping istrinya ,diraihnya kepala istrinya itu dan disandarkan kedalam bahunya.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya nama Mawar dipanggil,Adi menggendong kembali Mawar masuk kedalam ruang praktek.Ia sedikit terkejut melihat seorang dokter laki-laki yang pernah ia temui.


*K*enapa dia ada disini juga?


Dokter yang pernah ia temui saat Mawar dan dirinya melakukan pemeriksaan kesuburan.


"Tolong bawa sini pak..",ucap Dokter laki-laki yang terlihat sudah berusia itu.


Adi segera membaringkan Dena diatas brankar(ranjang rumah sakit).


"Tolong istri saya dok,saat pulang kerja saya melihat istri saya sudah seperti ini",ucapnya.


Adi menyingkir agar dokter itu bisa leluasa memeriksa Mawar.


Dokter itu memeriksa Dena,dari mulai tekanan darah,denyut nadi ,jantung dan lainnya,setelah itu dia duduk kembali.


Adi kini sudah duduk di depan dokter ,dibelakangnya juga ada dokter muda itu,entah mengapa dokter muda itu tatapan matanya terlihat sangat tak bersahabat dengan dirinya,namun Adi tak ambil pusing ,ia lebih butuh pengobatan untuk istrinya sekarang.


"Jadi begini pak,kondisi istri anda sangat lemah,jika di lihat dari gejala yang saya periksa istri anda mengalami keracunan obat yang sudah kadaluarsa",Adi terkejut mendengar itu,bahkan dokter muda itu juga tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


Sayup-sayup Mawar mendengar hasil pemeriksaan dokter itu,ia juga terkejut akan perkataan dokter,sebelumnya ia mengecek tanggal pada obat saat hendak meminumnya pertama kali dan itu maih jauh dari tanggak expired.


Meskipun begitu Mawar terlalu lemah,ia bahkan tak bisa berbicara pada Mas Adi untuk sekarang ini.


"Tapi apakah sangat berbahaya dok?",Adi takut dan merasa sangat cemas.


"Sepertinya efek dari obat itu sendiri tidak terlalu besar,dari diagnosis saya Bu Mawar sudah menagalami sakit cukup lama sebelum memakan obat itu"


"Saya akan memberikan resep ,Bu Mawar juga harus banyak-banyak minum air putih dan juga istirahat",terangnya.


"Anda juga harus membuat fikirannya rileks,beliau juga mengalami syok dan tekanan,itu semua tak baik bagi kesehatannya"tambahnya lagi.


Adi mengangguk,setelah selesai melakukan pemeriksaan dan menebus obat ,segera ia menggendong Mawar kembali.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Adi diam saja ,ia teringat dengan dokter muda itu,ia bisa menangkap tatapan yang lain dari dokter itu kepada istrinya,bahkan Adi juga melihat raut terkejut dari dokter itu saat diagnosa penyakit Mawar disebutkan.


Padahal mereka tidak saling kenal,bahkan mungkin tak akan bertemu lagi,tapi hati Adi entah mengapa merasa gelisah,ia tahu istrinya tidak mungkin bisa mengenal dokter tampan itu,Mawar selalu disibukan dengan pekerjaan rumah dan juga toko rotinya.


Setelah sampai didepan rumah Adi menggendong Mawar kembali ,dilihatnya sang mama yang sedang menonton TV langsung berdiri menghampirinya.


"Kenapa di..?apa Mawar baik-baik saja?!",Adi tersenyum melihat mamanya sangat mengkhawatirkan Mawar.


Adi tahu mamanya pernah menyuruhnya bercerai karena syok saja,selama dua tahun menikah mamanya itu sangat perhatian kepada istrinya,jadi tak mungkin mamanya berubah drastis langsung membenci Mawar.


"Kata dokter bukan masalah besar mah,yang penting obatnya diminum teratur juga harus banyak istirahat"


Bu Winar berjalan mengekor dibelakang Adi,ia melihat anaknya yang dengan telaten dan penuh dengan hati-hati menaruh Mawar diatas ranjang.


"Memangnya dia sakit apa?perasaan tadi pagi mama liat dia masih sehat"


*D*eg...


Hati Mawar rasanya tercubit,mertuanya itu berbohong soal kesehatannya,padahal tadi pagi ia sudah mengatakan bahwa dirinya sudah tidak enak badan.


"Katanya kelelahan mah,terus juga Mawar minum obat yang udah expired jadi sakitnya nambah",terangnya.


"Astaga...!",Bu Winar beranjak dari tempatnya berdiri,kini ia sudah duduk diranjang samping tempat Mawar berada.


