
"ekhemm.."
Suara Dafa memecahkan kegeningan yang sempat tercipta.
Matanya dengan jelas bisa menangkap sinyal aneh dari lelaki yang tadi ditemuinya...bagaimana bisa lelaki itu menatap kekasihnya dengan terang-terangan?
"Eh...anda yang saya tabrak tadi kan...kita bertemu lagi,perkenalkan saya Zio"
Dafa menatap tangan lelaki itu,namun tak urung juga ia menyalaminya.
"Saya Dafa..",ucapnya sembari tersenyum profesional.
"Ah..saya benar-benar minta maaf atas kejadian tadi,saya benar-benar sedang tidak fokus karena suatu hal",ucapnya sembari melirik Anya.
Yang dilirik hanya diam tak merespon,begitupun dengan Dafa yang hanya bisa mengawasi dan pura-pura tidak tahu.
"Bukan masalah,itu hanya hal kecil...lupakan saja",maksudnya itu tidak berarti apapun bagi Dafa,jadi lupakan saja kejadian itu dan pergilah.
Dirinya mulai merasa tidak nyaman,dari diamnya Anya dan juga bagaimana cara lelaki itu curi-curi pandang pada kekasihnya.
"Tapi saya tipe orang yang sangat tidak enakan,saya sungguh merasa bersalah...bagaimana kalau saya mengajak anda makan bersama...sebagai tanda minta maaf..?",ucap Zio.
Dafa megerutkan keningnya,kenapa lelaki itu bersikukuh ingin berhubungan dengannya?!
"Oh...anda juga bisa membawa wanita disamping anda kalau mau",ucapnya lagi dengan raut wajah yang sumringah.
Deg!
Tebakannya benar!
Dari awal lelaki itu tidak normal,terlalu sok akrab dan memaksakan hal yang sepele.
"Tapi maaf sekali...akhir-akhir ini kami sangat sibuk...beberapa hari lagi kami akan menikah jadi mungkin tak bisa memenuhi keinginan anda...kalau begitu kami pamit undur diri dulu..kekasih saya juga sudah terlalu lelah hari ini...iya kan sayang..?!",ucap Dafa sembari menekankan kata "Sayang".
Dafa kemudian merangkul pinggang Anya dan berjalan melewati Zio yang mematung.
Senyum kecilnya terlihat ketika melihat wajah Zio yang pias mendengar perkataannya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu ada hubungan apa diantara kalian sebelumnya..tapi yang pasti jangan harap kau bisa merebut kekasihku Anya..karena dia milikku seorang!"
"Oh..aku juga sudah memaafkanmu untuk yang tadi,jadi tak perlu merasa bersalah",ucapnya sembari membalikan diri.Kemudian Dafa benar-benar melenggang pergi meninggalkan lelaki itu.
Zio yang masih syok mendengar kata "Menikah" mematung.
"A..Anya...? dia akan menikah?!"
Baru saja ia senang karena baru saja bertemu Anya setelah sekian lama,meskipun respon gadis itu sangat negatif kepadanya,tapi Zio percaya Anya akan memaafkannya.
Karena begitulah sifatnya,Anya adalah gadis yang baik hati dan penyayang.
Ia sangat percaya diri suatu saat bisa bersama Anya lagi,melihat Anya sekarang yang sudah sangat cantik dan menawan membuat hatinya berdebar.
Mungkin saja ia bisa menjadikan Anya kekasihnya,toh mereka berdua sudah kenal dari kecil...kebutuhan finansialnya juga sudah baik...ia susah bisa memberikan kenyamanan bagi wanita itu,Zio sudah memiliki kekuatan!
Tapi nyalangnya,bagai disambar petir...Ia mendengar gadis itu akan menikah,bahkan dengan lelaki yang sempat ia kagumi.
"Sial...!!"
Mereka terlihat sangat cocok...tapi Zio tak suka!!
Bagaimanapun Zio harus tetap berusaha,bukankan jalur kuning belum melengkung,dirinya masih punya kesempatan?
Zio bertekad akan menjadikan Anya kekasihnya,ia juga sudah punya kekayaan,meski mungkin tidak sebanyak milik lelaki itu tapi Zio punya kepercayaan diri.
Selama ini banyak wanita yang mengincarnya,banyak juga wanita yang tergoda karena ketampanannya..Dan Anya pasti bisa ia goda juga.Fikirnya
***
"Sayang...kita sudah sampai...kau harus bangun...atau mau aku gendong?",ucap Dafa dengan lembut sembari menepikan anak rambut yang bergelantungan di wajah kekasihnya.
Anya hanya berdehem saja...Dafa dengan hati-hati membantu menuntun kekasihnya itu untuk turun dari mobil.
Sebenarnya dari tadi Dafa dengan sabar menunggu penjelasan Anya tentang siapa lelaki itu,tapi yang ditunggu malah diam seolah tak pernah terjadi apa-apa.
Anya bahkan tertidur setelah naik mobil beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
"Dia memang seperti itu...."
...
"Kau tidurlah di kamar utama,aku akan tidur di kamar santai saja...",ucap Dafa sembari meletakan tas dan barang miliknya di sofa.
Laki-laki itu langsung ambruk diatas sofa sembari memijit-mijit kepalanya yang terasa pening.
Hari ini sungguh melelahkan...
Namun siapa sangka,tiba-tiba sebuah tangan kecil dan dingin itu menyentuh keningnya dengan lembut,membuat Dafa terkejut sampai mendongak keatas.
Apa...?!
"Ke ..kenapa...?",kenapa tiba-tiba Anya menyentuhnya?
Tentu saja Dafa sangat terkejut,Anya tak pernah seperti ini sebelumnya.
"Terimakasih untuk hari ini...kakak pasti sangat lelah..",ucapnya sembari mengusap-usap ujung kepala Dafa dengan pelan.
"Haha..kau seperti orang lain saja...aku bahkan sampai terkejut",ucap Dafa senang.
Jarang sekali ada momen seperti ini untuk mereka berdua bisa saling manja.
"Kekasihku memang paling keren..." ,Anya berkata sembari cekikikan.
Yang digombali tersenyum senang,entah dari angin mana Anya memperlakukannya dengan begitu manis.
Dafa bahkan lupa dengan sedikit rasa cemburunya tadi.
"Apa kau baru sadar sekarang? bahwa kekasihmu ini bukan hanya tampan,tapi sanggaat tampan".
Anya tertawa mendengarnya,namun kemudian senyumnya kembali mereda saat mengingat kejadian tadi.
.
.
__ADS_1
#bersambung