
"Kan sudah Mawar bilang kakek tidak usah banyak bergerak",ucapnya sembari memijit kaki kakek Abbas diatas sofa.
"Maafkan kakek...kakek juga bosan kalau diam dirumah saja"
Kakek Abbas berkata dengan ngeyel khas orang tua,dirinya tidak mau disalahkan meskipun sebenarnya memang salah.
Karena usianya yang semakin bertambah membuatnya semakin cepat lelah juga.
Meskipun berkata seperti itu,tapi Mawar tetap memijat dengan sepenuh hati.
"Sudah kau berangkat kerja saja,kakek tidak apa-apa dirumah,lagipula Anya juga ada disini"
"Aku akan berangkat nanti,setelah kaki kakek merasa baikan"
Kakek Abbas tersenyum mendengarnya,Mawar selalu saja begitu,wanita itu selalu perhatian dan menjaganya dengan baik.
Sudah delapan bulan lamanya kakek Abbas hidup dengan Mawar dan Anya,selama itu juga beliau rehat dari memimpin perusahaannya.
Kakek Abbas adalah pemilik perusahaan di Amerika yang Mawar pegang sekarang.
Sekarang ini Mawarlah yang dijadikan sebagai penggantinya memimpin perusahaan.
Mawar menjadi CEO wanita termuda di Amerika menggantikan posisi kakek Abbas yang sudah sering merasa lelah.
Semuanya berawal dari kejadian beberapa bulan yang lalu.
Perusahaan yang Mawar lamar ternyata milik kakek Abbas.Karena kecerdasan yang ia miliki dan juga karena kakek Abbas sudah mengenalnya...tidak lama setelah Mawar bekerja dirinya langsung diangkat menjadi pemimpin perusahaan oleh kakek Abbas sendiri,tentunya juga dengan kesepakatan para pemegang saham lainnya.
Melihat kinerja Mawar yang memang sangat mulus dan bagus membuat mereka sangat percaya dan menghormati Mawar.
Meskipun usianya masih muda tapi kemampuan Mawar dalam menjalankan perusahaan tidak bisa dianggap enteng.
Karena Mawar juga perusahaan milik kakek Abbas semakin maju dari bulan ke bulan.
Saat tahu Mawar adalah wanita yang melamar pekerjaan lewat jalur rekomendasi karena dulu pernah dapat beasiswa dari perusahannya,kakek Abbas merasa sangat senang.
Beliau langsung mengutus Rio sang kaki tangannya untuk menjemput Mawar di Indonesia dan membawanya untuk tinggal bersamanya.
"Kakek juga mengantuk karena sudah meminum obat tadi,kakek akan tidur disini,kamu berangkat saja ke kantor...bukankah nanti ada rapat?"
Mawar melihat jam yang terpasang di pergelangan tangannya,memang dirinya masih punya waktu beberapa menit lagi,tapi ia juga harus bersiap diri untuk rapat nanti.
__ADS_1
"Apa benar kakek tidak apa-apa?",tanyanya lagi.
Mawar tidak tega meninggalkan kakek Abbas,meskipun mereka tidak punya hubungan darah tapi Mawar sudah menganggap kakek Abbas sebagai kakek kandungnya sendiri.
"Kakek hanya mengantuk,kau tenang saja"
"Baiklah...jaga diri kakek baik-baik,jangan banyak bergerak dulu,nanti Anya akan masak buat kakek jadi jangan sampai telat makan",ucap Mawar dengan cerewetnya.
Kakek Abbas mengangguk pasti,beliau sangat suka saat Mawar mulai cerewet karena mengkhawatirkannya.
Mawar sudah seperti ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya agar tidak main sembarangan dan makan tepat waktu.
"Kalau begitu Mawar pamit dulu kek,ingat istirahat yang banyak"Kakek Abbas mengangguk lagi.
Mawar mencium punggung tangan kakek Abbas sebagai tanda minta restu doa orang tua sebelum pergi.
Meskipun sekarang mereka tinggal di Amerika tapi Mawar masih tetap melakukan adat Jawa karena memang sudah sangat mengakar di kepribadiannya.
Mawar pergi dengan mengendarai mobil mahalnya yang berwarna hitam pekat menuju kantor.
Dirinya sekarang ini sudah bisa mengendarai mobil berkat mengikuti les mengemudi,semua itu juga karena keinginan kakek Abbas,beliau mendorongnya untuk belajar mengemudi.
Meskipun sebenarnya sudah ada supir pribadi,tapi Mawar memilih untuk membawanya sendiri,dirinya lebih nyaman pergi kemana-mana sendiri.