Awalnya Mawar memejamkan mata,saat merasa ada orang yang membelainya ia membuka mata dan melihat mertuanya yang sedang berkata dengan mimik wajah yabg dibuat sesedih mungkin.


Ia melihat lekat mata Bu Winar yang sedang di depannya itu,lalu beralih ke Mas Adi yang berdiri dibelakang mamanya,kemudian ia mengangguk lemah.


Mawar tak mungkin membicarakan apa yang sebenarnya terjadi pada Mas Adi,suaminya mungkin tak akan percaya padanya jika ia mengatakan bahwa mamanya yang tetap memaksanya kerja saat sakit.


Ia tak sebodoh itu,ia tak mau mengadu ,apalagi Mawar tahu Mas Adi sayang sekali kepada ibunya,ditambah sikap mertuanya yang pura-pura baik didepan suaminya.


"Ya sudah..nanti mama buatkan bubur untukmu,Adi makan dulu mama tahu kamu belum makan dari pulang,Mawar biar mama yang jaga.."


"Baik mah..",Adi mengangguk hendak meninggalkan kamar tersebut


Mawar merasa jantungnya berdegup dengan kencang,ia tak mau berdua di kamar dengan mertuanya itu!


"Ma..mas...",Mawar berusaha memanggil suaminya,ia ingin Adi tetap ada disampingnya,bukan mertuanya.


Langkah Adi terhenti saat mendengar suara lemah Mawar yang memanggilnya

__ADS_1


kenapa sayang..?",Adi berbalik kearahnya lagi ,dilihatnya Mawar yang menggelengkan kepalanya.


"Udah nggak papa sayang..kamu sama mama saja,kamu nggak kasian sama suami kamu belum makan dari tadi?",sela Bu Winar.Suaranya memang lembut tapi tatapan Matanya melotot memandang Mawar seperti berkata awas kamu bilang macam-macam sama adi!


Mawar takut ,ia takut dengan ibu mertuanya,mata Mawar memandang Adi dengan tatapan meminta tolong,namun suaminya itu tak mengerti arti dari tatapannya.


"Mas sebentar kok,cuma makan nanti langsung kesini lagi,kamu sama mama dulu ya.."


Mawar ingin menggeleng tapi tiba-tiba saja pinggangnya terasa sangat sakit,matanya melirik dan mendapati tangan Bu Winar yang sedang mencubitnya.


Mas Adi tak mungkin bisa melihatnya,tangan yang tengah mencubitnya itu tertutupi oleh selimut yang sedang dikenakannya.


Cubitan itu terasa semakin kuat,ia ingin berteriak namun ia melihat wajah Bu Winar yang sudah terlihat dengan galaknya.


Mau tak mau akhirnya Mawar mengangguk,dilihatnya suaminya itu sudah keluar dari dalam kamar.


Cubitan mertuanya itu juga sudah lepas,Mawar akan menunggu,ia akan mendengar apa yang akan dikatakan oleh mertuanya itu.


"Kenapa kamu?! kamu mau ngadu sama Adi yah!!",ucapnya dengan nada yang lirih namun penuh penekanan,Bu Winar bahkan sudah menoyorkan jarinya ke kepala Mawar.


"anggak mah..",Mawar memejamkan matanya mendapatkan perlakuan seperti itu,sakit kepalanya bahkan belum reda tapi kehadiran mertuanya membuat sakit kepalanya bertambah.Ia merasa sangat tertekan.


"Kamu tahu..! mama yang udah ganti obat kamu sama obat yang expired itu! ",ucap Bu Winar berbicara dengan bersedekap tangan.


"Untung aja kamu nggak mati sekalian,asal kamu tahu..mama bisa berbuat lebih kejam sama kamu kalau kamu berani bicara macam-macam sama Adi,ini peringatan...!",bisa gawat kalau Mawar meninggal ,ia tak mau ketahuan polisi dan masuk penjara.


Setelah mengatakan itu Bu Winar keluar kamar dengan santainya.


Mawar sungguh tak mengira mertuanya itu berbuat senekat itu demi menyiksa dirinya,ia menangis dengan menahan suaranya,rasa pusing Mawar semakin menjadi,dirinya sungguh merasa syok mendengar perkataan mertuanya itu.


Akhirnya Mawar pingsan tanpa ada yang mengetahui keadaan dirinya di dalam kamar itu.




Hai para readers tersayang..terimakasih sudah mampir dan membaca novelku🤗



Kasih tanda favorite biar nggak ketinggalan episode barunya,jangan lupa kasih vote,like ,coment dan bunga mawarnya biar author tambah semangat⚘⚘⚘⚘

__ADS_1



Aku sayang kalian...😊


__ADS_2