
Braakkk...!!
"Ma...mama...!!! ",Adi berteriak dengan kencangnya.
Lelaki itu mengobrak-abrik isi rumah dengan begitu bringasnya,Adi melempar meja,menendang kursi bahkan memecahkan figura yang berjejer rapi di dinding.
"Mas...! apa yang kamu lakuin..! kamu gila ya...!",teriak Rosi.
"Dimana mama...! katakan dimana mama!"
"Ada apa sih...?! kenapa kamu ngamuk kaya gini?"
"Diam kamu...! aku cuma mau tanya mama dimana..apa susahnya jawab sih ...! dasar istri nggak berguna",Adi mendorong Rosi hingga wanita itu memundurkan langkahnya.
Adi langsung masuk kedalam kamar mamanya dan mencari sesuatu disana.
Ranjang dan lemari Bu Winar terlihat sangat berantakan sekarang.
Rosi yang melihatnya hanya bisa ketakutan sembari menggigit jari-jarinya.
"Apa-apaan ini Adi...?!"
Bu Winar yang baru saja pulang sangat terkejut melihat rumah sangat berantakan dan sangat kacau.
Adi menatap mamanya dengan tatapan tajam,matanya sudah memerah bahkan rahangnya sudah terlihat jelas.
Bu Winar yang mendapati keanehan pada anak semata wayangnya itu merasa heran bercampur gelisah,pasalnya Adi tak pernah menatapnya dengan tatapan seperti itu.
Dicengkramnya kedua lengan mamanya dengan erat,tatapannya saat ini penuh dengan intimidasi.
"Ma...apa mama yang membuat Mawar tidak bisa hamil?",tanya lelaki itu dengan tekanan namun suaranya sedikit bergetar.
Bu Winar yang terkejut dengan pertanyaan anaknya itu diam mematung,air mukanya langsung berubah pias.
"Jawab Maah...!!"
"Da..darimana kamu tahu?",tanya Bu Winar gelagapan.
"Itu nggak penting ma...!! Adi cuma ingin kejujuran mama...apa mama yang melakukan semua ini?"
Bu Winar menunduk,ia sangat malu dan sangat merasa bersalah pada anaknya sekarang.
Melihat reaksi mamanya Adi melepaskan cengkramanya,tanpa dikatapun semua ini memang ulah mamanya.
"Kenapa...kenapa ma...kenapa mama lakuin semua ini sama Adi...! mama tahu kan Adi sangat mencintai Mawar...!"
__ADS_1
Lelaki itu sudah jatuh terduduk sembari menangis,hatinya sangat sakit saat mengetahui dengan pasti bahwa semua ini adalah ulah mamanya sendiri.
Mama yang sangat ia sayangi dan hormati adalah dalang dari semua kejadian buruk dalam rumah tangganya dengan Mawar.
"Katakan ini semua bohong ma...mama bukan orang yang tega lakuin itu.. "
"Ma..maafkan mama Adi...mama menyesal..." ,suara Bu Winar yang terdengar lirih itu bagai suara petir di siang bolong.
Adi memukul-mukul tembok dengan membabi buta,ruas tangan lelaki itu bahkan sudah berdarah sekarang.
"Adi..! jangan laukin itu nak...! maafkan mama...! maafkan mama...! ini semua salah mama...! ",Bu Winar menangis melihat anaknya yang sangat hancur itu,tapi dirinya tak bisa melakukan apa-apa lagi.
Adi sudah mengetahui perilaku buruknya dulu,dan sekarang anaknya sangat tersiksa karena ulahnya sendiri.
Alih-alih memilihkan istri idaman untuk anaknya malah Bu Winar membuat Adi menjadi paling menderita.
"Kenapa mama lakuin semua ini...apa salah Mawar sama mama..? dia bahkan nggak pernah ngeluh ataupun ngadu sama Adi selama mama menyiksanya...",tanya Adi lirih.
Bu Winar menelan ludahnya kasar,tenggorokannya berubah menjadi kering saat mendapat pertanyaan dari anaknya itu.
"Ma..mama cuma ingin kamu dapat istri yang sempurna nak...mama cuma ingin kamu bahagia..."
Adi tertawa mendengar jawaban mamanya itu.
Apa arti sempurna? bagaimana bisa mamanya mengatakan kata sempurna?
Tidak ada di dunia ini yang sempurna,tapi Adi juga tidak bisa menyangkal ucapan mamanya.
Dirinya juga sama brengseknya,menikahi Rosi karena tahu Mawar tidak sempurna dan mereka tidak bisa memiliki anak.
Siapa yang harus disalahkan dalam hal ini...? mamanya yang menginginkan menantu idaman..? atau dirinya sendiri yang menginginkan keluarga yang sempurna...?
