Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Tidak Mau Lagi


__ADS_3

"Ini jeng anaknya..?"


Bu Asih menatap Adi dengan senyum-senyum,entah apa yang ada di fikirannya.


Sekarang ini Adi sedang duduk bersama Bu Winar dan juga Bu Asih teman mamanya.


"Iya..ganteng kan anakku..? "


Jujur saja Adi merasa sedikit tak nyaman,sudah dua puluh menitan ia bertamu di rumah Bu Asih,tapi teman mamanya itu selalu menatap dirinya terus.


"Iya..ganteng pisan..saya juga punya anak perempuan,tapi baru lulus SMA ,kalo aja anak jeng Winar belum nikah,kita kan bisa jadi besan",ucapnya sembari tersenyum senang sekali.


"Ah..bisa aja kamu..umur kan nggak masalah,tapi yah memang anakku ini sudah menikah sama wanita pilihannya.."


Adi melirik mamanya yang duduk di sebelahnya,ia kira ada hal penting apa sampai mamanya itu membawanya,tapi ternyata hanya obrolan ibu-ibu biasa.


Bahkan Adi lebih banyak diam dan enggan bergabung dengan obrolan yang ngalor ngidul itu (obrolan nggak jelas)


"Oya Adi kamu udah nikah berapa lama?"


"Em..sekitar dua tahunan bu.."


"Apa kalian belum berencana punya anak? dua tahun sudah terhitung lama loh..kasian mama kamu kalo ke arisan nggak bawa cucu sendiri"


*D*eg..


Adi tak tahu harus berkata apa,ia dan Mawar tak pernah menunda soal anak,tapi kenyataannya selama menikah dua tahun istrinya belum mengandung dan sekarang sudah positif mandul.


Tak mungkin ia mengumbar aib istrinya di depan orang lain.


"Doain kami aja ya bu..mudah-mudahan cepet di kasih momongan",hanya itu yang bisa ia ucapkan.


"Kalo anak saya yang pertama istrinya sekarang sedang hamil anak kedua,katanya kembar lagi.."


"Wah..seneng ya jeng..saya juga penginnya pengin punya cucu,tapi ya mungkin belum rezekinnya"


Bu Winar berakting sedih,bahkan ia menampilkan wajah sendunya.


Dan tentu saja ekspresinya itu diamati oleh Adi.


Setelah itu mereka masih melanjutkan obrolannya hingga Adi merasa bosan,mana ada lelaki yang betah jika di tempatkan diantara ibu-ibu yang sedang bergosip.


Hingga akhirnya Bu Winar berpamitan dan akhirnya Adi bisa bernafas lega.


"Oh ya Adi,tolong kasih ini sama Mawar ya,saya turut sedih mendengar toko istrimu kebakaran",memberi sebuah bingkisan tapi Adi tak tahu apa isinya karena berada di dalam kotak plastik.


"Ini makanan dari restaurant anak terakhir saya,kamu juga coba ya..barangkali suka"


Adi menatap Bu Asih kemudian mengambil bingkisan itu.


"Terimakasih banyak bu.."


"Kalau gitu kami pamit ya jeng..",Bu Winar bersalam serta melakukan cipika-cipiki.


Motornya berjalan keluar dari halaman rumah Bu Asih yang tak begitu besar itu,namun kalau di bandingkan dengan rumahnya sendiri tentu rumah Bu Asih jauh lebih baik.

__ADS_1


"Memang anak Bu Asih punya restoran ya ma...?",dalam perjalanan Adi menyempatkan bertanya ia sedikit penasaran.


Seperti terkena angin segar Bu Winar menjawab dengan cepat dan penuh semangat.


"Iya loohh...mana besar lagi restorannya,kamu tahu padahal kan dia masih muda mana baru lulus SMA lagi ,tapi sudah bisa punya resto sendiri..huh mantu idaman banget"


"Apasih ma..mama kan udah punya menantu cantik dan baik kaya mawar"


"Mama cuma ngomong kok,emang bener dia menantu idaman mama.."


"Emang restonya dimana ma.."


Adi berusaha mengalihkan obrolan tentang menantu idaman.


"Katanya si di Jakarta,hebat ya..",Adi hanya manggut-manggut saja.


Setelah itu sepanjang perjalanan mamanya hanya membicarakan perihal anak Bu Asih ,bahkan Bu Winar melebih-lebihkan tentang betapa imut dan cantiknya wanita itu.


Hingga akhirnya mereka pulang Adi langsung masuk ke kamar,pandangan pertama yang ia lihat adalah Mawar yang sedang tertidur sembari memeluk sebuah boneka kelinci putih yang berukuran sedikit besar.


