Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Tak Diinginkan


__ADS_3

Sudah beberapa lama semenjak dirinya menjada,kini Mawar disibukan dengan mengurusi toko kuenya.


Karena dirinya berniat hendak membuka toko ke duanya bersama Azam,hari-harinya terasa bertambah sibuk,apalagi tokonya yang sekarangpun sudah sangat ramai.


Setiap hari pasti ada saja pesanan dari berbagai perusahaan atau sekedar acara arisan keluarga.


Karena itu tokonya yang sekarang sudah ia tambahkan tujuh orang karyawan,dua untuk kurir pengantar,dua untuk OB dan tiga untuk bagian produksi.


Anya sendiri sekarang sudah mulai kuliah,dia semakin sibuk karena sudah mulai pembelajaran,karenanya Mawar melarang Anya untuk membantu toko.


Karena tempat kuliahnya masih dekat dengan tempat tinggal mereka,saat mempunya waktu senggang Anya akan membantu juga.


Dibukanya tirai toko saat pagi sudah mulai menjelang,matahari masih terlihat malu untuk menampakan dirinya.


Pagi ini Mawar bangun lebih awal,ia harus mempersiapkan semuanya pagi-pagi.


Para pekerja akan datang jam tujuh nanti,dan sekarang masih jam empat pagi,ia berniat mempersiapkan semuanya sepagi mungkin.


Membuat sarapan untuk Anya dan membuat roti untuk diberikan Azam nanti.


Rencanannya hari ini mereka akan berbelanja kebutuhan toko roti yang baru,dan juga melakukan perjanjian dengan para klien pemasok bahan.


Sebenarnya semua itu sudah Azam urus,ia hanya melihat kontrak dan tanda tangan saja.


Mawar akan membuat beberapa kue untuk dibawa Azam,kue-kue itu terdiri dari kue untuk anak-anak dan juga Bu Risma.


Setelah semuanya selesai,ia segera mandi dan berdandan dengan penampilan yang tentunya sopan.


Hari ini ia mengenakan dress berwarna putih tulang dan menguncir satu rambutnya,ia juga mengenakan anting berwarna hijau berbentuk bulat.


Penampilannya terlihat sangat elegan,apalagi Mawar menggunakan lipstik berwarna agak gelap.


"Dek...mba berangkat dulu ya,sarapannya sudah mba siapkan di meja...!",katanya sedikit berteriak karena Anya masih ada di dalam kamar mandi.


"Iya mba...hati-hati semoga acaranya lancar...!"katanya.


Mawar segera turun dan menaiki taksi yang telah dipesannya tadi,para perkerja di tokonya juga sudah datang semua.


Sepanjang perjalanan Mawar diam merenungi hidupnya,ia tak pernah menyangka akan hidup seperti ini.


Toko yang ramai pengunjung,dan bisnisnya kini makin melejit.


*A*pa aku harus merelakan keinginanku...

__ADS_1


Dari dulu ia ingin sekali bekerja di sebuah perusahaan,tapi sepertinya keinginannya itu sudah tidak terlalu penting.


Ia akan fokus saja ke toko kuenya,toh ia sudah tidak kekurangan uang dan harus menghandle toko itu sendiri.


Mawar langsung masuk kedalam mall dan mulai berbelanja dulu,ia sengaja berbelanja kebutuhan pribadi terlebih dahulu sebelum Azam datang nanti.


Ia tak enak hati jika setiap berbelanja Azam selalu membayarnya,padahal ia tak pernah meminta sama sekali.


Saat ia sedang memilih-milih dibagian makanan pokok seperti sayur mayur,tiba-tiba suara seorang yang sangat dikenalnya memanggil namanya.


"Mawar...?!"


Lelaki itu menatap Mawar dengan senyuman diwajahnya.


Mawar tidak bereaksi apapun,ia mengabaikan lelaki itu dan hendak pergi dari tempat itu.


"Eh tunggu...kamu benar Mawar kan?"


"Iya...",jawabnya singkat.


Mawar melirik wanita yang bergelayut manja disamping Adi,yah...laki-laki yang tengah mengajaknya berbicara sekarang adalah Adi dan wanita yang ada disampingnya tentu saja si Rosi.


Kenapa harus bertemu sihh...!


"Apa kabarmu baik-baik saja? kenapa kau ada disini...?"


Adi dapat melihat perubahan dari Mawar,wanita itu bertambah cantik dari hari ke hari,sekarang Mawar terlihat sangat menawan!


