Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Selamat Tinggal


__ADS_3

Selama penerbangan Mawar hanya melamun memandangi awan-awan yang terlihat dari arah jendela pesawat.


Meskipun ia sudah memantapkan hati untuk meninggalkan semua kenangan di Indonesia,tapi rasa tidaklah bisa di bohongi.


Kecewa yang teramat dalam sangat melukai hatinya,dirinya disakiti dengan sangat sadis oleh seseorang yang pernah ia cintai dengan tulus.


Mulai sekarang Mawar sudah bertekad tidak ingin menjalin hubungan lagi dengan seseorang.Ia sudah muak dengan semua hubungan yang berbau keromantisan.


Azam benar-benar telah membuatnya trauma dengan suatu hubungan,Lelaki itu telah menorehkan luka diatas luka yang belum mengering.


Untuk itu ia sudah berniat akan hidup sendiri saja bersama Anya,Mawar hanya akan bahagia dengan adik kesayangannya itu.


***


Braakk...!!


Dafa menggebrak pintu kamar Azam dengan kasarnya,membuat semua orang yang ada di dalam ruangan menoleh kepadanya.


"Dasar brengs*ek...!!"


Bugh...!!


Dafa melayangkan tinjunya kepada Azam,membuat lelaki itu terjatuh tersungkur diatas lantai.


Bu Risma berteriak terkejut saat melihat anaknya di pukul.Novi sang mantan istri Azam yang kebetulan sedang ada disana juga kaget bukan main melihat pemandangan di depannya.


"Apa yang kau lakukan Dafa...!",bentak Bu Risma.


Beliau dengan gemetaran mencoba memisahkan Dafa dengan anaknya,sekarang ini Dafa benar-benar menakutkan.


Lelaki itu sudah menarik kerah Azam dengan kasar,hendak melayangkan tinju yang ke dua kalinya.


Dafa adalah pria yang sangat lembut,Bu Risma tidak pernah melihat Dafa semarah ini,bahkan sampai memukul saudaranya sendiri.


"Kau benar-benar brengs*ek Azam..!"


Azam menyeka darah yang keluar dari bibirnya,ia mengerutkan kening karena merasa sangat bingung.


"Apa yang kau maksud?",tanyanya dengan nada yang sangat lirih.


"Sudah Dafa...!tante mohon jangan pukul Azam lagi,dia sedang sakit!",teriak Bu Risma sembari menarik Dafa agar melepaskan Azam.


"Sakit? sakit apa? aku bahkan tidak tahu kalau kau sakit,jangan membohongiku!"


Jika Azam benar-benar sakit,tidak mungkin dirinya tidak tahu,sebagai dokter...setiap keluarganya sakit pasti mereka menghubunginya terlebih dahulu,begitu juga Azam.


"Dia benar-benar sakit,Azam bahkan baru bisa bangun dari ranjangnya",ucap Bu Risma sembari mengelus anaknya Azam yang terduduk dilantai.


Dafa diam meneliti keadaan Azam,lelaki itu memang terlihat sangat pucat dan lemah.


"Dasar...datang-datang langsung main pukul saja,apa kau tidak punya sopan santun sama sekali"


Dafa menatap sinis pada Novi,dirinya benar-benar tak suka pada wanita itu.


Dirinya langsung memalingkan muka dan tidak ada niatan meladeni Novi.


"Apa maksudmu Dafa? kenapa datang-datang kau marah sekali?",tanya Bu Risma.

__ADS_1


"Tante tanya saja pada Azam"


"Kenapa?"


Orang yang dimaksud bahkan kebingungan dan tak mengerti apapun.


"Apa kau tak menyadari kesalahanmu? cih...kau bahkan dengan gampangnya membawa dia kembali",ucap Dafa sembari melirik Novi dengan sinis.


"Aku juga tidak tahu kenapa dia ada disini...kenapa mama nggak usir dia?",jawab Azam dengan lemah.


"Mama juga nggak tahu Azam,kamu kan tahu mama baru pulang dari luar kota"


Azam memegang keningnya yang terasa berat,dirinya sudah mengalami sakit tipus selama dua hari.


Selama itu ia terbaring sakit dan tidak bisa bangun sama sekali,karena keadaannya itu ia juga dirinya tak bisa pergi kemana-mana.


Sakit di kepalanya bertambah saat Dafa memukulnya tadi,dan sekarang sakit itu sudah menjalar di area pipi dan bibirnya.


"Kenapa kau jahat sekali...sudah ku katakan aku ingin kembali bersamamu lagi",ucap Novi.


Wanita yang tengah berpakaian seksi itu mulai mendekat hendak menghampiri Azam,namun tangan Bu Risma langsung mencegahnya.


"Jangan pernah berharap kembali lagi kedalam keluarga saya...lebih baik kamu pergi sebelum saya memanggil security...!",Bu Risma benar-benar terlihat benci kepadanya.


