
Sebuah mobil berwarna hitam masuk ke halaman rumah yang terbilang sangat megah.
Azam yang keluar dari mobil langsung disambut oleh seorang pria berkaca mata dengan kumis tebal dan rambut putihnya.
Dirinya langsung memberikan kunci beserta tas kerjanya kepada Pak Rus,seorang kepala pelayan yang sudah bekerja begitu lama di rumahnya.
Dirinya melangkahkan kaki dengan gontai memasuki rumah.
Terdengar tawa ceria dari Akins dan keluarganya dari arah ruang keluarga.
"Ayah...!",Akins berlari dengan kencangnya saat melihat ayahnya sudah pulang kerja.
"Tumben kamu pulang cepet",ucap Bu Risma.
Tidak biasanya anaknya sudah pulang,padahal baru pukul tujuh malam.
"Azam kan niatnya mau njemput anak-anak di toko ma...tapi ternyata mereka sudah di jemput mama.."
Sebenarnya ia sengaja memberikan pekerjaan kantornya kepada asistennya,ia sudah tidak sabar ingin bertemu Mawar dengan anak-anaknya.
Tapi saat ia menelfon Mawar,wanita itu berkata kalau anak-anaknya sudah pulang bersama omanya.
Bu Risma hanya mengangguk-angguk saja,ia paham betul semua itu pasti hanya dalih Azam saja.
Anaknya itu sangat terlihat jelas ingin menemui Mawar dengan menjadikan anak-anaknya sebagai sebuah alasan.
*L*ihat itu...wajahnya sekarang bahkan terlihat murung hihi...
Bu Risma sengaja membawa Akins dan Azka langsung pulang setelah ia berkunjung ke toko Mawar.
Satu hari tidak ada cucu-cucunya,rumah terasa sangat sepi,suaminya juga sedang berada di luar negeri,karena itu Bu Risma berinisiatif pergi ke toko Mawar.
Selain menjemput cucunya ,Bu Risma juga berniat memesan kue Mawar untuk langganan setiap ada acara keluarga.
Semua itu juga adaah cara agar ia bisa bertemu dengan gadis yang ia incar sebagai calon mantunya nanti.
Ia juga harus tahu lebih banyak tentang Mawar,bukankah lebih mengenal lebih baik? agar tidak salah berekspetasi?
"Akins pake baju siapa...?",Azam baru menyadari,anaknya memakai baju yang asing.
*B*aju itu juga terlihat sangat murah..
Azam mengerutkan dahinya,ia mengamati baju yang di pakai anaknya.
Itu sebuah setelan kaos berwarna hitam dan biru,dengan perpaduan gambar kartun bus yang sedang populer dikalangan anak saat ini.
"Ini dibelikan tante cantik tahu..!!",Akins mendengus kesal,ayahnya sepertinya tidak suka ia memakai baju kesayangannya itu.
Bu Risma menghela nafasnya,ia tahu cucunya sangat suka dengan baju itu.
__ADS_1
Akins bahkan tak mau ganti baju meskipun sudah mandi sore,ia sudah merayunya tapi cucunnya menangis meronta tidak mau memakai baju yang lain.
Berbeda dengan Azka,anak itu sudah bisa diajak bicara dan mudah untuk diatur,tidak seperti Akins yang masih susah.
"Padahal mama sudah membujuknya biar beli baju yang sama lagi...tapi dia tetap tidak mau melepaskannya.."
Azam bisa mengerti,Akins memang benar-benar sudah sangat menyukai Mawar.
"Mama jadi heran..padahal Akins kalau di rumah sangat pilih-pilih baju,pelayan bahkan sering bingung menghadapi Akins yang rewel setiap pagi...tapi waktu mama kesana cucu oma sudah pakai baju seperti itu.."
Bu Risma jadi teringat kejadian tadi pagi,saat dirinya melihat dengan tak percaya kalau cucunya mau memakai baju biasa seperti itu.
Padahal kalau mau datang ke toko Mawar,Akins dan Azka selalu meminta memakai baju yang paling bagus dan mereka meminta agar di dandani setampan mungkin.