"Itu bukan urusanmu lagi...",jawabnya singkat dan ketus,memangnya siapa juga yang mau menjawab dengan ramah pada manta suami yang berselingkuh?


Apalagi melihat raut wajah Rosi yang memuakan itu,rasanya Mawar sudah tidak niat berlama-lama disana.


"Hei yang sopan ya...suamiku juga menyapa dengan sopan",ucap Rosi sedikit menaikan tangga nadanya.


Mawar memutar bola matanya malas,apa itu *S*uamiku?,sekarang mereka bahkan sudah terang-terangan di depannya,sepertinya mereka berdua juga sudah menikah secara sah.


"Mawar..."


Mawar terkejut saat melihat Azam sudah ada dibelakangnya,lelaki itu berjalan kearahnya,berdiri disampingnya dan langsung mengambil alih troli belanjaan miliknya.


Azam nampak melihat situasi,dirinya menatap Adi dan Rosi secara bergantian.


"Ayo kita harus cepat,banyak yang harus kita beli nanti...",ucapnya.

__ADS_1


"Apa hubungan kalian berdua...?",tanya Adi menelisik.


Ia terlihat kesal melihat Mawar dan Azam yang terlihat sangat dekat,apalagi mereka sampai berbelanja berdua.


Dulu Azam adalah lelaki yang paling ia cemburui saat masih bersama Mawar,namun saat sudah bercera'pun Adi masih tidak suka melihat lelaki lain berada di samping mantan istrinya itu.


Ujung bibir Azam terangkat saat mendengar pertanyaan dari Adi,tangan kirinya beranjak dengan sengaja menempel di pundak Mawar,kemudian membawa tubuh Mawar menempel di dadanya.


"Kami sepasang kekasih sekarang,jadi jangan ganggu lagi"


Setelah itu Azam membawa Mawar berbalik dan segera pergi dari sana,ia menengok kebelakang dan tersenyum kecil menatap Adi sebelum ia benar-benar akan pergi.


Azam dapat melihat dengan jelas apa yang Adi ekspresikan,lelaki itu nampak terkejut dan marah,ia merasa sangat puas melihat semua itu.


"Sayang sudah jangan pikirkan wanita itu lagi...ayo kita lanjutkan belanjanya",ucap Rosi.


"Kita pulang saja..."


"Tapi kita belum belanja semuanya...kenapa kamu jadi seperti ini...?! apa kamu masih cemburu dengan mantan istri kamu...?!"


"Diamlah...!",setelah itu Adi melenggang pergi dan meninggalkan Rosi yang masih berdiri disana.


"Sial...! semua ini gara-gara wanita jal*ng itu!!"


Meskipun sekarang Rosi sudah menikah secara sah,tapi setelah perceraiannya suaminya Adi terlihat sangat dingin,bahkan tak jarang suaminya itu marah-marah tidak jelas dan kerap membentaknya,padahal dulu Adi tidak seperti itu.


Saat pertemuan tak sengaja tadi juga Rosi dapat melihat tatapan yang dalam dari Adi kepada Mawar.


Rosi menggigit kuku jarinya karena merasa geram,ia harus memikirkan cara agar suaminya kembali seperti dulu,perhatian dan menyayanginya.


Aku harus segera hamil...yah hamil...dengan cara itu aku bisa mengikat Adi selamanya disisiku...!


Saat dirinya melewati bagian kaca,ia melihat Mawar dan lelaki yang tadi bersamanya,dari lantai dua ini ia bisa melihat dengan jelas saat lelaki itu membukakan pintu mobilnya untuk Mawar.


Mobil yang ditumpanginya juga mobil yang sangat mahal,sepertinya kekasih Mawar sangatlah kaya!


Dia juga tampan dan proporsi badannya sangat kekar,sungguh Mawar sangat pintar dalam mencari pasangan.


Dasar ******...setelah cerai dia bahkan sudah memiliki sokongan dari pacar barunya itu,cih...lihatlah cara berdandan dan pakaiannya itu,jelas sekali semua itu didapat dari uang kekasihnya...


atau jangan-jangan..dia menjual tubuhnya...?!


Fikiran-fikiran itu tumbuh begitu saja diotak Rosi,karena mungkin dugaanya pasti benar,mana mungkin seorang janda yang tak bisa punya anak ada yang mau? apalagi Mawar tidak punya latar belakang yang baik.

__ADS_1


Pasti tidak ada keluarga terpandang yang mau mengangkatnya sebagai istri,sudah jelas sekali kalau Mawar pasti menjual tubuhnya demi bisa menjalani hidup susahnya.


__ADS_2