Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S2 Pertahanan Diri


__ADS_3

Mawar merasa sangat pusing saat sudah membuka mata,dirinya yang belum sepenuhnya sadar diam melihat sekeliling.


Aku ada dimana...?


Ruangan itu terlihat gelap dan minim pencahayaan,Mawar memegang kepalanya yang masih terasa berdenyut itu.


Dirinya mencoba berdiri untuk mencari hpnya,namun pergerakannya terhambat karena ada sesuatu yang melingkar di perutnya .


Samar-samar Mawar melihat seseorang sedang tertidur disampingnya,dan betapa terkejutnya dirinya saat ini.


Mawar menghempaskan dengan kasar tangan yang melingkar diperutnya.


Mulutnya ia tutup dengan tangannya agar tak menimbulkan suara teriakan.


Dirinya kini sudah menangis tertahan setelah kesadarannya muncul.


Satu persatu ingatan tentang kejadian tadi mengalir dengan berurutan di kepalanya.


Tubuhnya bergetar hebat saat mengingat semua kejadian tadi,Azam yang telah membawanya paksa dan mengancam akan membunuh Charle.


Dengan cepat Mawar turun dari ranjang,dirinya mencari dimana tasnya berada,Mawar akan segera menghubungi Charle dan juga Bela,mereka berdua pasti bisa membantunya.


Sayangnya rencananya itu gagal,Mawar merinding saat merasakan ada sebuah lengan yang memeluk dirinya dari arah belakang.


"Kenapa kau bangun hm...?"


Suara Azam yang serak khas bangun tidur terdengar begitu dekat ditelingannya.


Tubuh Mawar meremang kaku saat lelaki itu merapatkan pelukannya.


"Maaf...",tiba-tiba lelaki itu berucap lirih.


Azam menyenderkan kepalanya dibahu Mawar,kemudian untuk kedua kalinya Mawar mendengar kata itu lagi.


"Maafkan aku sayang..."


"Untuk apa...?"


Untuk pengkhianatanmu atau untuk hari ini...?


Mawar tidak tahu,rasa simpati untuk lelaki ini sudah terkuras habis sepenuhnya setelah Azam memperlakukannya dengan buruk tadi.


"Untuk apa Azam...?",tanyanya dengan suara yang sudah bergetar karena menangis.


Azam membalikan tubuh wanitanya,dia melihat Mawar sudah menangis seperti orang yang tak berdaya.


Kemudian tanpa diduga lelaki itu berlutut didepan Mawar dembari memeluk dan menangis disana.


"Ini salahku....ini semua salahku,aku mohon maafkan aku sayang..maafkan aku..."


Mawar terkejut saat Azam berlutut didepannya sembari menangis.


Lelaki yang penuh dengan kehormatan,salah satu seorang presdir ternama yang dijunjung tinggi namanya itu sedang memohon kepadanya sembari menangis.


Namun bukanya membawa Azam berdiri,Mawar malah menikmati momen itu,dirinya suka saat Azam memohon kepadanya dan mengakui kesalahannya.

__ADS_1


Anggap saja dirinya menjadi wanita jahat sekarang,tapi Mawar tak memperdulikannya.


Dirinya hanya ingin membuat sebuah hukuman yang pantas untuk Azam.


Karena lelaki itu telah membuatnya merasa sangat sakit hati,Azam telah mengkhiabatinya,dan itu tidak bisa dimaafkan.


"Ini yang terakhir Azam..."


Azam langsung berdiri saat mendengar perkataan Mawar,namun setelah itu wajahnya terlihat pucat saat mendengar perkataan selanjutnya dari wanita itu.


"Ini terakhir kalinya kita akan bertemu secara pribadi,kita tidak akan saling bertemu untuk masalah pribadi selanjutnya...ini adalah keinginanku untuk yang terakhir kalinya,jika kau ingi permintaan maaf maka akan aku kabulkan jika kau setuju dengan syarat itu"


Bukankah berarti Mawar ingin hubungan mereka putus begitu saja? tapi tentunya Azam tidak akan mau,dirinya tak mau kehilangan Mawar untuk kedua kalinya.


"Tidak Mawar...kau tidak akan mendapatkan keinginanmu untuk kali ini ..",ucapnya lalu langsung keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Mawar sendiri disana.


***


Sudah beberapa jam setelah Azam keluar,Mawar hanya bisa menunggu dan menunggu.


Langit bahkan sudah sangat petang,ini sudah malam dan Mawar masih terkurung disana.


"Bagaimana dengan Anya...? pasti dia saangat khawatir..!"


Charle dan juga Bela pasti mencarinya bukan? tapi Mawar tak bisa berbuat apapun.


