
Mawar termenung duduk ditokonya,sekarang ini ia sedang ada di lantai dua.
Sudah beberapa hari sejak kepulangan Mas Adi dari Jogja,selama itu juga ia sudah membulatkan tekad akan menjaga jarak dari suaminya.
Namun nyatanya malah Mas Adi yang menjauh sendiri,suaminya itu sering pulang malam dan tidak pernah meminta lagi jatah darinya.
Ia juga sudah mencari bukti tapi tidak mendapatkan apapun.
"Apa aku salah kira ya..",mungkinkah selama ini ia salah faham?
*A*ku juga sudah keterlaluan karena menolak suamiku sendiri...
Padahal besok adalah anniversary mereka,tapi hubungan dengan suaminya itu malah jadi renggang.
"Baiklah..kau harus semangat Mawar..ayo kita dekorasi ruangan ini.."
Ia sudah mempersiapkan semuanya,bahan untuk dekor juga sudah tersedia,hanya tinggal menatanya saja.
Mawar menata lantai dua itu dengan tema yang sangat romantis,disana sudah tersedia meja makan yang sudah ia sewa.
Banyak bunga yang terpasang di setiap sudutnya,kalau dilihat ruangan itu sungguh sangat berbeda dengan sebelumnya.
"Huh..ternyata aku punya bakat mendekor hihi.."
Kerjanya tidak mengecewakan juga,besok hanya tinggal menata kue,makanan dan juga lilin.
Besok rencananya ia akan memeberi kejutan untuk suaminya ,Mawar akan membawa suaminya ke toko rotinya dan mengajaknya ke lantai dua ini.
Pasti Mas Adi akan senang..
Aku juga akan meminta maaf karena telah berfikir buruk...
Setelah semuanya selesai Mawar segera turun ke lantai satu dan menemani Anya.
Anak itu terlihat pucat dan kurang baik,Mawar akan membawanya ke rumah sakit besok.
***
Pagi ini Mawar terlihat sangat semangat,ia sudah memberitahu Mas Adi tadi sebelum berangkat kerja bahwa ia ingin mengajak suaminya ke suatu tempat.
San ternyata Mas Adi langsung mengiyakan,hari ini adalah hari Anniversary mereka.
Meskipun Mas Adi diam saja dan tak mengucapkan apapun pagi ini,namun Mawar percaya pasti Mas Adi juga sudah mempersiapkan sesuatu untuknya.
Setiap tahun sebelumnya juga begitu,Mas Adi selalu berakting cuek dan malamnya akan memberinya kejuta.n
*H*ehe sangat lucu...
"Tapi ngomong-ngomong kenapa Anya belum keluar rumah juga?"
Mawar melihat jam di tangannya,tidak biasanya anak itu telat.
Mawar membuka pintu rumah Anya dan langsung masuk saja.
__ADS_1
Sudah beberapa menit ia menunggu Anya ,namun anak itu tak kunjung keluar rumah juga.
"Anya..?",Mawar terkejut saat melihat Anya terbaring di atas ranjang dengan badan yang sangat pucat,tubuhnya juga terlihat sangat menggigil.
"Astaga Anya..kenapa kamu sudah parah seperti ini..?!"
Rencananya memang ia akan membawa Anya ke rumah sakit,tapi ia tak menyangka demam Anya sudah separah itu.
Dengan cepat Mawar memesan taksi online,setelah beberapa menit ia menunggu akhirnya taksi itu datang juga.
Ia meminta bantuan kepada sang supir untuk membantunya menggendong Anya.
Sepanjang perjalanan Mawar memeluk Anya yang terus merancau tidak jelas,anak itu juga sudah banyak mengeluarkan keringat namun badanya sangat dingin.
Setelah sampai disana Anya langsung di bawa ke ruang rawat,sesuai dengan penjelasan dokter ia akan di rawat selama beberapa hari disini.
"Terimakasih dok..",ucapnya setelah pemeriksaan itu selesai.
Kini hanya ada dirinya dan Anya di ruangan itu
Mawar duduk di tepi ranjang sembari melihat Anya yang sudah terlelap tidur itu.
Ia mengelus tangan Anya dengan sayang" Maafin mba ya..pasti kamu kecapean.."
Semua karena salahnya,karena terlalu galau dan memikirkan suaminya, Mawar jadi sering meninggalkan pekerjaan tokonya dan memberikan semua tugas kepada Anya.