"Tolong panggil saja ma...",ucap Azam dengan lirih.


"Tapi aku masih mencintaimu Azam...aku ingin kita kembali seperti dulu...aku akan perbaiki semuanya",ucap Novi.


"Tidak bisa...aku tidak mau kembali lagi dengan wanita sepertimu..."


Mendengar itu Azam tersenyum kecut,tangannya berpegangan pada sofa yang terletak disampingnya,lelaki itu mencoba berdiri dengan sekuat tenaga,kemudian mengetikan sesuatu di hpnya.


"Sudah kubilang jauhi anak-anak,ini peringatan terakhir dariku atau kau akan menyesali peebuatanmu sekarang"


Setelah mengatakan itu datang dua buah bodyguard berbadan besar,mereka langsung membawa paksa Novi sesuai instruksi bos mereka yaitu Azam.


Teriakan ancaman Novi terdengar begitu keras menggema di rumah tersebut,sampai akhirnya suara itu perlahan hilang menyisakan ketiga orang yang masih diam di dalam kamar Azam.


"Kenapa dia bisa masuk?",ucapnya lirih..Azam memijit keningnya yang masih merasa pusing itu.


"Jadi kau benar-benar sakit?"


"Dia bahkan hampir pingsan di kantor",ucap Bu Risma.


"Tapi kenapa kau tidak memberitahuku?"


"Aku tahu kau sangat sibuk,kau juga baru pulang dari Jogja kemarin"


Dafa beranjak duduk disofa,ia mengembuskan nafas beratnya sembari mengusap wajahnya kasar.


"Apa Mawar tahu kalau kau sakit?",tanyanya lagi.


"Tahu...aku sudah menyuruh asistenku untuk mengirimnya pesan"


"Sial...!",umpatnya kecil.


"Ada apa...?",Azam melihat gurat kegelisahan di wajah Dafa,ia menduga pasti ada sesuatu yang tidak beres.

__ADS_1


"Lihatlah ini..."


Dafa meletakan dua buah surat keatas meja tepat didepan Azam.


Mata Azam melotot membaca tulisan yang ada disana,lelaki itu langsung berdiri hendak berjalan dengan sisa teganya.


"Azam apa yang kau lakukan?kau mau kemana? kamu masih sakit...",melihat anaknya terlihat panik membuat Bu Risma mencegah Azam yang hendak pergi itu.


"Mawar ma..Mawar pergi...!"


"Apa...?!"


***


"Mawar....!! Mawar...!!",suara Azam menggema dengan keras di rumah yang sudah kosong itu.


Sekarang ini dirinya sudah berada di rumah yang sempat Mawar huni,ia berangkat dengan di dampingi Dafa.


Lelaki itu berlari dengan sempoyongan membuka satu persatu ruangan yang ada di dalam rumah.


Azam terlihat seperti orang gila mencari disetiap sudut rumah sembari berteriak sangat keras.


"Aaarrrrgg...!! kamu dimana Mawarrr...!!!"


Azam bersimpuh dilantai sembari menangis ,dirinya benar-benar sudah kehilangan Mawar.


Lelaki itu sudah seperti orang gila meraung-raung meneriaki nama Mawar.


Tidak ada jejak Mawar sama sekali di rumah itu,Mawar pergi meninggalkannya!


Di lain sisi,Dafa hanya bisa melihat saudaranya Azam dengan pilu,lelaki yang selalu gagah itu sekarang terlihat sangat lemah.


Ia tak tahu kalau semua ini bukanlah ulah Azam.Setelah pulang dari Jogja ia berniat mengahmpiri Anya,karena gadis itu meminta referensi buku soal kesehatan.


Dafa tahu Anya sekarang sudah kuliah di bidang kesehatan,hari ini ia berniat menghampiri gadis itu dan memberikan beberapa masukan.


Tapi setelah datang rumahnya sudah kosong,ia hanya menemukan dua lembar surat diatas meja.


Dan sekarang dia tahu bahwa mereka sudah pergi entah kemana.


Semua ini mungkin juga ulah Novi sialan itu,mantan istri Azam itu memang suka berbuat seenaknya sendiri,dan sekarang lihatlah efeknya,Mawar hilang dan Azam jadi seperti orang gila karena kehilangan Mawar.


Meskipun ia tahu semua ini hanya kesalahfahaman tapi dirinya bisa Apa? kedua wanita itu pergi tanpa bisa dihubungi lagi.


...End season 1...


.


.


...Hai para readers tersayang🤗...


...Akhirnya season 1 selesai juga☺,terimakasih buat kalian yang sudah mengikuti novel author dari awal sampai sekarang😚😚...


...Sekadar info...untuk Season 2 akan author upload tetap di novel ini,dan akan author usahakan upload lusa karena author harus nyiapin banyak hal buat season 2 nanti....


......Jangan lupa tetep dukung author dan ikutin ceritanya ya...aku sayang kalian😘😘😘......

__ADS_1


__ADS_2