Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S3 Menghilang


__ADS_3

Ckiittt....


Suara itu terdengar keras saat Dafa mengerem mobilnya dengan mendadak.


Diparkirnya mobil itu dengan sembarangan di depan rumah besar milik sepupunya Azam.


Dafa berlari masuk tanpa memperhatikan para pelayan yang menyapanya.


Ia bahkan sampai mengeraskan suaranya lupa kalau masih ada anak kecil disana.


"Azam....!Zam...!!",teriaknya membuat semua orang yang ada di rumah menghampirinya.


"Hei...pelankan suaramu...anakku sudah pada tidur!",Sarkas Azam sembari menuruni tangga.


Lelaki itu masih mengenakan piyama dengan muka bantalnya.


Dafa yang melihat pemandangan itu berdecak kesal,dirinya sekarang sedang terburu-buru tapi Azam terlihat sangat santai.


Lelaki itu bahkan berjalan dengan lambatnya seperti sengaja.


"Ck...cepatlah..dimana Mawar?"


Yang ditanya malah balik melotot tidak suka "Kenapa kau tanya istriku segala?!"


"Cepatlah...aku butuh bantuannya...",ucap Dafa dengan nada tidak sabar.


"Tidak...kau tidak boleh bertemu dengannya!",Azam duduk di sofa sembari memperhatikan saudaranya yang sudah resah.


"Kenapa...?! ini sangat penting!"


"Duduklah...aku akan mempertimbangkan kau bertemu dengannya kalau kau cerita dulu",ucapnya santai.


"Ck..sial...kau memang menyebalkan!",gerutunya.

__ADS_1


Azam tertawa melihat Dafa seperti orang kebakaran jenggot,tapi tak urung juga lelaki itu duduk diam menuruti apa yang dikatakannya.


"Jadi ...ada apa malam-malam begini kau teriak-teriak di rumahku?"


Terlihat Dafa mengusap wajahnya gusat,kemudian terdengar helaan nafas berat dari mulutnya.


"Aku sudah membuat kesalahan..",katanya.


"Apa..? apa tentang Anya?"


Dafa mengangguk sebagai jawaban..


"Hahaha.....mengurus gadis kecil saja kau tak bisa",bukannya menghibur Azam malah tertawa membuat Dafa semakin kesal.


"Sialan kau...!",pukulnya menggunakan bantal sofa.


"Ini juga salah faham...aku tidak bermaksud melakukannya",ucapnya lesu.


Akhirnya Dafa menjelaskan kejadian yang terjadi tadi pagi,bagaimana kesalahfahaman itu terjadi sampai Anya yang pergi menghilang entah kemana.


"Kau sudah mencarinya ke rumah?",tanya Azam.


"Sudah...aku bahkan menunggu di depan rumah sampai sore hari tapi Anya tak kunjung pulang..."


"Lalu...apa yang akan kau lakukan selanjutnya...?"


"Aku akan bertanya pada Mawar...barangkali Anya menghubunginya...,makanya kau panggilkan dia,aku ingin berbicara dengannya.."


"Ck...itu tidak mungkin...dia sudah tidur lelap dan aku tidak tega membangunkannya",jawabnya santai.


Dafa melongo mendengar jawaban Azam,ia sangat kesal sampai ingin memukul wajah lelaki itu.


"Hei...kau tahu aku sekarang sedang terburu-buru sekarang,tidak bisakah kau membantu saudaramu ini?!"

__ADS_1


"Haha..carilah sendiri,aku dulu juga seperti itu"


"Ah sial...kau memang tidak bisa diandalkan",gerutunya.


"Dia mungkin butuh waktu sendiri,kau jangan gegabah seperti itu...",akhirnya Azam memberi saran.


Dafa melirik wajah Azam sembari memijit keningnya yang terasa pusing.


Seharian ia bahkan sampai lupa makan karena mencari Anya,ditambah ia belum istirahat sejak kemarin.


Bukan tanpa alasan ia melakukan semua itu,Dafa hanya takut Anya akan menghilang seperti dulu,ia tak mau hal itu terulang lagi.


Apalagi ia juga menyaksikan sendiri kisah cinta Azam dan Mawar yang tak mudah.


Ia takut kejadian ini membuat Anya trauma dan menghilang dari sisinya untuk selamanya.


"Aku akan mencarinya lagi,tolong kabari aku kalau dia mengabari Mawar",ucap Dafa berdiri sembari menenteng jasnya.


"Hei...kau akan mencarinya kemana lagi? istirahatlah dulu,kau terlihat begitu lelah",ucap Azam.


"Tidak...aku sudah tidak ada waktu untuk itu...",setelah mengatakan itu Dafa langsung pergi meninggalkan Azam yang masih duduk diatas sofa.


"Ckck...kami memang terlihat mirip",gumam Azam sembari tertawa kecil.


Ia jadi teringat saat dulu ia mencari Mawar seperti orang gila.


"Haah...cinta memang gila...",gumam-gumam kecil.


"Akh...aku jadi rindu istriku...aku harus cepat kembali ke kamar..",ucapnya senang.


Azam bahkan sudah lupa dengan kesengsaraan yang sedang dialami Dafa.


Biarlah malam ini ia bersenang-senang dengan tidur bersama anak dan istrinya,toh jika sudah ditakdirkan Dafa pasti bisa menemukan Anya bukan?

__ADS_1


__ADS_2