Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S3 Hari Milikku


__ADS_3

"Mama-mama..tante Anya cantik sekali!",ucap Akins sembari menunjuk-nunjuk Anya dengan jemarinya.


Mata anak kecil itu tidak bisa berbohong,mata yang memandang dengan berbinar ditunjukan secara terpampang dengan senyum polosnya.


Anya tersenyum mendengar pujian dari keponakannya itu,Akins memang cenderung mengekspresikan apa yang dilihat dan dirasakannya.


Tapi tentu saja tidak dengan Azka,anak dingin seperti kulkas sepuluh pintu itu tidak pernah memujinya,bahkan sekarang anak itu sedang fokus bermain dengan Zahra adik tercintanya.


"Iya dong,tante Anya kan harus tampil sempurna hari ini,ini kan hari pernikahannya...",ucap Mawar menjelaskan pada anaknya.


Yah...hari yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga!


Sekarang Anya sudah duduk manis di sebuah sofa putih diruang tunggu ,dengan memakai gaun pengantin yang indah,gaun berenda berwarna putih dengan manik-manik disetiap lekukan sulur membentuk bunga itu terlihat sangat menawan.


Desain yang dirancang oleh tangan ahli kepercayaan keluarga Alfareez secara turun temurun.


Begitu ayu dilihat mata,Anya terilihat manis dan anggun.


"Pasti nanti ketar-ketir liat kamu begini...mba yakin seratus persen",goda Mawar sembari cekikikan.


"Ah mba...! jangan goda aku terus,kan malu...",gumam-gumam lirih.

__ADS_1


Mawar tersenyum melihat adiknya itu tersipu malu,namun matanya tak bisa berbohong.


Ada rasa sedih dan bahagia yang bercpur aduk menjadi satu,anak kecil yang dulu ia bawa dari pasar kumuh tumbuh menjadi gadis yang cantik dan pintar.


Memakai gaun mahal dengan riasan yang pas ,ditambah senyum bahagia yang tak pudar mencerminkan bahwa Anya sudah hidup dengan baik.


Mawar tak menyangka akan ada saat dimana ia harus merelakan adik tercintanya kepada orang lain,karena dimatanya Anya tetaplah adik kecil yang harus ia jaga.


Melihat mba Mawar menatapnya dengan diam Anya tersenyum...senyum yang begitu teduh sama halnya dengan tatapan mata Mawar.


"Mba...terimakasih...aku sekarang sangat bahagia...",ucapnya tulus.


Hening sesaat,kedua kakak adik yang bukan kandung itu saling menatap.


"Semoga kamu selalu bahagia...semoga kamu selalu bahagia...",ucapnya lirih masih dalam pelukan.


Itu adalah doa paling tulus yang Mawar ucapkan...tidak ada harapan lain yang ia inginkan dihari pernikahan adiknya kecuali ingin Anya selalu bahagia.


Dia paling tahu bagaimana selama ini Anya hidup sendiri,dan bagaimana peejuangan gadis itu agar bisa bertahan sampai sekarang.


Tangis yang selama ini sudah ditahan sudah tak bisa dibendung lagi,kedua kakak adik itu menangis dalam pelukan satu sama lain.

__ADS_1


Tak ada yang berani memisahkan mereka,bahkan Akins dan Azka hanya diam melihat interaksi keduanya.


Sampai akhirnya para Mua harus mendandani Anya lagi karena make up yang berantakan akibat menangis tadi.


***


Gedung acara pernikahan Dafa dan Anya kini sudah mulai dihadiri banyak tamu.


Para pejabat dan rekan kerja datang untuk menyaksikan hari berbahagia ini,tak terkecuali kakek Abbas yang menghadiri hari pernikahan cucunya.


Juga tak ketinggalan Charlee dan Bella,pasangan baru yang digadang-gadang akan menikah dalam waktu yang dekat.


Semenjak mereka kembali dari Indonesia ,tak lama kemudian Charle membuka hati untuk Bella,hingga saat ini mereka menjadi pasangan kekasih yang bahagia.


"Apa kau yakin tidak perlu minum obat penenang?" bisik Azam disamping mempelai pria.


Yang diajak bicara hanya diam ssmbari menatap tangga yang sudah dihias sedemikian cantiknya.


Azam terkekeh melihat kaki Dafa yang bergerak-gerak terus tak bisa berhenti karena terlalu gugup.


"Santai saja...kau pasti bisa melakukannya..ini adalah harimu yang sudah kau tunggu-tunggu jadi percaya saja..."

__ADS_1


Dafa menoleh sebentar menatap sepupunya lagi,hingga akhirnya ia duuduk dengan rapi menghadap penghulu yang bersiap menuntunya menghalalkan gadis kecilnya itu.


__ADS_2