
Mawar melipat satu persatu box kue dengan lihai di tangannya.
Box dengan warna coklat dengan desain berwarna emas diatasnya terlihat indah saat tangannya selesai melipat dengan sempurna.
Malam ini Mawar dan Anya sedang begadang mempersiapkan box tempat kue untuk pesanan besok.
Ia menerima sekitar dua ratus box roti untuk acara disalah satu keluarga.
Semenjak beberapa hari ia mendapat pesanan dari Bu Risma,kini dirinya kembali menerima pesanan dari orang yang rumahnya masih satu komplek dengan Bu Risma.
Beliau memesan kue di tokonya setelah merasa puas saat mencobanya,beliau adalah salah satu teman Bu Risma yang ikut acara arisan yang diselenggarakan Bu Risma tempo hari.
Besok pagi-pagi ia harus mengantarkan kue itu kealamat yang telah di berikan.
Maka dari itu malam ini Mawar dan Anya sedang lembur membungkus semua pesanan tersebut.
"Kayaknya mba harus rekrut pekerja lagi deh mba,toko kita juga udah rame banget",usul Anya dengan tangan yang masih melipat box roti.
"Iya...mba juga udah kepikiran,besok kita pajang pengumuman di depan toko,mba butuh dua orang pegawai baru.."
"Dua mba?",bukanya satu sudah cukup? pikirnya.
"Iya dua...satu buat didapur,yang satunya kalo bisa laki-laki buat kurir pengantar"
Karena repot juga jika dirinya selalu pergi meninggalkan toko,padahal tokonya sudah ramai sekali.
"Bener juga mba...aku nggak nyangka kalo bisnis kita akan semaju ini"
Anya tak pernah berharap jauh terhadap sesuatu,ia tak menyangka toko roti mba'nya yang tak seberapa besar itu sudah ramai pengunjung.
Memang kalau dibanding dengan toko roti lainnya,harga disini cenderung lebih murah dengan kualitas dan rasa yang bisa bersaing.
Mba'nya itu sangat pintar dalam mengelola semuanya,dari harga,desain toko bahkan keuangan semuanya dilakukan oleh mba'nya.
Dirinya hanya membantu dengan sedikit keahliannya membuat kue,kalau resep tentu saja asli dari Mawar.
Sebagai perempuan bahkan Anya sering terpesona dengan apa yang dimiliki mba Mawarnya.
Mba'nya seperti orang yang sangat sempurna,baik secara fisik,hati maupun keahlian.
Mba'nya benar-benar bisa melakukan semuanya dengan baik,jarang sekali ia menemukan wanita seperti mba'nya di dunia ini.
Bukan hanya parasnya yang cantik,mba'nya juga memiliki kecerdasan yang luar biasa,menurutnya kekurangannya hanya satu,yaitu terlalu baik hati.
Kalau dibandingkan dengannya,dirinya bahkan tidak ada apa-apanya.
Kalau mengingat mba'nya yang dengan mudahnya memafkan keluarga mantan suaminya itu dengan mudah,membuat darahnya seolah mendidih lagi.
__ADS_1
Bahkan dirinya sangat ingin melaporkan Bu Winar dan Kak Adi kepenjara,tapi ia tahan karena masih memikirkan perasaan mba'nya,ia akan menghargai semua keputusan mba'nya selagi tidak merugikan.
"Anya...bisnis mba kan sudah maju seperti ini,kamu mau kan melanjutkan sekolah?"
Anya menghentikan pergerakan tangannya,ia menatap mba'nya yang sedang menatapnya sembari tersenyum.
"Ta..tapi mba..",meskipun ia sangat mau,tapi ia merasa tak tega dengan mba'nya.
Mba Mawar sudah memberikan banyak hal untuknya,bahkan ia bisa merasakan kehidupan yang bahagia seperti sekarang ini juga dari mba'nya.
"Ini satu-satunya keinginan mba buat kamu,jadi mba mohon kamu jangan nolak ya.."
Anya menghambur kepelukan Mawar,ia menangis karena merasa terharu,tak pernah terbesit sedikitpun dalam angannya kalau ia akan bisa melanjutkan sekolah lagi.
