Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S3 Bukan Saingan


__ADS_3

Dafa tersenyum melihat kabar yang diberi bawahannya.


"Kerja bagus...kalian boleh melanjutkan pekerjaan kalian lagi"


Tiga orang berbadan kekar itu menganggukan kepala hormat.


Dafa berjalan lalu duduk di kursi kebesarannya,disebuah gedung tinggi,kini ia berada di ruangan paling atas.


Ya...Dafa bukan hanya sekedar dokter!


Dia juga memiliki perusahaan yang cukup besar yang bisa dibandingakan dengan perusahaan Azam.


Namun,perusahaan miliknya tentu saja masih bekerja dalam lingkup kesehatan.


Setelah mempertimbangakn banyak hal,Dafa memilih untuk rehat dari dunia medis,ia akan fokus ke perusahaan keluarganya.


Sebagai pewaris dan juga menjabat sebagai Ceo di perusahaan milik Ayahnya.


Menilik sebentar lagi ia akan menikah,Dafa harus memikirkan bagaimana kedepannya,jika ia masih berprofesi sebagai dokter mungkin ia dan anya tak akan bisa memiliki waktu bersama.


Apalagi jika mereka sudah punya anak,bukankah Dafa harus memikirkannya lebih awal?


Dibukannya amplop coklat itu,matanya dengan jeli membaca satu persatu laporan tentang orang yang telah berani mengusik miliknya.


"Huh...berani sekali dia"


Di genggamnya foto laki-laki ditangannya,lalu meremasnya dan membuangnya ke sembarang arah.

__ADS_1


"Zio...kau mau menantangku?",ucapnya dengan sorot mata yang tajam.


Laki-laki itu sungguh mencari gara-gara!


Bukankah dipertemuan mereka sudah dijelaskan kalau dirinya dan Anya akan menikah?


Tapi laki-laki itu tetap saja tidak tahu malu mengirimkan Anya bunga!


" Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat...",gumam-gumam Dafa lirih sembari mengusap-ngusap dagunya pelan.


Lalu tanpa ada angin apa,Dafa tersenyum..tapi tentu saja..itu bukanlah senyum bahagia atau senyum kebaikan.


Dafa terlihat tersenyum tapi dengan sorot mata yang menakutkan.


***


Tinggal 2 hari lagi mereka akan menikah,semua persiapan sudah terencana dengan sempurna.


Mereka akan melangsungkan pernikahan di hotel milik Azam,lebih tepatnya hotel yang Azam beli untuk istri tercintanya Mawar.


Semua undangan tentu sudah dikirim ke sanak saudara ,kerabat dan juga rekan bisnis.


Untuk jaga-jaga juga Dafa menerapkan sistem cek identitas untuk semua tamu undangannya.


Bukannya meragukan tamunya,Dafa hanya ingin semuanya berjalan lancar sesuai kehendaknya.


Ia ingin tak ada pengganggu yang merusak hari sakral pernikahannya dengan Anya.

__ADS_1


Terutama Zio...!


Ya...lelaki itu...


Lelaki yang beberapa hari yang lalu mengusik kehidupan wanitanya.


Ditambah lagi setelah ia membereskan laki-laki itu dengan orang suruhannya,Zio makin bertambah gila.


Meski sudah diberi paham dan ancaman,Zio tetap kukuh ingin menggoda Anya.Hal itu tentu membuat Dafa sangat geram.


Karena dengan cara haluspun tak bisa menyadarkan kegilaan Zio,mau tak mau Dafa melaporkan ke pihak yang berwajib.


Meski tak sampai ditahan,setidaknya lelaki itu sudah diawasi oleh polisi.


Dan benar adanya,sampai sekarang Zio sudah tidak pernah lagi mengusik Anya.


Dua buah bodyguard yang Dafa kirim diam-diam untuk mengawasi dan menjaga calon istrinya selalu mengirim kabar baik,yang artinya Zio sudah tidak berulah lagi.


Dafa tertawa diatas ranjangnya sembari menatap foto Anya disana,rasanya ia ingin sekali sombong dan membanggakan diri.


"Huh.. memangnya siapa dia berani mengusik gadisku..."


Cup...


Mengecup foto kekasih tersayangnya dengan wajah yang berbinar.


"Kamu bukanlah pesaing yang berat untukku....",ucapnya lirih.

__ADS_1


"Bukan...kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan denganku Zio...",sambungnya lagi lalu tertawa puas di kamar apartemen yang sepi.


__ADS_2