Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Obsesi


__ADS_3

Setelah pulang dari toko roti istrinya,Adi langsung menemui Mawar di dalam kamar,wanita itu sedang memejamkan mata.


Adi menatap Mawar dalam diam,dia melangkah hati-hati menuju ranjang,diletakannya bungkus bakso dan sebuah kotak di atas meja.


Ia mengelus kening Mawar pelan,namun tatapan matanya tak ada kelembutan sama sekali disana.


Mendapat perlakuan itu tentu saja membuat Mawar terbangun,ia belum sepenuhnya tidur.


"Mas..?",Mawar melihat Mas Adi'nya yang hanya diam dengan menatapnya,bahkan suaminya itu tidak tersenyum sama sekali.Ada rasa takut dihati Mawar saat melihat suaminya itu menatapnya dengan tatapan serius dan penuh arti.


Tanpa menjawab pertanyaan Mawar ,Adi langsung mendekatkan diri,dia ikut ambruk disamping Mawar,memeluknya erat dan menenggelamkan wajahnya di leher Mawar.


"Kamu milikku..sepenuhnya milikku..,tak ada seorangpun yang boleh memilikimu selain aku..",Adi berucap dengan suara rendahnya,namun dengan tekanan disana.


Mawar heran dengan sifat Mas Adi,kenapa juga suaminya tiba-tiba berkata seperti itu,"aku memang milikmu mas..aku kan istrimu",jawabnya.


*Istri...


Haha...benar !!


Dia istriku*..!!


Mendengar itu Adi langsung meraih wajah Mawar dan menciumnya dengan posesif disana,bahkan Adi lupa kalau istrinya itu sedang sakit.


Setelah merasa puas Adi menatap dan mengelus wajah Mawar "Iya kau benar..kau sudah jadi istriku..",di kecupnya kening Mawar,kini wajahnya sudah tidak meneyeramkan lagi,Adi sudah tersenyum lembut seperti biasanya.


"Kau lapar? mas sudah belikan bakso langganan kita",Mawar mengangguk,ia tak mau mempermasalahkan tentang keuangan kali ini,ia harus menghargai pemberian suaminya.Mood Mas Adi juga sepertinya kurang bagus,ia tak mau membuat masalah.


Mas Adi terlihat keluar kamar ,dan Mawar melihat sebuah kado diatas meja disamping ranjangnya.


*A*pa itu hadiah dari Akins..?


Mawar beranjak duduk dan ingin meraih kado tersebut,namun belum sempat ia menyentuhnya suara Mas Adi menghentikan gerakannya.


"Mawar...",lagi ,Mas Adi menatapnya dengan datar,ia melihat Mas Adi diambang pintu yang membawa mangkuk dan minuman di tangannya.


Mas Adi mendekat kemudian menaruh mangkuk bakso ,lalu mengambil kado itu dan meletakannya di atas lemari.


"Kamu makan dulu saja...",Mawar tak berani merengek dan membangkang meskipun ia ingin sekali membuka kado itu,melihat raut muka Mas Adi yang seperti orang marah ia jadi takut.


Mawar menurut saat Mas Adi mulai menyuapinya,lelaki itu dengan telaten menyuapi bakso itu sampai habis.

__ADS_1


"Habis ini makan obat ya...",Mas Adi mengusap mulutnya yang masih basah akibat kuah bakso dengan tisu juga memberikannya minum.


"Iya mas.."


Mawar melihat suaminya itu pergi keluar kamar membawa mangkuk kosong,ia melihat kado yang jauh di atas lemari.


*A*da apa dengan Mas Adi hari ini...?dia seperti seseorang yang berbeda..aku takut...


Selama dua tahun menikah baru kali ini ia melihat Mas Adi yang menampilkan ekspresi seperti itu,meskipun kadang marah namun suaminya itu tak pernah menatapnya tajam dan datar.


Setelah beberapa saat suaminya itu kembali,Mas Adi langsung duduk disampingnya,membuka dan meracik obat lalu memberikannya pada Mawar.


Suasana di kamar itu terasa berat bagi Mawar,Mas Adi juga hanya diam tanpa membuka suara.


"Mas...",Mawar memberanikan diri untuk bertanya.


*A*pa aku berbuat salah ...?


Namun entah mengapa tiba-tiba suaranya hilang di tenggorokan,ia tak berani bertanya saat melihat tatapan mata suaminya.


"Kenapa..?",Mas Adi menatapnya,suaranya memang rendah namun raut wajahnya tak ada keramahan sama sekali.