Karena hidupnya selama ini saja sudah serba kekurangan dalam hal ekonomi.
Mawar benar-benar ia anggap sebagai malaikat karena telah menariknya dari kehidupannya yang sangat sengsara.
***
Pagi ini Mawar sudah berpakaian rapi seperti biasanya,memakai seragam khas toko rotinya dengan menguncir kuda rambutnya.
Sekarang ini ia sedang menunggu taksi online yang sudah ia pesan,box-box yang sudah ia siapkan sudah berjejer rapi di depan tokonya.
Namun tiba-tiba datang sebuah mobil yang sangat dikenalnya behenti tepat didepannya.
"Kau mau pergi kemana?",tanyanya tiba-tiba.
"Aku mau mengantar kue pesanan...apa kau ada perlu?"
"Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu,tapi sepertinya ini bukan waktu yang pas...aku akan mengantarmu"
"Tidak perlu..",jawabnya cepat,Mawar tahu lelaki itu adalah orang yang sibuk
"Kau pasti sangat sibuk,aku tak mau merepotkanmu",jelasnya lagi,agar Azam tak salah sangka.
"Tidak apa-apa,hari ini aku memang berniat bertemu denganmu karena suatu hal..."
"Tapi....mobilnya sudah datang",tunjuknya.
Meskipun ia tak ingin menolak ajakan Azam,tapi taksi online pesanannya sudah datang.
Dilihatnya lelaki itu langsung menghampiri sang supir taksi,entah apa yang ia bicarakan tapi kelihatan sekali kalau Azam memberikannya beberapa lembar uang.
"Apa yang kau lakukan?"tanya Mawar saat Azam mendekat lagi kepadanya.
Taksi yang ia pesan tadi juga langsung tancap gas meninggalkannya.
__ADS_1
"Apalagi...? ayo cepat aku akan mengantarmu",ucapnya dengan tersenyum senang.
Mau tak mau Mawar menurut,mereka memasukan box kue itu kedalam mobil Azam dan langsung berangkat ke alamat tujuan.
Sepanjang perjalanan Mawar hanya diam saja,ia bahkan tak melirik lelaki itu sedikitpun.
Membuat Azam merasa kesal sendiri karena Mawar mengabaikannya.
Sampai akhirnya mereka sampai ke alamat yang dituju karena Azam memang dari daerah sana,ia tahu betul alamat itu tanpa mencarinya terlalu lama.
Setelah diizinkan masuk oleh sang supir ,Mobil Azam mulai memasuki halaman rumah tersebut,Mawar mengamati halaman rumah itu.
Kalau dilihat-lihat rumah disini memang mewah-mewah,tapi tidak seluas dan semewah halaman rumah Azam.
Setelah turun segera Mawar memencet tombol bel,namun sudah berkali-kali ia memencet tidak ada yang keluar dari rumah itu.
"Apa benar ini rumahnya?",tanya Azam yang ada di belakangnya.
"Bener kok,kata satpam juga bener...tapi kok nggak ada yang keluar ya"
"Jangan-jangan orangnya nggak ada dirumah"
"Kalo gitu mana mungkin satpamnya ngizinin kita masuk?"
*C*eklek...
Saat mereka tengah mengira-ngira,tiba-tiba pintu itu langsung terbuka.
Mawar mematung melihat seorang yang ada di depannya
Lelaki itu masih menguap dan mengucek-ucek matanya,sepertinya ia baru bangun tidur.
"Siapa..?",tanyanya dengan suara yang parau.
Sepertinya lelaki itu belum ngeh kalau didepannya ada wanita yang ia kenal.
"Sa..saya dari toko roti,kami kesini mengantar pesanan",jawabnya.
Mendengar Mawar berbicara,lelaki itu langsung sadarkan diri,kantuknya yang masih tersisa kini langsung hilang saat mendengar suara Mawar.
"Mawar..?!",ucapnya dengan nada terkejut
Wajahnya langsung tersenyum lebar saat melihat wanita yang pernah ia cintai ada di depannya
"Hai Adnan...",ucapnya semabari meringis canggung.
Azam melihat tak suka saat lelaki itu melihat Mawar dengan tatapan ketertarikan seperti itu.
__ADS_1
*S*iapa dia..?