Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Rumah Baru


__ADS_3

Sudah tiga hari lamanya setelah mereka pindahan dari kota Yogyakarta.


Sekarang ini Mawar sedang sibuk-sibuknya menata dan merapikan rumah baru mereka.


Mereka pindah ke kota Jakarta Pusat,di daerah perumahan yang masih baru,rumah yang lebih luas dan bagus tentunya menurut Mawar.


Dibandingkan dengan rumah mereka dulu di Jogja,rumah ini terbilang mewah baginya.


Apalagi tatanan rumah-rumah di sebelah yang berjejer rapi dan lingkungan yang bersih membuat yang melihatnya merasa nyaman.


Anya sendiri ngekos persis di sebelah rumahnya,memang pemilik rumah itu sengaja membeli beberapa perumahan hanya untuk kost'an.


Dibantu dengan tenaga Anya membuat pekerjaan Mawar sedikit berkurang,pasalnya ia hanya sendiri yang menata rumah barunya itu.


Suaminya Mas Adi hanya dapat libur dua hari dan mertuanya sekarang langsung nemplok ikut kumpul-kumpul dengan tetannga barunya.


"Maaf ya..gara-gara mba kamu jadi ikutan repot",Mawar mengangkat koper usang itu ke atas ranjang.


"Nggak papa mba..pekerjaanku juga udah selsesai lebih awal,maklumlah mba nggak banyak barang yang aku punya"


Mawar hanya mengangguk,benar saja anak kost memang barangnya lebih sedikit apalagi Anya hidup sendiri,beda dengan dirinya yang sudah berumah tangga,apalagi Mawar harus menata barang milik tiga orang.


Hari ini saja banyak barang baru yang berdatangan,seperti kulkas,mesin cuci dan masih banyak lagi.


"Ini boneka siapa mba..? "Anya menenteng boneka kelinci di tangannya


"Oh..itu hadiah dari pelanggan.."


Mawar menaruhnya diatas bantalnya,setiap tidur ia selalu memeluk boneka itu,rasanya seperti memeluk Akins langsung.


"Wah..senangnya,aku juga mau dapet hadiah kayak gitu,rasanya pasti senang sekali",ucapnya.


"Suatu saat nanti pasti bakal dapet kok dari penggemarmu.."


"Mana mungkin mba,nggak ada yang ngefans sama orang kayak aku"


"Eh jangan ngomong gitu,siapa tahu nanti kamu dapet pacar",godanya.


"Ah mba...aku belum mikir sampe situ kok mba,hidup aja susah mana sempat mikir pacaran"


Mawar tertawa,ia senang sekali menggoda adiknya itu,mukanya bahkan merah bagai kepiting rebus.

__ADS_1


*A*h ..indahnya masa muda..


Mawar jadi ingat masa mudanya dulu,masa sulit namun membahagiakan karena ia punya banyak teman.


Mereka melakukan pekerjaan menata rumah Mawar hingga larut sore sampai benar-benar selesai.


***


Mawar yang hampir menutup mata sedikit terkejut saat mendengar pintu kamarnya di buka,ia melihat suaminya sudah pulang bekerja.


"Mas kok baru pulang?",ia duduk lagi,mengurungkan niatnya untuk tidur.


Memang jam baru menunjukan pukul delapan malam,tapi karena lelah selama dua hari beberes rumah tubuhnya meminta untuk istirahat.


"Mas harus ngurus surat pindah dulu,sekarang juga pasti mas bakal pulang terlambat,maaf ya.."


Adi duduk di samping istrinya dan mengecup kening Mawar.


"Iya mas..aku nggak papa kok,Anya juga ada disebelah kita jadi aku punya teman ngobrol,tapi mas juga harus jaga kesehatan",memeluk pinggang suaminya,sungguh ia tak menyangka kehidupannya bakal berubah seperti ini.


Mawar tidak boleh banyak menuntut ,ia tahu suaminya harus disiplin waktu saat bekerja apalagi sudah menyandang PNS,pasti kesibukannya bertambah bukan?


"Yaudah mas mandi dulu,keburu acem.."


Adi tertawa saat Mawar bergurau dan bermanja-manja padanya,kamar itu di penuhi dengan dua sejoli yang sedang bergurau.


"Apa mas udah makan..?"


"Belum..mas mau makan masakanmu terus nanti penutupnya kamu",bisiknya.


