Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Penolakan


__ADS_3

Mawar mengerjapkan matanya yang terasa berat,ia memegang keningnya akibat rasa pusing yang melanda.


*U*rgh...rasanya mual sekali..


Nafasnya terasa panas,tubuhnya bahkan masih menggigil,Mawar merasa tubuhnya tidak baik-baik saja.


"Dimana ini..?",ia menengok ke kanan dan ke kiri,ini bukan di kamarnya.


Tak ada siapapun disana,ruangan itu terlihat rapi dan juga berbau antiseptik yang dominan.


*I*ni seperti di rumah sakit?


Mawar mencoba mengingat kejadian sebelumnya,kenapa ia bisa ada disana.


Dan ingatan-ingatan yang mengerikan muncul di kepalanya,seperti sebuah film kejadian-kejadian itu muncul tanpa henti dan membayang di fikirannya.


"Aakhh..",ia menjambak rambutnya


Rasa pusing kian mendera,para perawat yang mendengar sebuah teriakan berdatangan.


Mereka segera menenangka Mawar yang masih menjambak rambutnya sendiri.


Anya yang melihat dari arah pintu menutup mulutnya,ia tercengang melihat pemandangan yang sangat menyakitkan,ia menangis melihat mba kesayangannya itu menderita.


Setelah di beri obat penenang akhirnya Mawar berhenti memberontak dan berteriak,Anya dengan setia duduk di samping Mawar sembari mengelus-elus punggung tangannya.


"Mba...yang sabar..mba pasti bisa melewati semua..",meskipun samar-samar Mawar tahu Anya sangat mengkhawatirkan,suaranya yang bergetar dan juga raut wajah yang sedih.


Anya mencoba menenangkannya dalam keadan yang sama-sama sulit baginya,ia juga mungkin masih syok.


*K*asihan sekali ...bahkan tak ada seseorang di sisinya..


*A*h..ternyata akupun sama..


Mawar baru menyadari bahkan suaminya tak ada disisinya.


Hingga kahirnya Mawar menutup mata akibat dari obat penenang yang tadi disuntikan ke dalam tubuhnya.


Entah berapa lama ia tertidur,tapi ia merasakan tangan seseorang yang hangat menempel di dahinya beberapa lama,tangan itu berpindah mengelus wajah dan kemudian menggenggam tangannya.


Pemandangan yang pertama ia lihat setelah membuka mata kembali adalah suaminya.


Mas Adi membungkuk menciumi tangannya sembari menutup mata,ia bahkan tak menyadari istrinya sudah terbangun.


Dengan gerakan lemah,Mawar menarik tangannya dari genggaman suaminya,membuat Adi terkejut dan melihat ternyata Mawar sudah bangun.


"Sayang..kamu sudah bangun..?",Adi berniat ingin menggenngam tangan Mawar lagi.


Namun diluar dugaan istrinya itu mengalihkan tangannya kemudian menengok ke arah lain tak ingin melihatnya.


"Sayang...?"


Mawar tetap diam,ia merasa sakit hati,kenapa suaminya baru ada di sampingnya setelah waktu berlalu begitu lama.

__ADS_1


Ini bahkan sudah jam sembilan malam,tapi suaminya baru bisa menjenguknya.


Ia tahu hal itu,dilihat dari rambut Mas Adi yang masih basah,mungkin suaminya itu menerobos gerimis ,Mawar bisa tahu dari arah jendela ruang rawatnya.


"Akan mas panggilkan dokter...",Adi seperti tahu,istrinya itu sedang marah padanya.


Ia juga tahu ia salah,namun pekerjaannya tak bisa ia tunda,semua itu juga demi Mawar.


Selama pemeriksaan Mawar diam saja,meskipun Mas Adi mengajaknya bicara dia diam seribu bahasa.


Hingga akhirnya terdengar helaan nafas berat yang keluar dari suaminya.


"Mas keluar dulu cari makanan buat kamu..",setelah bicara seperti itu Mas Adi keluar ,Mawar menangis setelah suaminya itu tak terlihat.


Rasanya sakit sekali,suaminya tak ada di sisinya di saat ia membutuhkan banyak perhatian dan dukungan.


Tokonya sudah terbakar,Mawar juga bingung akan seperti apa kedepannya.


Ua masih memikirkan Anya,bagaimana nanti nasib Anya? anak itu sudah lama bersama dengannya,dan Mawar sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri.


Ia tak mungkin begitu saja melepaskan Anya,dalam hatinya ia punya tanggung jawab terhadap anak itu.