Lalu ia melihat kotak kado yang telah terbuka di bawah ranjang.


*J*adi itu isi kadonya...


Adi tersenyum kecil kemudian ia bergabung masuk kedalam selimut dengan istrinya.


Memeluk Mawar dari belakang ,Adi menatap pucuk kepala istrinya lalu mengecup pundak Mawar,ia menatap Mawar yang memunggunginya begitu lama,entah apa yang ada di pikrannya.


***


*Di*mana Mas Adi..?


Segera Mawar mengecek jam,padahal ini masih pagi tapi suaminya tidak ada di kamar,tidak biasanya suaminya menghilang begini.


*A*pa Mas Adi semalam nggak pulang?


Tapi tidak,jelas sekali ia merasa suaminya itu memeluknya,tapi dimana?


Fikiran Mawar masih menerawang jauh bahkan sampai tak sadar bahwa suaminya sudah masuk ke dalam kamar.


"Sayang..sudah bangun",Mawar terkejut mendengar suara Mas Adi yang memanggilnya.


Ia melihat suaminya datang dengan membawa nampan di tangannya.


"Ini apa mas..?"


Adi meletakan nampan berisi nasi dan lauk pauk diatas nakas.


"Ini sarapan buat kamu nanti,kamu nggak usah masak hari ini,tadi malem dikasih lauk dari rumah Bu Asih banyak"


"Makasih mas..."


"Nanti mas pulang malem lagi kayaknya..kamu nggak papa kan?


"Nggak papa mas"

__ADS_1


"Yaudah mas mau mandi dulu"


Setelahnya Mas Adi meninggalkannya,Mawar senang sekali suaminya kembali seperti dulu,penuh perhatian kepadanya.


Mawar mengambil hp'nya kemudian mengetikan sesuatu disana.


Hari ini ia hanya bisa bertukar kabar dengan Anya,padahal ia ingin sekali Anya menemaninya saat Mas Adi kerja.


Karena memang mereka berdua sudah tidak berkerja lagi,tapi Mawar harus memastikan bahwa mertuannya tidak di rumah saat Anya akan berkunjung.


Ia tak mau Anya bertemu dengan Bu Winar.


Jam semakin berlalu,kini suaminya sudah memeaki seragamnya dan siap untuk berangkat.


"Nanti kalau butuh apa-apa kabarin mas aja ya.."


"Iya mas..",Mawar tersenyum manja,ia sedang berada di depan teras hendak mengantar kepergian suaminya.


"Jangan menggoda mas sayang..suamimu ini hari ini sangat sibuk..",Adi mencubit hidung Mawar membuat Mawar tertawa.


Keharmonisan mereka tak bertahan lama setelah suara Bu Winar mengejutkan Mawar.


"Mawar..tolong dong setrikain baju mama..mama mau kondangan",ucapnya di belakang Mawar sembari memegang dress berwarna ungu tua.


Mawar melirik suaminya,yang ternyata suaminya memang sedang melihatnya.


"Apa kamu masih pusing..?"


Mawar mengangguk,ia memang tak berbohong,kepalanya memang masih sakit.


"Gosok sendiri aja mah..kayaknya Mawar belum bisa deh kasian wajahnya juga masih pucet"


Mawar senang sekali saat mendengar Mas Adi berpihak padanya,padahal jarang sekali ini terjadi.


"Tapi di..mama juga nggak bisa nyetrika..mama udah telat dan mama harus dandan dulu"


"Yaudah deh..ini uang buat nyetrika ,mama taruh aja di loundry depan"


Adi memberikan beberapa uang,lalu Bu Winar dengan cepat pergi menuju loundry.


Waat melewati Mawar ,tanpa Adi ketahui Bu Winar melotot dan berbisik dengan lirih.


"Awas kamu..!!"


Lalu melenggang pergi tanpa menoleh lagi.


Setelahnya Mas Adi pergi meninggalkan Mawar,disana Mawar masih diam di teras memandangi jalanan yang mulai ramai.


Hingga akhirnya ia bergegas masuk ke kamar dan menguncinya sebelum mertuanya kembali.


Sebenarnya kalau masalah menggosok satu pakaian saja ia masih sanggup tapi ia tak mau melakukannya,ia tak mau lagi di perintah dan diperlakukan rendah oleh mertuanya yang sudah menipunya selama ini.


...~~~...


...Terimakasih sudah mampir dan membaca novelku🤗...

__ADS_1


...Jangan lupa kasih author dukungan biar tambah semangat up nya😘😘...


__ADS_2