Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Harus Denganku


__ADS_3

"Apa kau tidak menyukaiku...?",tatapan Azam berubah sendu.


Mawar hanya bisa menelan ludah,suaranya tercekat ditenggorokan.


*A*pa yang harus aku jawab...?


"Bu...bukan begitu Azam"


"Lalu apa?"


"Kamu orang yang baik,sangat baik...",Mawar menjeda ucapannya,ia melirik tangannya yang masih ada di genggaman lelaki itu.


"Ta...tapi aku belum mencintaimu,aku hanya menganggapmu sebagai teman saat ini",ucapnya lamat-lamat.


Mawar tak berani menatap mata Azam,apalagi lelaki itu langsung melepaskan genggamannya,Mawar hanya bisa menunduk saja.


Ia sangat merasa bersalah,tapi apa boleh buat,jujur ia belum mempunyai rasa cinta pada Azam,lebih baik ia mengatakan apa adanya daripada menyakiti Azam nantinya.


Mawar menutup matanya rapat-rapat sembari menunduk,Azam mungkin akan meninggalkannya karena merasa kesal.


Bagian terburuknya mungkin ia akan pulang sendiri nanti,tapi tidak apa-apa,Mawar sudah memantapkan hati jika benar terjadi.


Namun saat fikirannya itu mulai berkecamuk,tiba-tiba tangan Azam terasa menyentuh kedua lengannya.


Lelaki itu tengah menatapnya dengan senyum hangatnya.


"Aku akan menunggu...aku akan menunggu sampai kamu mencintaiku Mawar",ucapnya.


Mawar tidak percaya dengan apa yang didengarnya,lelaki itu masih ada disana dan mengaku akan menunggunya.


"Tapi aku hanya anak yatim dan tidak memiliki asal usul yang jelas...",ucapnya lirih.


"Aku tidak perduli..."


Mata Mawar mulai berembun saat mendengar ucapan Azam,ia menatap dalam mata lelaki yang tengah menatapnya juga saat ini.


"aLA...aku juga tidak bisa punya anak"


"Kita cukup punya Akins dan Azka"


Mawar mulai menangis,ia tak menyangka Azam akan menerimanya,padahal ia bohong soal kemandulannya.


"Tapi aku janda Azam...",ucapnya lagi.


"Aku juga duda...bahkan memilki dua anak",Azam berkata sembari tertawa,membuat Mawar yang tengah menangis ikut tertawa.


"Sudahlah....sudah kubilang aku mencintaimu,perasaanku sungguh tulus kepadamu Mawar,aku tidak perduli apapun kekuranganmu",ucapnya sembari mengusap lembut pipi Mawar.


"Tapi aku masih takut Azam..."


*A*ku takut gagal lagi...aku takut untuk berkeluarga lagi...

__ADS_1


"Percaya padaku Mawar,aku akan membuatmu bahagia"


"Tapi Azam..."


"Sst...jangan tolak aku,kumohon...kamu cukup berada disisiku,aku tahu kau belum mencintaiku jadi biarkan aku yang mencintaimu,aku akan memberikanmu cinta yang sangat banyak sampai kamu merasa cukup hanya dengan cintaku saja..."


Mawar diam,ia masih bingung,ia tak tahu harus menjawab apa,Azam benar-benar orang yang sangat baik.


"Apa kau tidak kasihan dengan Azka dan Akins? mereka sangat ingin kamu menjadi ibunya",kali ini Azam meluncurkan jurus terakhirnya,ia sangat takut jika Mawar benar-benar menolaknya.


"Apa kau mau denganku hanya demi anak-anak?"


Azam terkejut bukan main mendengar pertanyaan Mawar,ia tak menyangka Mawar akan bertanya seperti itu.


*B*agaimana dia bisa berfikir seperti itu? apa dia kira aku melakukan semua ini demi anak-anakku saja?


Azam merasa sedikit bingung akan sikap Mawar,perempuan memang kadang susah dimengerti!


Padahal ia sudah panjang lebar menjelaskan rasa cintanya.


"Tentu saja tidak...!aku yang paling ingin bersamamu,aku ingin menikah denganmu Mawar,memiliki keluarga bersamamu dan kita akan menjalani hidup bahagia bersama",tekannya sekali lagi.


"Beri aku waktu lagi Azam...aku butuh sedikit waktu",jawabnya.


"Baiklah...aku akan memberimu waktu selama satu minggu,tapi setelahnya kau harus menerimaku apapun yang terjadi"


"Jadi apa gunanya aku meminta waktu?"