Entahlah...tidak ada jawaban pasti untuk masalah kali ini.
Yang tersisa sekarang hanyalah rasa menyesal yang mendalam beserta rasa bersalah yang tak ada ujungnya.
"Apa ini yang mama maksud sempurna dan bahagia ..? apa sekarang mama bahagia?"
Bu Winar menggeleng,wanita paruh baya itu sekarang sudah menangis sekarang.
"Maafin mama nak...maafin mama..." hanya itu yang terdengar dari mulut Bu Winar disertai isakan tangis yang mulai mengeras,pilu.
Disisi lain Rosi mengepalkan tangannya,ia merasa sangat direndahkan,memangnya siapa yang suka suaminya membicarakan mantan istrinya?
"Kenapa...kenapa kalian berakting seakan kalian paling menderita disini..?! aku..aku juga menyesal dan sangat menderita...!! aku yang paling menderita! kalian yang membuatku menderita...!" teriak Rosi.
__ADS_1
Andai saja ia belum menikah,ia pasti sedang jalan-jalan bersama teman sebayanya,menikmati masa muda yang indah dan memiliki kekasih yang kaya raya.
Karena terpincut dengan Adi yang bergelar PNS di masa muda,dan percaya bahwa lelaki itu bisa membahagiakannya dengan kekayaannya,sekarang Rosi merasa sangat kecewa.
Adi suaminya sekarang tidak lagi bekerja sebagai guru,ia sudah dipecat secara tidak hormat karena ketahuan bermain api dengan rekan kerjanya.
"Harusnya kamu mikirin keluarga kita sekarang mas! bukannya mikir buat bahagiain anak sama istri kamu malah sibuk mikir Mawar...Mawar...Mawar!!! kamu bahkan selingkuh dari aku...!! dan apa? sekarang kamu udah kere dan nggak punya apa-apa!",teriak Rosi melampiaskan amarahnya.
"Itu semua karena kamu nggak becus ngurus aku! setiap pulang kamu nggak pernah masak...kamu juga jarang nyetrika baju-baju aku! kamu kira aku kerja buat apa? aku kerja juga buat kalian tapi kalian nggak pernah hargain aku...! aku capek! kalo bukan Vano aku juga udah ninggalin kamu!"
"Aku juga capek mas...! tiap hari jagain Vano! kamu kira aku nikah sama kamu buat jadiin babu! harusnya kamu juga ikut jagain dia,gantian sama aku! tiap hari kamu pulang malem terus ..kamu nggak pernah ngasih dia perhatian sebagai ayah...!!"
Selama ini Rosi sudah menahannya ia tetap diam saat Adi ketahuan selingkuh di belakangnya,fikirnya tak apa asal uang tetap mengalir.
Tapi saat suaminya itu dipecat,keuangan mereka semakin susah,apalagi kebutuhan anaknya sangatlah banyak.
Vano lahir berbeda dengan bayi lainnya,bayinya mengidap disabilitas dan tentu saja merawatnya harus sangat penuh perhatian.
Rosi yang masih muda tentu minim pengetahuan dan tidak bisa melakukan semuanya sendiri.
Ia juga butuh suami untuk berbagi keluh kesah dan mama mertua yang bisa membantunya dirumah,tapi nyatanya suaminya tak pernah perduli dengan anak dan dirinya,mama mertuanya juga sibuk kumpul sana-sini dengan temannya.
"Mending kita cerai saja...! aku juga nggak butuh lelaki kayak kamu lagi....!!"
Wanita itu masuk kedalam kamar,menggendong anaknya serta membawa tas miliknya.
Tas itu sudah terisi penuh...sepertinya Rosi sudah mempersiapkan semuanya dari awal.
Bu Winar hanya bisa menangis terduduk diatas lantai,ia tak bisa mencegah Rosi pergi.
Wanita mana yang mau diselingkuhi dan diabaikan,anaknya juga tidak bisa bahagia dengan Rosi wanita yang dipilihnya.
Saat ini keadaan keluarganya sudah hancur dan yang menyebabkan semua itu adalah dirinya sendiri.
Bu Winar sangat menyesal,ia menyesal telah membuang Mawar yang tulus menyayangi keluarga mereka gara-gara mempertimbangkan bibit bebet bobot.
Dan sekarang lihatlah,anaknya yang sudah kehilangan semuanya dan dirinya yang hanya bisa meratapi penyesalan.
.
...Hai-hai para pembaca tersaaayaaang😚😚😚...
...Terimakasih masih pantengin novel author☺..untuk bab selanjutnya masih ada tentang kisah Dafa dan juga Anya,jadi tunggu aja kelanjutannya ya...😆😆...
...Aku sayang kalian....🤗🤗...
__ADS_1