Wajah Mawar memerah mendengar itu,memang sudah lama sekali mereka tak menghabiskan waktu berdua,apalagi banyak hal yang terjadi sebelumnya.


"Iish ..ayok mandi....terus makan,aku udah masak buat mas..",Mawar mendorong tubuh Adi masuk kedalam kamar mandi,ia sangat malu wajahnya pasti sudah terlihat merah.


"Hahaha...",Adi tertawa sampai di dalam kamar mandi,ia senang sekali,ia juga rindu ingin membelai istrinya lagi,ia harus cepat mandi agar waktu bersama Mawar bisa cepat tereleasikan.


Mawar yang sedang menata piring di meja dapur terkejut saat mendapat pelukan dari belakang.


Ia tersenyum saat melihat Mas Adi memeluknya,wangi sampo dari rambut basah suaminya masuk menyeruak ke dalam hidung Mawar.


Entah mengapa malam ini ia merasa begitu berdebar,sejak perkataan suaminya tadi di kamar Mawar tak bisa senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Mungkin mereka benar-benar bisa dapat anak jika sering melakukan hubungan suami istri kan? apalagi Mawar sudah berkonsultasi tentang makanan apa yang harus dikonsumsi dan menyehatkan.


"Sayang..",Mawar merasa merinding saat suaminya berbisik di telingannya,keteguhannya seperti akan tumbang saat tangan Mas Adi menjalar kemana-mana,namun fikirannya masih bisa di ajak kompromi.


"Mas..makan dulu,entar sakit loh..",suaminya harus makan,apalagi tenaganya sudah di forsir saat bekerja.


"Kalau nggak makan nggak dapet jatah",ancamnya,padahal dalam hatinya Mawar juga menginginkannya.


"Baiklah,pemanasan dulu ya..",senyumnya lalu melahap bibir Mawar tanpa aba-aba.


Setelah cukup lama hingga Mawar kahabisan nafas barulah Adi melepaskan Mawar dan langsung memakan makanan yang sudah diamasak oleh istrinya.


Mawar hanya menemani suaminya makan,ia sudah makan tadi ,ia bercerita tentang beberapa hal ringan seperti saat menata rumah dan akan bagaimana kedepannya.


Adi mendengarkan semua cerita istrinya,ia senang mendengar Mawar yang begitu antusias saat menceritakan tentang rumah baru mereka.


Hingga akhirnya sesi makan malam sudah selesai,Mawar langsung mencuci piring kotor dan membereskan makanan di meja.


Mas Adi sudah masuk ke dalam kamar terlebih dahulu tadi karena ada telfon ,mungkin rekan kerjanya.


"Aakkh..!",Mawar menjerit kecil saat tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang saat hendak membuka pintu kamar.


Ia melotot melihat Mas Adi sudah menghimpitnya di pintu,Mawar dapat melihat suaminya itu tertawa lalu menciumnya sebelum ia sempat membuka mulut.


Ciuman itu terjadi begitu lama,ciuman ringan dengan kecupan-kecupan kecil mengalirkan perasaan mereka berdua.


Hingga akhirnya Adi menggendong Mawar dan membaringkannya di atas tempat tidur,mereka saling bertatapan begitu lama hingga Adi menempelkan kembali bibirnya dan menghisap bibir lembut Mawar.


"Sayang..",ucapnya di sela-sela ciuman mereka.


Lama-lama ciuman itu semakin panas,bahkan bibir Adi seudah turun ke leher Mawar,tangannya juga tak tinggal diam ,tangan itu bahkan sudah mendarat di tempat favoritnya.


"Hmm",Mawar tak bisa menahan desahannya,Mas Adi sungguh terlihat bersemangat,sekarang bahkan bajunya sudah mulai terlepas semuanya akibat ulah suaminya.


Mendengar lenguhan Mawar,kobaran api dalam diri Adi langsung mencapai puncaknya,dengan cepat ia membuka kain yang tersisa di dirinya.


Lalu dengan cepat memposisikan tubuhnya gara bisa menikmati malam yang indah bersama istrinya.


Baru saja juniornya akan masuk tiba-tiba suara seseorang menghentikan aktifitasnya.


"Adi..?! apa kamu di dalam..?!"

__ADS_1


Bu Winar mengetuk pintu dan memanggilnya dari balik pintu.


Mereka berdua lupa bahwa di rumah baru ini masih ada Bu Winar yang tinggal disana!


__ADS_2