
Sudah tiga hari ini Mawar belum bertemu dengan Charlie, di samping kesibukannya mawar juga merasa kalau Charlie terlihat menjauhinya.
Entah apa yang lelaki itu fikirkan,Mawar sudah mecoba menghubunginya tapi Charle selalu berkata sibuk.
"Apa dia marah karena aku telat mengabarinya?"
Tapi itu tidak mungkin,Charle tidak akan marah karena hal seperti itu.
Ibarat kata,lelaki itu akan memaafkannya meskipun ia berbuat salah.
Mawar mencoba menelfon lelaki itu,tapi tetap saja hasilnya sama...tersambung tapi tidak terangkat.
"Sudahlah...aku akan pergi sendiri saja..."
Niat hati ingin meminta Charle untuk menemaninya pergi bersama kesebuah mall untuk berbelanja,tapi lelaki itu bahkan tak mengangkat telfonnya lagi.
Sebenarnya Mawar juga tak enak hati menelfon terus menerus,tapi kakek Abbas ingin melihat foto dirinya bersama Charle,mungkin kakek Abbas masih ragu dengan mereka berdua.
Yah...selama ini memang Mawar kerap dingin kepada Charle,tapi harusnya kakek Abbaa juga harus tahu situasinya.
Hati seseorang tidak bisa langsung berubah begitu saja.
Tapi mungkin karena kepribadian kakek Abbas yang memang sangat keras dan dispilin,menuntut semua yang ada disekitarnya harus sempurnya sesuai keinginannnya.
Untuk terakhir kalinya Mawar mengetikan sesuatu disana,dirinya kini sedang mengirim pesan kepada Charle bahwa dirinya akan pergi ke mall untuk berbelanja.
Barangkali Charle memiliki sedikit waktu untuknya,dan bisa bekerja sama dengannya demi kakek Abbas.
Mawar segera memakai mobil yang sudah disediakan Charle untuknya.
Dirinya sengaja tak memakai jasa supir dan lebih memilih menyetir sendiri,karena mungkin sesi belanjanya akan sedikit lama.
Mawar akan sedikit bersantai dan menjernihkan fikirannya dengan belanja,ia akan melakukan apapun di mall nanti,belanja dan makan yang banyak.
Dia susah sangat rindu dengan makanan indonesia seperti jajanan yang sedang firal tiap tahunnya.
...
Mawar turun dari mobilnya setelah berhasil memakirkan mobiknya dengan sempurna.
Dirinya langsung keluar dan berjalan menuju pintu yang tak jauh dari dirinya.
Namun tiba-tiba tubuhnya terhuyung saat merasa ada seseorang yang menabraknya dari arah belakang.
"Aww....!",pekiknya saat merasa sakit di kakinya.
__ADS_1
"Ma..maafkan saya...",ucap pria itu sambil menunduk.
Mawar berdehem dan mencoba menutupi rasa sakit di kakinya.
"Ada apa...?",tiba-tiba datang seorang dari arah belakang.
Mawar terkejut saat melihat siapa yang bicara tadi,kemudian pandangannya beralih pada laki-laki yang masih membungkuk minta maaf padanya sembari memungut barang-barangnya yang berjatuhan.
Kedua orang itu juga sama terkejutnya dengan dirinya,Mata Adi bahkan tidak berkedip sedikitpun saat melihat dirinya disana.
"Ka..kamu Mawar...? kamu benar-benar Mawar kan?!",tanyanya antusias.
Mawar melangkahkan kakinya kebelakang saat merasa Adi mulai mendekat kearahnya.
Tapi pergerakannya terbatas karena merasakan sakit yang teramat pada pergelangan kaki kanannya.
Lengannya tanpa bisa dihindari sudah berada pada genggaman Adi.
"Lepaskan aku!",ucapnya sembari menarik tanannya dengan keras.
"Ma...maafkan mas...mas hanya rindu padamu",ucapnya sembari tersenyum.
Mawar mengerutkan keningnya saat mendengar itu,rasanya sungguh risih sekali.
Dari jarak yang sedekat ini ...Mawar bisa melihat betapa kurusnya Adi,mata lelaki itu terlihat hitam dipinggirannya,bahkan banyak rambut halus yang mulai bermunculan disekitar wajahnya,sepertinya Adi jarang merawat diri.
Rosi sangat merasa terkejut saat melihat Mawar secara langsung,dirinya tak menyangka Mawar akan sangat berubah seperti itu.
