Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Prasangka


__ADS_3

Mawar menghampiri ketiga pria yang sedang menonton Tv di ruang tengah,ia juga tak bisa membiarkan tamunya didiamkan sembari menunggu kuenya matang.


Melihat Mawar yang menghampirinya ,Azam sangat yakin pasti wanita didepannya ini akan mencari perhatian padanya.


"Maaf ya Akins mungkin kuenya jadinya sekitar 20 menitan,Akins mau menunggu kan?",ucapnya dengan nada lembut,kini Mawar ikut duduk di kursi yang satunya,tidak mungkin ia duduk dengan ketiga tamunya itu.


"Iya tante..Akins sabal kok tante..",anak itu terlihat lucu sekali,karena pelafalannya yang belum sempurna Mawar jadi gemas sendiri,andai dia dan Mas Adi bisa punya anak mungkin pernikahan mereka akan sangat sempurna.


"Oh iya ini kue rasa coklat dan strowbery yang masih ada,Azka mau yang mana?",Mawar menyodorkan kedua potongan kue berukuran kecil itu didepan Azka,anak itu menunjuk salah satu kue coklat itu.


"Baiklah..ini buat Azka,yang warna pink buat Akins ya?",Azka mengangguk saja dan mulai memakan kuenya.


"Waahh ini enak sekali tante..",Akins terlihat sangat gembira ia bahkan makan dengan belepotan.


Mawar terkekeh geli,tanpa sadar tangannya terulur membersihkan krim yang ada diwajah Akins membuat jaraknya dengan Azam sangat dekat.


Mawar bersikap dengan biasa saja karna memang dirinya tidak ada niatan apapun,lain halnya dengan Azam yang terlihat menahan kesal,ia pikir Mawar sedang mencoba mengambil kesempatan.


*L*ihatlah cara dia melakukannya,cih sungguh natural sekali...


Azka bisa menangkap raut wajah ayahnya namun dia diam saja,Mawar bercengkrama dengan Akins tanpa mempedulikan kedua lelaki dingin itu,bahkan sekarang Akins sudah duduk diatas pangkuannya.


*Ti*ng..!


Terdengar suara oven dari arah dapur"Sepertinya sudah matang,tante akan menghiasnya terlebih dahulu,Akins disini dulu ya"


Mawar hendak menurunkan Akins tapi anak itu tidak mau lepas darinya,bahkan mengalungkan tangannya digendongan Mawar.


"Nggak mau tante..Akins mau sama tante telus,Akins mau liat tante buat loti ",melihat anaknya yang manja seperti itu bersama orang lain Azam merasa tak nyaman.

__ADS_1


"Akins..!jangan ganggu tante..sini duduk sama ayah",Azam berkata dengan galaknya,ia memarahi Akins yang gampang sekali menempel pada Mawar,Akins sudah menangis tertahan,matanya memerah dan bibirnya bergetar,melihat itu Mawar merasa tak tega.


"Tidak apa-apa tuan,biar Akins ikut dengan saya",Azam diam saja melihat Mawar menggendong anaknya dan membawanya kedapur.


Ia dapat melihat Mawar mendudukan Akins diatas meja kemudian mengeluarkan roti yang sudah matang itu dari dalam oven.


Ia tahu anak-anaknya memang sangat merindukan seorang ibu,Azam duduk sembari memijit pangkal hidungnya,tiba-tiba tangan kecil Azka menarik ujung jasnya seketika Azam menengok melihat kearah anak sulungnya itu.


"Ada apa..?",Azka menggelengkan kepala dan menunjuk Akins,Azam tahu Azka tidak mau ayahnya memarahi adiknya Akins.


"Maafkan ayah",hanya saja Azam tak mau Akins terlalu dekat dengan orang baru,apalagi ia belum tahu motif wanita itu.


Dari arah ruangannya ia dapat mendengar Akins tertawa dengan riangnya,ia melihat Akins sedang menghias kue dengan Mawar,kadang kala mereka bercanda dengan mencoretkan krim diwajah Akins mebuat anak kecil itu tertawa lepas.


Selama ini Azam belum pernah melihat anaknya tertawa dengan begitu gembiranya,dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam ada rasa hangat saat melihat interaksi anaknya dengan Mawar.


Setelah menunggu sekitar 10 menit akhirnya Mawar keluar dari dapur dengan menggendong Akins ditangan kanannya dan ditangan kirinya ia menenteng box berisi kue ulang tahun yang sudah ia hias dengan bentuk kartun doraemon sesuai pesanan Akins.


