
"Bagus sekali mas.."
Mawar tersenyum dengan sangat senangnya,apalagi saat Mas Adi tiba-tiba mengeluarkan setangkai bunga mawar merah dan memberikannya padanya.
"Hari ini spesial buat kamu,kamu boleh minta apapun malam ini"
"Bener mas?"
*W*aahh..aku tak menyangka suamiku bisa seromantis ini..!
Adi membawa Mawar duduk di dekat pantai,kemudian memakaikan jaket dari arah belakang ke Mawar.
"Malam ini sangat dingin..",katanya
Ia juga sudah memesan beberapa menu terbaik disana,terlihat hidangan mewah tersaji didepan mereka setelah para pelayan membawanya.
"Mas..kenapa malam ini sangat spesial? memangnya ada apa?"
Bukankah anniversary pernikahan mereka bulan depan? tapi kenapa Mas Adi melakukan hal ini sekarang?
"Mas cuma mau punya momen indah sama kamu,selama menikah kan mas belum bisa buat kamu bahagia...",Adi memegang tangan Mawar yang ada di atas meja kemudian megecupnya lembut.
"Sekarang mas udah punya uang banyak,mas udah bisa bahagiain kamu..kamu nggak usah kerja lagi,mas bakal berusaha biar apa yang kamu mau tercapai...",tambahnya.
Mawar termenung mendengarnya,jadi selama ini Mas Adi memikirkan dirinya sampai seperti itu,tanpa terasa air matanya menetes.
Ia sangat terharu,perkataan Mas Adi membuatnya sangat tersentuh.
Padahal ia juga bahagia meskipun suaminya itu tak memiliki uang seperti sekarang.
"Makasih mas..sejak menikah dengan mas aku sudah bahagia kok,jadi mas nggak perlu maksa diri buat kerja keras lagi...kita jalani seperti sekarang saja.."
Adi tersenyum mendengar jawaban istrinya itu,ia tahu Mawar adalah orang yang tak gila harta,bahkan istrinya tak pernah memaksanya agar mendapat uang yang banyak.
Ia menciumi tangan Mawar beberapa kali,membuat mereka tertawa riang bersama angin malam yang menyertai dua sejoli itu.
Mereka menikmati makanan itu dengan hati berbunga-bunga,sepanjang momen di sela makan Mawar beberapa kali bercerita tentang apapun dengan Mas Adi.
Malam yang dingin ini tidak terasa sama sekali di kulit Mawar ,yang di rasanya hanya rasa senang dan bahagia.
Setelah acara makan malam selesai Mas Adi juga mengajaknya berkeliling mall yang tak jauh dari tempat tersebut.
Ia membelikan beberapa baju,tas dan juga keperluan Mawar lainnya.
"Apa nggak papa mas..?",Mawar merasa tak nyaman,apalagi jumlah uang yang di keluarkan tidak sedikit.
Meskipun ia tahu suaminya kini memiliki banyak uang dan mampu membelikannya,tapi jiwa miskinnya masih mengakar dalam sifatnya itu.
Rasanya sayang sekali jika uang sebanyak itu hanya untuk membeli barang-barang tersebut.
"Nggak papa sayang..mas kan udah janji malam ini malam spesial buat kamu"
__ADS_1
"Udah deh mas..aku nggak mau beli apa-apa lagi"
Lebih baik uang itu di tabungkan saja,meskipun sekarang suaminya sudah berpenghasilan tetap tapi lebih baik jika menabungnya bukan?
Apalagi nanti jika mereka benar-benar memiliki anak,bukankah membutuhkan biaya yang banyak juga?
"Beneran..? kamu nggak mau beli apa-apa lagi?"tanyanya memastikan.
Mawar menganggukan kepalanya dengan yakin,tas belanjaan miliknya bahkan sudah penuh di tangan suaminya itu.
"Baiklah..sekarang kita pulang,ternyata juga sudah sangat malam",akhirnya mereka memutuskan untuk langsung pulang kerumah.
Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam,dan mereka baru sampai di rumah.
Mawar langsung masuk ke kamar dan merebahkan dirinya di ranjang.
Tas belanjaan yang ia beli tadi tak ia sentuh sama sekali,sepertinya matanya sudah sangat tak kuat,besok ..ia akan membereskannya besok.
Ia sudah sangat mengantuk,sepanjang perjalanan pulang tadi ia juga menguap terus.