"mba...",tiba-tiba saja Anya masuk sembari membawa kantung kresek.


Dengan cepat Mawar menghapus air matanya,meskipun usaha itu percuma karena Anya sudah melihatnya.


"Kenapa mba...?",gadis itu duduk di dekat Mawar dengan raut wajah yang sama,khawatir.


"Mba nggak usah mikir yang jauh-jauh,aku akan bantu mba jualan lagi ,mulai dari jualan keliling juga nggak papa,aku juga bisa menghubungi pelanggan kita satu persatu lagi"


Mendengar perkataan Anya membuat hati Mawar sedikit tenang,perkara membangun usaha itu tidaklah gampang,apalagi dengan jualan keliling,omsetnya juga pasti jauh daripada saat memiliki toko.


Namun Mawar tetap tersenyum,ia senang Anya masih mau berada di sisinya dalam keadaan susah,masalah mengiyakan ide Anya akan ia pikirkan nanti.


"Terimakasih..."


"Oh iya mba..penyewa toko tidak meminta uang ganti rugi.."


Mawar sedikit terkejut mendengar itu,bukankah biasanya pemilik toko akan minta ganti rugi?


"Kenapa..?"


"Setelah di telusuri,kebakaran itu terjadi akibat konsleting listrik,katanya anak pemilik bermain listrik dikamar"


Sebenarnya memang Mawar belum menanyakan perihal kenapa tokonya terbakar kepada Anya.


Tapi ia tak mengira bahwa itu akibat anak pemilik toko yang ia sewa,rumah pemilik bersebelahan dengan tokonya jadi wajar saja tokonya ikut terbakar.


"Lalu bagaimana keadaan beliau sekarang?"


"Tidak ada korban jiwa,katanya beliau juga akan pindah ke kontrakannya,tapi beliau berkata tak menjamin akan memperbaiki toko lagi"


Kalau di ingat-ingat pemilik toko memang punya beberapa kontrakan dan toko lain yang sudah di kontrakan.

__ADS_1


"Apa masa kontrakmu masih lama",Mawar inhin memastikan,apalagi bulan ini ia tidak bisa memberi gaji yang cukup akibat musibah yang menimpanya.


"Em..sebenarnya bulan ini habis mba..tapi tak apa,aku akan mencari uang tambahan nanti"


"Maafkan mba...sepanjang kerja sama mba kamu belum pernah bahagia"


"Jangan bilang seperti itu mba..kalau mba nggak menolongku mungkin sekarang aku nggak punya tempat tinggal sama sekali"


Anya tersenyum hangat,Mawar sungguh bersyukur ada Anya yang selalu berada di sisinya,gadis itu bahkan tak pernah mengeluh padanya.


"Oh ya mba..ini ada makanan dari Pak Adi,katanya ada urusan mendadak jadi dititipkan ke aku mba sewaktu ketemu dijalan"


Mawar tersenyum hambar,sepertinya hatinya kian lama kian mengeras,bahkan hal semacam itu sudah terbiasa baginya.


Di bukanya kresek tersebut,di dalamnya ada dua bungkusan nasi goreng beserta minumannya.


"Kamu makan aja yang satunya,Mas Adi nggak mungkin sempat makan itu nanti"


Mungkin nggak bakalan kesini lagi ...


"Tapi mba..ini punya Pak Adi.."


"Nggak papa..makan aja,mba mau makan bareng kamu"


Akhirnya mereka berdua makan nasi goreng itu bersama,Mawar setia mendengarkan segala cerita Anya di selang acara mereka.


Suasana hatinya membaik jika ada Anya bersamanya.


*B*agaimana ya..jika aku tak memiliki Anya? mungkin saat ini aku masih menangis sendirian meratapi nasib..


Suara dering telfon miliknya tiba-tiba berbunyi membuat kedua wanita itu menoleh.


Anya mengambil hp Mawar yang berada di atas nakas lalu memberikannya pada Mawar.


"Dari Pak Adi mba..."


Ia menyodorkan hp itu di depan Mawar,namun Mawar hanya meliriknya lalu melanjutkan acara makannya.


"Biarkan saja...kita makan lagi.."


Anya menaruh hp itu kembali,ia melirik Mawar yang berusaha menutupi kesedihannya.


Meskipun tidak menjawab,Mawar sudah tahu apa yang akan suaminya itu katakan.


*P*aling alasan pekerjaan lagi...


.


...~~~~...


...Terimaksih sudah mampir dan membaca novelku😊...


...Aku sayang kalian🤗...

__ADS_1


__ADS_2