"Aku tidak mau tahu,kau harus bisa menggunakan waktu singkatmu itu untuk bersantai karena setelah kau resmi jadi milikku kau tidak akan bisa lepas dari ku...",ucapnya sembari tersenyum.


Mawar masih diam karena bingung,awalnya Azam terlihat seperti lelaki yang akan menghargai keputusannya,tapi sekarang dia terlihat sangat memaksa.


"Kenapa kau jadi pemaksa begini...?"


"Haha...aku memang seperti ini dari dulu,jadi kau harus mulai terbiasa kedepannya,kau tidak perlu tekejut dengan sikapku nanti karena masih banyak yang belum kau ketahui dariku..."


"Jadi selama ini kau hanya berpura-pura bersikap dingin?"


"Aku akan menjawab semua pertanyaanmu nanti kalau kita sudah resmi bersama",ucapnya kemudian membawa Mawar berdiri.


Azam langsung memeluk Mawar dari arah belakang tanpa meminta izin dulu dengan wanita itu.


"Azam..."


"Sebentar saja...aku sangat ingin memelukmu seperti ini"


Mawar diam,sekarang dirinya memilih menikmati suasana sunset yang indah,entah kenapa hatinya juga sedikit berdebar saat Azam mulai mengeratkan pelukannya.


Sore itu angin laut yang tadinya terasa sangat dingin mulai tak terasa karena pelukan Azam,lelaki itu seperti tameng yang menjaganya dari angin yang menerpa kulitnya.


Seakan waktu berhenti,kedua insan itu berpelukan sampai matahari benar-benar tenggelam,mereka berdua larut akan suasana yang terbilang sangat damai ini.

__ADS_1


Hingga akhirnya Mawar yang mulai tersadar dengan keadaan mencoba melepaskan diri dari pelukan Azam.


"Azam...sudah,ini sudah larut kita harus pulang"


"Baiklah sayang,kita akan pulang sekarang",jawabnya.


Mata Mawar melotot saat Azam memanggilnya dengan sebutan sayang,lelaki itu bahkan sudah tersenyum kepadanya tanpa ada rasa malu sedikitpun.


"Sayang...? aku bahkan belum menerimamu"


"Tapi cepat atau lambat kau akan jadi milikku apapun kadaannya"


"PeDe sekali..."


"Otu memang kenyataan...",setelahnya Mawar menjerit kecil saat merasa tubuhnya melayang,Azam menggendongnya ala bridal style.


"Aku bisa jalan sendiri Azam"


"Aku yang akan menggendongmu,ini sebagai perayaan karena kau sudah mau menerimaku"


*A*ku bahkan belum menjawab "iya"...tapi yasudahlah,aku mungkin benar-benar akan menerimanya nanti...


Sekarang Mawar memilih menikmati momen ini,dirinya akan secara terbuka menerima semua perlakuan Azam dan melihat sejauh mana lelaki itu akan berusaha membuatnya jatuh cinta.


Tidak ada salahnya membuka lembaran baru,apalagi disini Mawar juga memperkirakan soal Akins dan Azka.


"Azam berhenti dulu..."


Mawar menepuk dada Azam saat dirinya mengingat sesuatu.


"Ada apa?",lelaki itu menghentikan langkahnya namun tidak menurunkan Mawar.


"Sepatu sandalku...mana sepatu sandalku?"


Azam masih diam,jarak mereka sudah cukup jauh sekarang dari tempat mereka tadi saling mengungkapkan isi hati.


"Aku tinggal...",jawabnya santai.


"Kenapa ditinggal...?itu adalah sepatu sandal kesayanganku..."


"Tentu saja karena aku susah membawanya...kedua tangaku sudah sibuk menggendongmu"


Mawar melotot mendengar alasan Azam,lelaki itu menjawab tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


"Turunkan aku saja,aku akan mengambilnya lagi..."


"Tidak perlu,lihatlah disana sudah sangat gelap"


Mawar melihat tempat tadi,memang sudah sangat gelap karena malam semakin larut.


"Aku bisa membelikanmu sepatu sandal yang banyak,kalau kau mau aku bisa membelikannya beserta tokonya sekalian"

__ADS_1


Mawar memutar bola matanya malas,kini ia sedikit tahu tahu sifat Azam yang asli,yang pertama si pemaksa dan yang kedua Azam yang ternyata sangat narsis.


__ADS_2