Mawar memposisikan tubuhnya dan memejamkan mata,ia bahkan tak menunggu Mas Adi,suaminya itu masih ada dialam kamar kecil.
Baru beberapa saat ia memejamkan mata suara dering telfon masuk kedalam hp suaminya.
Mawar mencari-cari hp suaminya dengan mata tertutup,hp Mas Adi terletak di dalam jaket yang ia kenakan tadi jadi tidak sulit untuk mencarinya.
Setelah mendapatkannya Mawar segera mengangkat telfon itu tanpa melihat siapa si penelfon itu.
"Halo..?",ucapnya.
"Rekan..?"
Mawar heran kenapa namanya ambigu begitu,apakah mungkin itu rekan kerjanya?
Tapi saat ia mencoba berkata lagi tetap tak ada sahutan disana.
Akhirnya Mawar menutup telfon itu kemudian tidur lagi tanpa ada pikiran apapun.
*C*eklek..
Mas Adi masuk kedalam kamar saat Mawar hendak tidur lagi.
"Mas..tadi ada yang nelfon,tapi kok nggak ada suaranya.."
"Siapa..?",katanya semabari masuk kedalam selimut yang sama.
"Rekan..itu rekan kerja ya mas..?"
Adi terlihat merubah ekspresinya,ada kerutan di dahinya pertanda suaminya itu sedang marah.
"Lain kali jangan sembarangan diangkat..",ucapnya tanpa menjawab pertanyaan Mawar.
__ADS_1
"Tidurlah..besok mas harus berangkat pagi"
Mawar diam mendengar perkataan suaminya,hatinya tersinggung saat Mas Adi mengatakan kata seperti itu.
*K*enapa..? bukankah aku istrinya? kenapa aku tak berhak mengangkat telfon suami sendiri..?
namun ia tetap mencoba memejamkan mata meskipun ia sudah tak mengantuk lagi.
Fikiran-fikiran negative mulai muncul di kepalanya.
Mawar melirik suaminya yang sudah terlelap itu,ada rasa yang tak bisa di jabarkan di hatinya.
Meskipun ia berharap apa yang di fikirannya itu tak mungkin benar tapi ada rasa takut di dalam hatinya.
Tidak mungkin kan..Mas Adi...selingkuh...?
Mawar menggelengkan kepalanya,lalu berangsut memeluk suaminya,ia membenamkan kepalanya di dada suaminya.
Mas Adi tidak mungkin melakukan itu,Mawar yakin itu..
Apalagi setelah kejadian makan malam romatis tadi,Mas Adi masih terlihat sangat mencintainya.
Malam semakin larut,Mawar ikut tertidur di pelukan suaminya setelah meyakinkan hatinya sendiri bahwa apa yang di fikirannya itu tak mungkin terjadi.
***
Pagi ini seperti biasa,Mawar memasak untuk sarapan dirinya dan suaminya.
Semua hidangan dan segelas kopi sudah tersedia di atas meja.
Segera Mawar memanggil suaminya yang masih berdandan di dalam kamar,ia juga membantu suaminya memakai sepatu.
Setelah semuanya beres Mawar menyisir rambut Mas Adi kemudian memakaikan gel rambut agar terlihat lebih rapi dan juga harum.
"Nah sudah beres..suamiku sangat tampan ya..",katanya sembari tersenyum.
Mas Adi tertawa mendengar pujian dari istrinya,kemudian mengecup kening Mawar dengan mesra.
"Terimakasih sayang..."
"Ayo sarapan mas..semuanya udah siap.."
Saat Mawar hendak keluar tiba-tiba tangannya di tahan oleh suaminya.
Mawar berbalik melihat wajah suaminya yang terlihat lebih serius sekarang.
"Kenapa mas..?
"Ada yang mau mas bicarain sama kamu..",katanya dengan menatap lekat mata Mawar.
"Minggu depan mas ada kerja di luar kota,mas di tugaskan sekitar satu minggu disana...bagaimana..?",katanya lamat-lamat.
__ADS_1
Mawar terkejut mendengarnya,selama ini ia belum pernah di tinggal oleh suaminya,ada rasa takut juga khawatir di hatinya saat mendengar itu.
Tapi sekarang Mas Adi sedang meminta izin darinya,ia tak ingin di tinggal pergi..! apalagi tujuh hari...