"Ti..tidak..aku hanya mengantuk",akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.


Ia tak berani melihat mata suaminya !


"Ya sudah..kamu tidur saja..mas mau menonton tv dulu",Mawar mengangguk,Mas Adi membantunya memposisikan dirinya untuk tidur,setelah itu suaminya itu keluar kamar.


Mawar memiringkan tubuhnya,dalam diam dirinya mulai menangis,ia tak tahu apa yang terjadi pada suaminya namun ia tak berani bertanya.


Dilihat dari manapun ia tau suaminya berbohong soal pergi kerumah temannya,setaunya rumah teman kerjanya itu berlawanan arah dari toko rotinya.Mas Adi bahkan pulang tanpa membawa dokumen kerja yang katanya ketinggalan itu.


Diruangan lain,didepan tv Adi diam dengan tatapan kosongnya,dengan secangkir kopi di meja dan sebatang rokok yang hampir habis di tangannya itu.


Ia menerawang jauh,mengisap dan terus menghisap batang rokok sampai ruangan itu penuh dengan asap,entah apa yang ada di fikirannya itu.


Suasana hatinya malam ini sungguh kacau,ia tahu ia sedang dalam keadaan cemburu pada Azam.


Ya..Azam..


Lelaki yang kini mendekat ke kehidupan istrinya,lelaki sempurna dengan kekayaan yang melimpah,proporsi wajah yang tampan ,memiliki jabatan dan tentunya anak.

__ADS_1


Azam sangat cocok jika disampingkan dengan Mawar,ia bahkan sudah memiliki dua anak,dan itu bisa diberikan kepada Mawar,sesuatu yang tak bisa Adi dan Mawar miliki.


Mengingat itu mood'nya semakin rusak,wajahnya memerah bahkan tangannya kini meremas sisa batang rokok tersebut.


Sebagai sesama lelaki ia tahu Azam memiliki rasa kepada istrinya,dah harga dirinya jatuh akan hal itu.


Mawar seorang perempuan yang sempurna mau hidup bersamanya yang notabenya tak memiliki suatu kelebihan apapun.


Dan Azam lelaki dengan kesempurnaannya yang memiliki ketertarikan kepada istrinya,Azam bisa memberikan apapun semua yang Mawar mau,namun apa dirinya?! ia bahkan tak bisa meberikan baju bagus serta peehiasan untuk Mawar.


Jangankan perhiasan,untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja ia masih dibantu keuangan dari Mawar.


*Sial..sial..sial...!!


Bagaimana jika Mawar berpindal hati..?Bagaimana jika ia juga tertarik dengan Azam*?


*T*idak..aku tidak bisa terima itu,aku akan melakukan berbagai cara agar Mawar tetap di sisiku..ya..apapun itu...!


Adi mulai bertekad,ia akan melakukan apapun agar Mawar tetap disisinya,ia akan berusaha lebih keras lagi agar ia bisa mendapatkan uang yang banyak agar Mawar bisa bahagia.


Membelikan apapun yang Mawar mau dan mereka akan membeli rumah yang bagus.


Adi sungguh mencintai Mawar,dari dulu ia sudah cinta mati pada Mawar,ia ingin memiliki Mawar seutuhnya,namun ia urungkan mengingat dirinya tidak memiliki apa-apa.


Setelah luluspun sebenarnya diam-diam Adi mengawasi Mawar dari sosmed yang diapakainya,kadang malah ia datang sekdar ingin mengerti kesibukan apa yang di kerjakan Mawar,dan tentu saja tanpa sepengetahuan Mawar.


Sampai akhirnya ia berpura-pura membeli sebuah roti dan bertemu dengan Mawar yang sedang bekerja,saat itu ia mulai melancarkan aksinya mendekati Mawar dan langsung melamarnya.


Ia tak mau membuang waktu lagi,ia sudah cukup bersabar menanti moment itu,hingga akhirnya mereka menikah sampai saat ini.


Adi bahkan tak tahu rasa sukanya kepada Mawar itu sebuah rasa cinta atau sekedar obsesi,dia sudah tak mempedulikan itu,yang terpenting Mawar harus selalu ada di sampingnya bagaimanapun caranya.



Hai para readers tersayang..terimakasih sudah mampir dan membaca novelku🤗



Kasih tanda favorite biar nggak ketinggalan episode barunya,jangan lupa kasih vote,like ,coment dan bunga mawarnya biar author tambah semangat⚘⚘⚘⚘


__ADS_1


Aku sayang kalian...😊


__ADS_2