Wanita itu terlihat sangat cantik dan anggun,tatapan mata yang tegas serta pakaian yang dikenakannya juga bermerek.
Mawar sangat berbeda dengan dulu,sekarang wanita itu terlihat jauh lebih berkarisma dan sangat kayq,dan Rosi tidak suka itu!
Harusnya dirinya juga bisa begitu,hidup dengan enak dikelilingi uang,memakai mobil mewah ,perhiasan dan barang-barang mewah lainnya.
Tapi apa yang di dapatkannya sekarang? hidupnya biasa saja dan pas-pasan,mobilpun hanya punya satu milik suaminya yang tidak sebanding dengan mobil milik Mawar.
Dirinya yang sudah tidak punya usaha malah kini hanya berharap dati gaji suaminya,tapi mas Adi sangat perhitungan sekarang.
Katanya untuk tabungan lahiran lah...baju anak dan juga pendidikan anaknya nanti.
Karena sedang hamil juga Rosi jadi tidak bisa berfoya-foya seperti teman yang lain.
Tidak seperti Mawar yang terlihat sangat kaya,merek baju dan tasnya saja merek dunia yang sangat mahal!
Mawar langsung berbalik dan hendak melanjutkan langkahnya,namun kakinya yang sangat sakit itu tak bisa ia tahan lagi.
__ADS_1
Dirinya benar-benar merasakan nyeri di pergelangan kakinya saat ini,tapi ia harus memaksa berjalan.
Mawar tidak mau terlalu lama dengan kedua manusia itu,dirinya juga ogah jika harus meminta bantuan mereka,lebih baik merasa sakit daripada meminta bantuannya.
"Biar aku bantu...",tiba-tiba seseorang menggendongnya membuat Mawar berteriak terkejut.
Karena saking terkejutnya Mawar bahkan hampir memukul orang itu karena ia kira itu adalah Adi.
"Da..Dafa...?!",mata Mawar melotot saat melihat Dafa tengah tersenyum kepadanya.
Padahal ia tak melihat lelaki itu sedari tadi,tapi kenapa Dafa bisa ada disana?
Sejak kapan dia datang...?!
Dafa hanya tersenyum sembari terus berjalan menggendong Mawar ala bridal style.
"Tunggu...!!",teriak Adi saat melihat Mawar digendong oleh dokter yang ia temui dulu.
"Mawar...aku ingin bicara dengannya"
Dafa melihat Mawar yang masih ada dalam gendongannya,namun Mawar langsung menggeleng tak menyetujui hal itu.
"A..aku hanya ingin minta maaf...maafkan mas Mawar..mas telah sangat bersalah kepadamu...jadi bisakah kita bicara berdua ? karena banyak yang ingin mas katakan kepadamu...",katanya lirih.
Mawar meremas dan menarik baju milik Dafa,dirinya sungguh tak ingin mendengar apapun dari pria itu.
"Maaf...tapi kau lihat sendiri,dia tidak mau...kalau begitu saya pamit dulu...",ucap Dafa masih sopan kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan Adi yang mematung dengan tatapan yang malang.
Disisi lain Rosi menggigit bibirnya geram melihat suaminya seperti itu,Adi terlihat masih perduli dengan wanita itu meskipun ia sedang hamil besar seperti ini.
...
"Terimakasih...",ucap Mawar setelah ia duduk disalah satu kursi yang ada di dalam mall itu.
"Kenapa kau tidak mengabariku kalau kamu sudah kembali",Dafa berjongkok sembari mengecek kaki Mawar.
Mungkin karena dia dokter,dia bahkan bisa langsung tahu kalau kakinya sedang sakit saat ini.
"Maafkan aku.." ucap Mawar dengan suara yang sangat lirih,ia menunduk sangat dalam karena malu kepada Dafa.
Pria itu sudah banyak membantunya,tapi saat dirinya pergi ia bahkan tidak mengatakan apapun pada pria itu..
Terdengar suara helaan nafas dari Dafa,kemudian lelaki itu mengoleskan salep dingin Mawar secara lembut dan pelan.
"Sudahlah...yang terpenting sekarang kau sudah kembali..aku hampir gila karena Azam,dia seperti tidak waras saat kau pergi...aku tidak tahu apa yang terjadi pada kalian tapi aku harap kalian bisa kembali bersama lagi...dia sangat mencintaimu Mawar..."
__ADS_1
Mawar diam tak berani membuka suara,karenadirinya dan Azam benar-benar sudah selesai sekarang.