"Ini bayarannya..",melihat itu Mawar langsung menolaknya"Tidak perlu tuan,saya ikhlas memberikan kue untuk Akins",Azam mengerutkan keningnya.


*J*adi dia mau pakai trik ini..huh banyak wanita yang sudah bertingkah sok baik sepertimu...


"Terima saja,saya tidak mau berhutang budi pada orang lain",Azam berkata dengan dinginnya membuat Mawar sedikit tak enak hati.


"Ambil saja tante,itu hadiah dali Akins untuk tante",anak itu kini sudah ada digendongan Azam.


"Tapi memang benar tuan,saya juga ikhlas memberikan kue ulang tahun untuk seseorang hari ini,lagi pula sebenarnya toko ini juga sudah tutup",Mawar mengambil uang dimeja itu lalu menyodorkannya pada Azam.


"Kenapa kau memaksa sekali ..sudah kubilang aku tak mau berhutang budi",kini Azam sudah menampilkan wajah tidak sukannya,wanita didepannya ini pandai sekali memerankan jadi orang yang baik hati dan Azam muak dengan itu.

__ADS_1


"Bukan seperti itu tuan,hari ini juga ulang tahun saya,saya hanya ingin memberikan kue juga pada orang lain yang sedang berulang tahun hari ini,dan saya senang akan hal itu",mendengar itu Azam sedikit terperanjat,ternyata wanita ini juga sedang berulang tahun seperti Akins.


Belum sempat ia berkata terdengar suara lonceng dari arah toko itu,menandakan ada seorang yang datang,seketika pandangannya tertuju pada sosok laki-laki yang terlihat lebih muda darinya.


"Sayang..",Adi mendekat kearah Mawar dan memeluk pinggang istrinya didepan Azam,membuat Azam terkejut.


"Oh..ini pembeli roti ",ucap Mawar.


"Bukankah harusnya kau sudah tutup?",Adi menelisik pria didepannya ini,wajahnya yang tampan dan postur tubuhnya juga tak kalah kekar dengannya,dilihat dari tampilannya ia juga seperti orang berada.


"Ia sih..tapi kasihan anak ini menangis meminta kue ulang tahun sayang",Mawar berkata lembut pada Adi,membuat Azam menatap lekat pada dua orang didepannya ini.


"Oh perkenalkan ini suami saya Mas Adi",ucapnya sembari tersenyum,Azam mengangguk.


"Kalau begitu terimakasih Bu Mawar,tapi saya akan tetap membayarnya",diletakan uang itu diatas meja lagi.


"Tapi itu terlalu banyak tuan",bahkan harga roti yang dipesannya tidak ada setengahnya.


"Tak apa..itu karena anda sudah mau repot melayani kami",Azam.


"Akins pamit dulu ya tante,telimakasih kuenya,nanti kapan-kapan Akins akan seling datang kesini lagi",ucap anak itu.


"Baiklah..jangan rewel lagi ya Akins,tante senang sekali kalu Akins main kesini",Mawar senang sekali bisa bertemu dengan Akins,rasanya harinya terasa sangat menyenangkan.


Setelah itu Azam pamit lalu pergi kemobilnya dengan kedua anaknya dan tak lupa dengan roti pesanan anaknya,ia tak langsung menjalankan mobilnya ,entah apa yang membuatnya masih enggan untuk pergi.


Dilihatnya dari dalam mobil Mawar keluar dengan seorang lelaki yang katanya suaminya itu,lampu toko sudah padam,ia dapat melihat tawa bahagia Mawar saat bersama laki-laki itu.


Laki-laki itu memperlakukannya dengan sangat baik,ia memakaikan mantel pada mawar,lalu mereka berdua naik keatas motor,pelukan dan tawa mereka berdua juga tak luput dari pandangan Azam,ternyata dirinya salah paham.

__ADS_1


Selama ini ia berfikir bahwa Mawar adalah perempuan yang hanya mencari perhatian padanya,ternyata wanita itu memang tulus melakukan semuanya untuk anaknya Akins,bahkan sepertinya Mawar sangat bahagia dengan suaminya.


Azam terkekeh menertawakan dirinya sendiri,kemudian ia melajukan mobilnya dengan berbagai perasaan yang campur aduk menuju hotel dimana ia menginap di Kota Jogja ini.


__ADS_2