Dirinya terkurung di ruangan itu tanpa bisa menghubungi mereka karena tas dan hpnya tidak ada dimanapun.


Mawar yakin barang-barang miliknya pasti disembunyikan oleh Azam,buktinya diruangan itu tidak ada alat elektronik apapun.


Dihembuskannya nafas yang terasa berat itu,Mawar benar-benar merasa sangat bingung dan frustasi saat ini.


Tadi sore dua orang pelayan datang dan membawakannya makanan,Mawar yang mengetahui ada celah untuk kabur berlari dengan cepat menuju pintu.


Namun tanpa diduganya ternyata sudah ada dua buah bodyguard yang sudah siap siaga menjaga pintu itu,alhasil dirinya tak bisa kabur dan tetap berada dalam ruangan ini sampai sekarang.


Makanan yang tadi pelayan bawakan untuknya tidak ia sentuh sama sekali.


Rasanya tak berselara jika makan dalam situasi seperti ini,dirinya hanya ingin keluar sekarang juga.


Mawar mengalihkan pandangannya ketika mendengar bunyi pintu terbuka.


Dirinya diam tanpa berniat menyapa siapa yang masuk saat itu.


Ia yakin lelaki itu yang masuk,ini sudah malam dan mungkin Azam pulang dari kantornya.


Namun tanpa diduganya Mawar malah mendengar suara seorang yang sangat ia rindukan.


Dirinya yang terlalu terkejut itu tak bisa menjawab panggilan dari seseorang yang memanggil namanya.


"Tante...?! tante cantik dimana...?",suara Akins terdengar memanggilnya.


"Tante...???! ",kali ini suara yang asing juga memanggilnya.


Mawar menurunkan kakinya dari kursi kemudian berjalan masuk kedalam ruangan kamar dimana suara itu berasal.

__ADS_1


Badanya kaku saat melihat Akins dan Azka ada di depannya.


Dan tanpa bisa dibendung lagi mulutnya berucap dengan gematar karena menangis.


"Sa...sayang...ini tante..."


Kedua anak itu menoleh saat mendengar suaranya,Mawar bisa melihat ekspresi senang bercampur terkejut dari kedua anak itu.


Akins dan Azka berlari dengan kencangnya dan langsung menghambur kepelukannya.


Kemudian terdengar suara tangisan yang keras diruangan itu,Akins menangis menyebut namanya beberapa kali.


Azka juga ikut menangis dipelukannya,Mawar memeluk kedua anak itu dengan sayang,dirinya sekarang menangis karena merasa bahagia dan haru.


Berkali-kali Mawar menciumi kedua wajah anak itu,dirinya sangat rindu....sungguh sangat rindu.


"Kenapa kalian bisa ada disini...?",tanyanya setelah bisa meredakan tangisannya.


"Tante jahat.. ! kenapa tante tinggalin Akins!",bukannya menjawab, Akins malah kini memakinya sembari memukul kecil tangannya.


Namun meskipun seperti itu,Akins mmasih tak mau melapskan pelukannya.


"Tante sangat jahat",timpal Azka.


Mawar mematung dan syok saat mendengar Azka berbicara.


Setahunya anak itu bisu dan tidak bisa mengeluarkan suara,tapi kali ini dengan jelas Mawar bisa mendengarnya.


"Sa..sayang...kamu bisa bicara...!",Azka menangguk sebagai jawaban.


Mawar memeluk Azka dengan erat,dirinya tak menyangka akan mendengar anak itu berbicara.


"Kakak memang bisa bicala tante,kakak hanya malu bicala pada olang lain...",ucap Akins.


"Tapi kenapa tante meninggalkan kami? apa kami membuat tante terbebani? apa tante tifak menyukai kami?",tanya Azka.


Mawar menggelengkan kepalanya kuat-kuat.


Tidak...itu bukan salah kalian...!


"Maafkan tante ...tapi tante terpaksa melakukan itu",jawabnya lirih.


"Kenapa?",tanya mereka bersamaan.


Mawar memandang kedua wajah didepannya itu,kemudian sebuah ide terbesit dikepalanya.


Sepertinya rencananya kali ini bisa membuat Azam menderita.


Mawar mengusap matanya berakting seolah menangis,dirinya menampilkan wajah semalang-malangnya didepan Akins dan Azka.


"Semua itu karena ayah kalian...dia telah menyakiti tante..."


Setelah mengatakan itu Mawar tersenyum dibalik tangan yang menutup wajahnya.


Ia tahu Akins dan Azka pasti akan membelanya,dan benar saja...kedua wajah anak itu langsung terlihat sangat marah saat dirinya mengatakan semua itu.

__ADS_1


__ADS_2