Meskipun ia tahu Anya pasti tidak akan menyalahkannya,anak itu selalu menurut dengan apa yang di perintahkan.
Sepanjang perjalanan melewati lorong rumah sakit Mawar melihat-lihat keadaan sekeliling,barangkali ia menemukan Dafa.
Nanti ia akan menghubungi Dafa dan memeberitahu bahwa Anya sedang di rawat disini,mereka kan sudah menjadi teman dekat.
Namun langkahnya tiba-tiba berhenti saat melihat sosok lelaki yang ia kenal sedang berdiri di depan ruangan.
Jaraknya cukup dekat,hanya dibatasi taman saja.
"Itu kan Mas Adi...kenapa Mas Adi ada disini?",Mawar melangkahkan kakinya hendak menyebrangi taman dan menghampiri suaminya itu.
Apa Mas Adi sakit..?
Langkahnya semakin lebar memikirkan jika sesuatu terjadi dengan suaminya.
Namun Mawar langsung berhenti saat tiba-tiba keluar seorang wanita dari ruangan tersebut.
Dilihatnya wanita itu langsung memeluk suaminya dengan senyuman dan tanpa di duga Mas Adi juga membalas pelukannya.
Dengan cepat Mawa berbalik dan menyembunyikan diri di balik pohon.
Ia menutup mulutnya dengan nafas yang tak beraturan.
Matanya sudah merah karena menangis,Mawar terkulai karena merasa lemas.
Beberapa menit ia berada dalam keadaan seperti itu,menahan suara tangisannya dengan menutupinya dengan tangan.
__ADS_1
Mawar mengintip dari balik pohon itu,ia melihat suaminya masih ada di sana,tertawa senang sembari menciumi wajah wanita itu.
"Mas...",ucapnya lirih,hatinya sangat sakit,seperti dicabik-cabik dengan sebuah pisau dan diberi garam,sangat perih.
Setelah itu suaminya pergi bergandengan tangan dengan wanita itu.
Mawar mencoba mendekat ke arah ruangan yang tadi di hampiri suaminya,dilihatnya nama yang terpampang di atas pintu.
"Poli kandungan..."
Tubuhnya bergetar,kakinya bahkan tak bisa menopang tubuhnya yang sudah terkulai itu.
Para perawat yang lewat langsung menghampirinya.
"Sa..saya tidak apa-apa ",ucapnya sembari mencoba berdiri.
Banyak mata yang melihatnya dengan aneh,namun Mawar tak memperdulikannya,ia langsung lari keluar dari rumah sakit
Mawar langsung memesan taksi dan ingin pergi saja.
Sepanjang perjalan ia tak berhenti menangis sembari menutup wajahnya.
Sang sopir juga diam saja tanpa banyak bertanya,sepertinya supir taksi itu juga merasa tak nyaman.
Setelah sampai di toko ratinya Mawar langsung membuka gemboknya dan langsung berlari ke lantai dua.
Disana ia membuang semua dekorasi di atas meja,membuang bunga yang sudah tertawa rapi sembarang arah.
"Argghh...!!! mas...!!!",Mawar menangis meraung dengan kerasnya.
Ia memukuli dadanya yang terasa sesak,tangisannya sudah pecah.
Mawar sudah terkulai lemas di atas lantai dan menangis sejadi-jadinya.
Ia tak bodoh..!
Tanpa bertanyapun ia tahu,suaminya telah selingkuh!
Dan apa..? sepertinya selingkuhannya juga sedang hamil,hamil anak Mas Adi...
"*M*as akan usahain cari uang biar kita bisa adopsi anak,pelan-pelan saja nggak usah buru-buru"
"Iya kita usaha bersama ya sayang"
"*S*ekarang mas udah punya uang banyak,mas udah bisa bahagiain kamu..kamu nggak usah kerja lagi,mas bakal berusaha biar apa yang kamu mau tercapai..."
Semua kata-kata Mas Adi dulu langsung teringat di kepalanya,ucapan-ucapan manis dan sayang dari suaminya membuat hatinya tambah sakit.
"Kamu bohong mas...kamu pembohong...!!!"
Mawar menangis begitu lama dalam kesendirian,disana ia menumpahkan segala rasa sakitnya karena telah dikhianati oleh orang yang paling ia sayangi dan cintai.
*K*enapa takdir selalu jahat padaku..kenapa takdirku selalu di buat bercanda seperti ini...
__ADS_1