Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S2 Penawaran


__ADS_3

Mobil hitam milik Azam memasuki halaman rumah miliknya.


Sekarang jam sudah menunjukan pukul satu malam,tapi dirinya baru pulang dari kantornya.


Seperti biasa Bu Risma dengan sabar menunggu anaknya di depan rumah sembari menatap anak semata wayangnya itu dengan tatapan sedih.


Bagaimana tidak? setiap hari Azam akan pulang sangat malam,anaknya itu bahkan sering melewatkan waktu makannya.


Kesehatan Azam selalu saja menurun karena dirinya tak pernah mau mememikirkan dirinya sendiri.


Bukan hanya itu,cucu-cucunya juga jadi gampang rewel,Akins selalu uring-uringan menanyakan kabar Mawar.


Meskipun Novi kadang menemuinya diam-diam tapi anak itu tetap menanyakan Mawar.


Azka juga lebih pendiam sekarang,anak itu sering diam bahkan didepan keluarganya sendiri.


Kepergian Mawar sungguh berdampak buruk untuk keluarganya.


"Apa anak-anak sudah tertidur?",tanya Azam sembari masuk kedalam rumah.


"Tentu...ini bahkan sudah menjelang pagi",jawab Bu Risma.


Azam diam tanpa niat melanjutkan obrolan,dia mulai berjalan menapaki tangga dan berniat langsung masuk kedalam kamarnya.


Namun langkah kakinya terhenti saat Bu Risma mengeluarkan suara.


"Sudahlah Azam...lupakan Mawar"


Bu Risma berkata dengan ekspresi yang sedih,beliau berkata dengan wajah yang penuh permohonan.


Azam hanya diam tanpa menengok kepada mamanya,dirinya bahkan langsung pergi meninggalkan mamanya yang masih menatapnya dari bawah tangga.


***


(Percakapan ini dilakukan dengan menggunakan Bahasa Inggris,tapi berhubung Bahasa Inggris author kurang baik jadi pake Bahasa Indonesia saja ya😁)


"Hai honey...kenapa kau tidak menjawab telfonku?"


Ucap seorang pria bule dengan tinggi badan sekitar 187 cm itu,dialah Charle si pria yang sudah mengejar-ngejar Mawar semenjak Mawar bekerja di perusahan kakek Abbas.


Pria berkulit putih dengan khas lesung pipi di sebelah kirinya itu langsung duduk di depan Mawar dengan santainya.


Charle merupakan pria yang sangat tampan,dirinya banyak di kelilingi para wanita cantik,apalagi profesinya yang berkecimpung di dunia hiburan membuatnya sangat popular dikalangan wanita.


Tapi yang membuat Mawar heran adalah kenapa pria itu bisa suka padanya,padahal yang menyukainya para model papan atas.


Mawar memutar matanya jengah,saat ini dirinya tengah menikmati makan siangnya di dalam ruangan pribadinya,tapi malah Charle datang dan masuk begitu saja.

__ADS_1


Yah...meskipun hal itu sudah terbiasa bagi lelaki itu.Charle bisa sesuka hati keluar masuk ruangannya karena dia sudah terbiasa seperti itu sejak dulu dengan kakek Abbas.


Charle merupakan cucu kandung kakek Abbas,lelaki itu merupakan cucu kedua dari anak laki-laki pertama kakek Abbas.


Tapi karena dirinya ingin memiliki perusahaan sendiri di bidang hiburan dan fashion,Charle memilih jalan sendiri dan tidak melanjutkan usaha keluarganya.


"Kenapa lagi?",kemarin mereka bahkan sudah bertemu setelah rapat.


"Hahaha...kau sangat manis saat marah begitu honey"


Mawar diam saja,dia memasukan lagi suapan makan siangnya.


Charle senyum-senyum sendiri melihat Mawar mengabaikannya,baginya Mawar sangatlah menawan saat seperti itu.


"Aku tahu sekarang jam makan siangmu,jadi aku membawakan beberapa camilan untuk penutup",ucapnya sembari meletakan box keatas meja.


Mawar menatap box yang ada di depannya,kemudian membukanya dengan santai.


Hal seperti itu sudah sering terjadi,Charle memang sering membawakannya makanan atau camilan.Awalnya Mawar sering menolaknya karena tidak mau terlalu sering berhubungan dengan lelaki itu.


Tapi ujung-unjungnya lelaki itu juga membuang makanan itu jika dirinya tidak menerimanya.


