
"Ayok dong dimakan makanannya.."
Mawar tersenyum lalu menyeruput teh hangat yang ada dihadapannya.
Saat ini ia dan Anya sedang berkumpul dengan para ibu-ibu komplek,menyanggupi ajakan Bu Diah seorang istri Rt di kompleknya,juga sebagai ketua ibu-ibu di kompleknya.
Sebenarnya ini hanya acara kumpul-kumpul biasa,yah..bisa disebut ajang hibah atau gosip para ibu-ibu.
Sebulan sekali juga diadakan arisan kecil-kecilan,supaya kegiatan berkumpul itu ada seninya dan tidak membosankan.
"Jadi kamu pindahan dari jogja..?",tanya ibu-ibu yang rambutnya sedikit keriting,namanya Bu Retno.
"Iya bu...saya ikut suami ",jawabnya.
"Ini adik kandung kamu juga..?",Bu Retno menunjuk Anya yang sedang duduk disampingnya.
"Bukan..dulu saya cuma anak jalanan,tapi mba Mawar yang membawa saya dan sampai sekarang merawat saya"
Mawar sedikit tertegun mendengar perkataan Anya,padahal ia ingin menjawab dengan perkataan yang lebih baik lagi.
Setidaknya Anya tak usah mengungkit masa lalunya itu.
"Dia sudah seperti adik kandung saya sendiri kok..",tambahnya.
"Ekhem...maafkan pertanyaan ibu tadi ya..,",Bu Retno terlihat tak enak hati.
Melihat itu Mawar tersenyum ramah,bukankah itu tandanya Bu Retno tulus bertanya ?beliau takut perkataannya menyinggung Anya.
"Nggak papa bu..sebenarnya kami berdua sama-sama anak yatim piatu,kami juga sudah menerima dengan ikhlas nasib kami,jadi ibu-ibu nggak usah bersimpati seperti itu"
Mawar mencoba menenangkan,raut wajah ibu-ibu disana terlihat canggung bercampur rasa iba,tatapan-tatapan seperti itu sudah ia rasakan bahkan dari kecil dulu.
Tapi yang membuatnya senang ibu-ibu itu tulus ,terlihat dari raut muka mereka yang tergambar jelas.
"Kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi kami..nanti deh ibu masukin ke chat grup biar tambah kenal",kata Bu Diah.
"Terimakasih loh bu..",katanya.
"Oh ya..katanya kamu buka toko kue kan?",ucap Bu Widi.
Para ibu-ibu yang lain langsung terlihat antusias dengan tema obrolan yang baru.
__ADS_1
Tentu saja tema obrolan mereka kali ini adalah Mawar dan Anya,sebagai kandidat anggota baru di komplek mereka tentu mereka berdua harus melewati beberapa wawancara para ibu-ibu itu.
"Iya..saya sama Anya baru-baru ini mencoba membuka usaha kecil-kecilan "
"Saya juga sering liat kamu berangkat sama Anya kan? berdua pake sepede gayuh",kata Bu Widi lagi.
Anya dan Mawar hanya mengangguk,memang benar kenyataanya seperti itu.
"Kok pake sepeda..? suami kamu nggak nganterin?"tanya ibu-ibu yang lain.
"Emm ini rahasia bu...",ucap Mawar.
Mendengar kata rahasia ibu-ibu itu langsung mendekatkan diri,saling mepet badan dan wajahnya berubah serius membuat Mawar meringis geli melihat perlakuan ibu-ibu itu.
"Rahasia apa...?",bisik Bu Diah.
"Jadi ..saya belum bilang sama suami saya kalau saya sudah buka usaha.."
"Kenapa...?!",tanya ibu-ibu itu bersamaan namun dengan nada setengah berbisik.
"Saya mau buat surprise di hari anniversary kami,jadi ini buat kejutan",katanya malu-malu.
Mendengar itu ibu-ibu langsung ber oh ria sembari tersenyum-senyum.
"Hmm..ternyata kamu romantis juga ya..pasti suami ku senang banget punya istri kayak kamu",kata Bu Retno.
"Udah cantik,mandiri ,romantis lagi..",tambahnya.