Mobilnya berhenti di depan sebuah perusahaan yang terlihat menjulang tinggi itu.
Para penjaga pintu terlihat langsung berlari kearahnya memberi hormat dan meminta kunci untuk memakirkan mobilnya.
Sepanjang perjalanan menuju ruangan miliknya,para pegawai yang bertemu langsung memberikan hormat.
Mawar menaiki lift pribadi milik CEO bersama satu sekretarisnya yang sudah menunggunya didepan lift sedari tadi.
Dirinya langsung disambut oleh Rio setelah sampai di lantai paling atas,Rio memberi salam hormat seperti biasa kemudian mulai berjalan dibelakang Mawar dan mulai menjelaskan serentetan jadwal untuk hari ini.
Sekarang Rio adalah asisten pribadi Mawar,ia ditunjuk langsung oleh kakek Abbas untuk mendampingi Mawar.
Mawar sangat merasa senang dengan adanya Rio,dirinya sangat terbantu dengan adanya lelaki itu,sifat Rio yang ulet,rajin dan juga perfectsionis membuat segala hal yang ada disekitar Mawar selalu berjalan lancar sesuai kehendaknya.
"Jadwal meeting pertama akan dilakukan dua jam lagi nyonya",ucapnya sopan sembari meletakan map diatas meja.
Mawar membolak-balikan map yang tadi Rio berikan sembari mendengarkan penjelasan asistennya.
__ADS_1
"Jam satu nanti ada pertemuan dengan Charles Corporation dan jam tujuh malam ada undangan dari Bella Corp"
Gerakan Mawar terhenti saat mendengarkan penjelasan Rio,dirinya menatap asistennya seperti minta penjelasan ulang.
Rio mengangguk pasti,ia sangat tahu apa yang Mawar inginkan,dirinya menjelaskan lagi untuk yang kedua kalinya.
"Jam satu ada pertemuan dengan Charles Corp"
Setelah mendengarnya dengan jelas untuk yang kedua kalinya Mawar menghela nafas beratnya.
Dirinya menyenderkan badannya sembari memijit keningnya,belum apa-apa ia sudah merasa pusing.
"Apa perlu saya batalkan nyonya?",tanya Rio,ia tahu atasannya merasa tidak nyaman sekarang.
"Tidak perlu,lakukan saja sesuai jadwal...pertemuan kali ini juga sangat penting,kau boleh keluar",ucapnya.
Setelahnya Rio memberi hormat dan beranjak keluar dari ruangan milik Mawar,ruangan lelaki itu berada didepan ruangan Mawar,jadi jika Mawar memanggilnya dia bisa langsung datang.
"Haaa...benar-benar hari yang buruk",ucap Mawar lirih.
Dirinya berjalan mendekat kearah dinding kaca yang sangat besar,disana dirinya bisa melihat pemandangan kota New York dengan jelas.
Setiap kali ia merasa lelah dan pusing,Mawar akan melakukan itu,melihat pemandangan bisa membuat fikirannya merasa rileks.
Lama dirinya melakukan hal itu,merenungi kejadian-kejadian yang telah terjadi beberapa bulan yang lalu.
Charles Corp sendiri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang hiburan dan media,sudah lama semenjak sebelum dirinya bekerja disini perusahaan kakek Abbas dan charle sudah bekerja sama,keduanya saling menguntungkan sampai sekarang.
Tapi Mawar tidak suka dengan Charle,lelaki bule yang selalu mengejarnya dan memintanya untuk menjadi kekasih secara terang-terangan.
Mungkin semua karyawan tahu hal itu karena Charle sering memperlihatkan ketertarikannya dengan Mawar.
Tapi Mawar tidak ingin menjalin hubungan lagi,hatinya seperti sudah beku dan hampa,tidak ada rasa ketertarikan dengan lawan jenis apalagi untuk menjalin hubungan lagi.
Sejak Azam mengkhianatinya,hatinya yang sekarang seperti sudah mati,sepertinya sekarang dirinya tidak bisa mencintai orang lain lagi.
Lagi-lagi Mawar menghembuskan nafas beratnya.
Azam...
Entah apa yang dilakukan lelaki itu sekarang,mungkin dirinya sudah menikah dengan mantan istrinya lagi dan memiliki keluarga yang sempurna.
__ADS_1
Tapi Mawar sudah tidak perduli juga jika itu terjadi,rasa yang dulu pernah ada untuk lelaki itu kini sudah hilang sepenuhnya sejak dirinya menginjakan kaki di Amerika.