Alhasil Mawar hanya bisa menerima pemberiannya karena sayang jika makanan itu di buang.


"Ini adalah pai aple yang sangat enak,aku membawakan dua untukmu,satunya lagi untuk Anya"


"Terimakasih...apa kau sudah makan?",tanyanya.


Disamping urusan pribadi,mereka juga teman di dunia bisnis.Sifat Charle yang memang supel tidak membuat Mawar merasa canggung walau sudah menolaknya beberapa kali.


"Aku sengaja belum makan siang agar bisa makan bersamamu",ucapnya dengan tersenyum lebar.


Mawar hanya mengangguk mendengar ucapan gombal dari Charle,hal seperti itu sudah seperti kegiatan sehari-harinya.


Mawar memencet tombol telepon yang ada disampingnya,kemudian memesan makanan kepada pegawai OB yang ada di kantornya.


Beberapa saat kemudian makanan itu datang,Charle makan dengan lahapnya,mungkin karena makan dengan Mawar membuatnya selalu tersenyum setiap menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


"Minggu depan aku akan ke Indonesia,perusahaanku akan melakukan kerja sama dengan perusahaan disana,ini merupakan proyek yang besar jadi mungkin aku akan tinggal di sana lebih lama",katanya.


Mawar menghentikan kegiatan makannya,ia memaku saat mendengar Charle menyebut nama Indonesia,dimana itu adalah negara yang dulu ia tinggali.


"Apa kau tidak mau ikut denganku? akan menyenangkan jika kau ikut bersamaku kesana,kau akan memanduku saat di Indonesia nanti"


"Aku sangat sibuk"jawabnya.


"Kau bisa istirahat sebentar,aku akan meminta izin pada kakek untuk membawamu ke Indonesia...pasti kakek akan mengizinkannya"

__ADS_1


Mawar memasukan suapan terakhirnya kedalam mulut,mengunyahnya dengan cepat dan langsung meneguk habis minumannya.


"Sudah kubilang aku sangat sibuk ,kau bisa pergi sendiri kesana"


"Kenapa kau selalu menolak?"


Charle berkata sembari menatap Mawar lekat,dirinya sudah merasa ada keanehan dalam diri Mawar.


"Apa...?"


"Kenapa kau selalu menghindari percakapan kalau aku mengatakan tentang negara asalmu ...Indonesia?"


Mawar diam,dia mengalihkan pandangannya dari Charle.


"Itu bukan urusanmu"


"Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan? kenapa kau selalu tidak mau kalau aku mengajakmu pergi ke Indonesia?"


"Aku tidak bisa meninggalkan kakek Abbas sendiri",kilahnya.


"Itu bukan alasan yang tepat honey...banyak orang yang bisa mengurusnya disini dan kau tahu itu...


Apa ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman disana? kau bisa mengatakan padaku apa itu...aku akan mengurusnya untukmu?",ucapnya lagi.


"Tidak Charle...itu bukan urusanmu,sekarang kau pulang saja,aki ingin sendiri"


Setelah itu Mawar keluar meninggalkan Charle yang masih ada di dalam ruangannya.


...


Mawar menutup mata menikmati angin yang berhembus menerpa wajahnya.


Sekarang ini dirinya sudah ada di atas gedung menikmati pemandangan kota New York dari atas sana.


Kegiatan itu selalu ia lakukan saat dirinya dilanda kegelisahan.


Akibat pembicaraannya tadi dengan Charle membuat mood Mawar sangat turun.


Ada rasa gelisah,marah,sedih dan rindu menjadi satu.Negara dimana ia dilahirkan itu banyak menyimpan kenangan di hidupnya.


Mendengar Charle yang mengajaknya untuk pulang membuat hati Mawar sedikit goyah.


Dari lubuk hatinya yang paling dalam ia rindu Indonesia...ia rindu masakannya,suasananya juga orang-orangnya.Termasuk Akins dan Azka..Mawar sangat rindu kedua anak itu.


Tapi disisi lain ia juga takut...bagaimana jika nanti ia bertemu dengan Azam?


Lelaki yang telah mengkhianatinya disaat ia sudah mulai membuka hati.

__ADS_1


Dan Mawar tidak mau itu terjadi,ia tak mau bertemu dengan lelaki itu lagi.


Bukankah tidak mungkin mereka bisa bertemu,karena ada pepatah yang mengatakan kalau "Dunia tak selebar daun kelor".


__ADS_2