"Saya doa'in deh semoga keluarga kamu romantis terus,langgeng-langgeng dan semoga nggak ada orang ketiga",ucap Bu Diah.
"Iya...sekarang ini lagi beredar banget tuh pelakor-pelakor di sosmed,ngeri saya liatnya ,kesel juga..",sambung ibu-ibu yang lain.
"Kamu harus jaga ekstra tuh suami kamu Mawar..apalagi suami kamu masih muda,tampan udah jadi PNS lagi..bukannya saya nakut-nakutin,tapi saya udah lihat kasus kaya gini sering,suami saya kan Rt jadi saya tahu kasus warga saya...",terang Bu Diah.
Mendengar itu Mawar sedikit takut,bukannya tak percaya dengan Mas Adi,tapi Mawar merasa pernikahannya memang tak sekuat dulu semenjak ia di diagnosa mandul.
Meskipun sebenarnya ia benar-benar tak mandul,namun sampai sekarang Mas Adi belum tahu kebenarannya.
"Apalagi saya denger tuh,ada resto deket komplek kita yang baru buka..katanya sih anak muda imut tapi banyak yang ngomong orangnya sedikit centil dan caper sama cowok..kalau nggak salah umurnya sekitaran kamu lah Anya",tunjuk Bu Widi.
Yang di tunjuk hanya diam saja,Anya memang paling muda di sana,dan juga satu-satunya wanita yang belum menikah jadi dia memilih diam saja.
__ADS_1
"Pantesan ...saya pernah ke resto itu sama suami,yang punya kayak caper gitu,padahal kan ada istrinya disana..rasanya pengin ambil matanya biar nggak lirik-lirik genit lagi.."
"Amit-amit deh..jangan sampai bawa suami lagi kesana,anak jaman sekarang kegatelan kalau liat yang rapi dikit,mereka kan cuma ngincer uangnya..",tambah Bu Widi
"Apa nama gaulnya ya...suger..suger apa gitu",kata Bu Diah sembari berfikir keras.
Anya tertawa melihat ibu-ibu itu ,memang gosip ibu-ibu itu sangat menakutkan,mereka semua sangat bersemangat sekali saat membicarakan tentang pelakor.
"sugar daddy bu.."katanya.
Semua orang tertawa,maklumlah...sulit bagi para ibu-ibu mengucap pelafalan bahasa inggris.
"Kalau ngumpul lagi nanti saya bawain kuenya,semoga ibu-ibu suka"
"Waah..saya jadi nggak sabar mencicipinya,pasti enak dong..saya udah pernah lewat dan ternyata tokonya juga rame..",kata Bu Retno.
"Iya..nanti kalau cocok bisa buat langganan saya kalau ada acara keluarga",kata ibu-ibu yang lain.
Sebenarnya Mawar mencoba mengalihkan pembicaraan,ia sedikit tak nyaman saat membicarakan tentang pelakor,rumah tangganya belum sempurna saat ini karena belum ada seorang anak.
Rasa takut lebih besar tumbuh di hatinya saat ibu-ibu itu berkata tentang datangnya orang ketiga,meskipun ia percaya Mas Adi tak akan melakukan itu tapi entah mengapa ia tak ingin membicarakan tentang datangnya orang ketiga.
"Kalau lewat jangan lupa mampir juga loh bu,saya senang kalau ada yang mampir ke toko saya",katanya.
Pembicaraan itu berganti ke topik lebih ringan,mereka akhirnya berganti membicarakan tentang kue dan masak memasak.
***
Mawar merebahkan tubuhnya di atas sofa ,ia melihat jam sudah menunjukan tengah malam.
Ia kira sumainya Mas Adi sudah pulang saat ia kembali dari perkumpulan dengan ibu-ibu komplek,tapi ternyata rumahnya masih dikunci saat ia pulang.
"Mas Adi pulang larut lagi..."
Ia memilih menonton televisi sambil menunggu suaminya pulang.
Matanya bahkan sudah terasa sangat berat,Mawar sudah menguap beberapa kali,apalagi badannya sudah terasa lelah akibat kegiatan hari ini.
Saat matanya sudah menutup tiba-tiba suara deru mobil membangunkan kesadarannya.
Mawar berjalan membuka pintu dan melihat suaminya keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
"Mas..?"