"Akins suka semua yang tante cantik belikan...itu tandanya tante cantik suka sama Akins..! baju ini juga baju yang paling Akins suka..!",ia tidak terima omanya mengatakan bajunya dengan kata "*B*aju seperti itu"
"Ayah...!ayah..! Akins juga suka loh..pagi-pagi Akins bangun ada tante cantik yang meluk Akins ...Akins juga langsung mandi pagi... telus salapan sama tante cantik.."
Azam menengok kepada Azka,ia tak percaya Akins langsung mau mandi setelah bangun tidur.
Ia kenal anaknya,Akins paling susah jika disuruh mandi pagi !
Namun Azka mengangguk sebagai jawaban,"aku juga suka ayah..sarapan tante Mawar enak..",ucap Azka.
"Memang kalian sarapan apa..?"
"Nasi goleng sama telol mata sapi ayah..!",jawab Akins dengan semangat.
*H*anya itu..?
Tapi anak-anaknya berkata itu sarapan yang sangat enak?
Bahkan setiap hari mereka makan dari juru masak yang sudah jelas enak dan kualitas kesehatannya,namun mereka tak pernah memuji makanan itu sampai seperti ini.
"Wah..berarti tante cantik kalian sangat hebat ya..",ucap Bu Risma.
Akins dan Azka mengangguk dengan semangatnya.
"Tentu saja..!tante cantik paling hebat di dunia..!",ucap Akins.
"Kalau begitu ..kapan-kapan oma bakal ajak tante cantik kalian main kerumah deh.."
"Asyik...!! oma memang paling baik..!!"
Azam terkejut mendengar mamanya akan mengajak Mawar kerumahnya,membayangkannya saja ia sudah senang.
Mawar datang kerumah ku...
"Ekhem...kalau begitu ayah mau mandi dulu,kalian main sama oma dulu.."
__ADS_1
Setelah itu Azam pergi menaiki tangga menuju kamarnya.
Bu Risma menahan tawa melihat reaksi Azam,bahkan kuping anaknya itu memerah karena tersipu.
*A*h...sepertinya semua bakal lancar..
***
Mawar berguling ke kanan dan ke kiri diatas kasur yang di belikan oleh Azam.
*E*mpuk sekali...
Kasur di rumahnya bahkan tak seempuk ini,ia mengelus-elus kasur itu menikmati sensasi yang baru untuknya.
"Kak Azam baik sekali ya mba..",ucap Anya.
"Iya..mba juga nggak enak karena dia sudah banyak membantu mba.."
"Jangan-jangan dia suka lagi sama mba Mawar.."
Mendengar itu Mawar langsung duduk dan melempari Anya dengan bantal.
"Huss..jangan sembarangan kamu..mana mungkin orang seperti dia bisa suka sama mba...mba juga nggak ada pikiran sama sekali seperti itu.."
"Haha...kan mungkin mba..tapi benar juga si..kelihatanya kak Azam juga bukan orang sembarangan.."
"Itu kamu tahu...dunia kita juga sudah sangat berbeda..Azam baik cuma mau berterimakasih karena mba udah buat anaknya seneng"
Anya mengangguk setuju...kalau tidak ada anak-anak itu memang Azam jarang datang ke toko mereka.
"Oh iya..kamu udah mantap mau tinggal disini saja sama mba..?"
Anya berniat pindah dan tinggal di ruko bersama Mawar,ia akan meninggalkan kosnya.
Ia tak mau terpisah dengan mba'nya,apalagi harus tinggal bersebelahan dengan lelaki yang sudah ia benci karena telah menyakiti mba kesayangannya.
"Iya mba...aku bakal mindahin semua barang-barang aku ke ruko..mba nggak keberatan kan..?"
"Mana mungkin mba keberatan..kamu kan adik mba satu-satunya.."
Mereka berdua tertawa,berbaring di atas ranjang menikmati sensasi empuk yang baru pernah mereka rasakan sembari bercerita ria.
Rasanya sangat nyaman,bahkan lelah seakan langsung hilang jika berbaring di kasur itu.
Saat mereka sedang asyik mengobrol,suara pesan masuk dari hp Mawar berbunyi.
"Siapa mba..?"
Mawar diam beberapa saat,ia menatap mata Anya yang masih menatapnya dengan penasaran.
__ADS_1
"Mas Adi...dia bilang besok ingin bertemu mba di suatu tempat.."
"Apa..?!"