
"Nggak apa-apa ma...yang penting suamiku tetep suka...",ucap Rosi sembari mengelus perutnya.
Mawar hanya mendesah melihat gerak-gerik Rosi,apalagi saat melihat Bu Winar yang meliriknya sembari tersenyum seperti sedang menunjukan bahwa menantu kesayangannya paling unggul.
*D*ia kira aku akan tersinggung...tapi maaf saja,hatiku sudah lelah untuk semua ini..
Lebih baik ia diam saja,ia tak mau urusannya berbuntut panjang.
"Maaf ralat...suami siri..",jawab Anya.
Rosi terlihat sangat marah,bahkan Bu Winar sudah mendelik matanya.
"Sudahlah Anya...sst..",ucap Mawar.
"Lebih baik kalian pulang saja..toko kami juga akan tutup",ucap Mawar lagi.
Sepertinya hari ini ia tak mau berdebat lebih panjang lagi,tubuhnya sudah lelah ,ia tak mau fikirannya ikut lelah mengurusi dua wanita yang ada di depannya ini.
Apalagi melihat wajah pelakor yang sok polos itu.
"Huh..! sombong sekali kamu ya..cuma toko kecil jelek gini aja mau ngusir kita..!!"
Bukannya meladeni mertuanya yang marah-marah sembari berteriak,Mawar malah sibuk memperhatikan Akins dan Azka,ia takut kedua anak itu mendengar umpatan dari mertuanya.
"Hei..dengerin kalau orang tua ngomong..! dasar menantu nggak berguna..! biar nanti mama bilang sama Adi biar nyerai'in kamu..!",katanya sembari tertawa puas.
"Dia juga udah punya istri baru yang lebih muda,kaya..bisa hamil lagi..apalagi asal-usulnya jelas nggak kayak kalian berdua..",cemoohnya lagi.
Mendengar Anya juga di bawa-bawa dalam masalahnya,Mawar merasa tak terima!
Orang lain boleh merendahkannya,tapi tidak untuk Anya,adik kesayangannya.
Kesabaran yang sudah ia tahan saat ini sepertinya sudah jebol,ia sudah gedeg dengan kedua wanita yang tak tahu malu itu.
"Tapi maaf saja tante...! sudah lama aku ngajuin perceraian,tapi Mas Adi nggak mau tuh cerai sama aku..",katanya sembari menekankan kata tante.
Ia sudah enggan sekali menyebut Bu Winar dengan sebutan mama.
"Mas Adi malah bilang ke aku katanya...selingkuhannya cuma buat istri siri aja..terus nanti anaknya aku yang urus ..",ucapnya lamat-lamat.
Rosi melotot mendengar apa yang di ucapkan Mawar,sepertinya ia termakan omongannya.
"Oh ...!maksudnya aku yang jadi ibu sahnya..",ucapnya lagi.
Mawar sudah tidak tahu lagi,ia juga tahu apa yang ia ucapkan sudah keterlaluan,tapi disini ia tak boleh lemah kalau mau menjaga harga dirinya dan Anya.
Rosi maju hendak menyerang Mawar ,namun tiba-tiba Azka lari kearahnya dan menghadang dari depan.
"Kakak...!!"
__ADS_1
Azka jatuh dengan keras dilantai,Akins berlari sembari meneriaki nama kakaknya.
"Azka...!",Mawar dengan cepat segera menolong Azka.
Matanya merah menahan amarah,ia menatap Rosi dengan tatapan yang tajam.
Dilangkahkan kakinya dengan cepat menuju kedua wanita itu.
*P*pllaaakk...!!!
Suara tamparan keras menggema di ruangan itu,Rosi memegangi pipinya yang terasa sangat perih akibat mendapat tamparan yang sangat keras dari Mawar.
"Dasar jal*ng..!!",ucapnya sembari melotot dan mengeluarkan air mata,emosinya meluap-luap,Mawar kehilangan kendali.
ia sangat marah karena Rosi menyakiti Azka
Melihat menantu kesayangannya di tampar oleh Mawar,Bu Winar tidak terima!
Ia berniat membalasnya dengan menamparnya juga.
Namun saat tangannya hendak diayunkan,tiba-tiba terdengar suara seseorang dari arah belakangnya.
"Apa yang terjadi..?!"
Mawar melihat seorang ibu-ibu dan dua pria dibelakangnya masuk kedalam tokonya.
*S*iapa...?
"Omaa....!!",Akins berlari sembari menangis kepelukan ibu itu.
Mawar yang mendengar Akins berkata seperti itu membulatkan matanya.
"Oma..?!",berarti itu neneknya anak-anak..?
"Meleka jahat oma...! meleka udah nyakitin tante cantik sama kakak..!",ucapnya sembari menangis.
Bu Risma melihat Mawar,tatapan mereka sempat bertemu beberapa detik,kemudian ia melihat Azka yang sedang duduk dilantai sembari mengucek-ngucek matanya menangis bersama seoarang gadis muda.
"Apa yang kalian lakukan pada cucuku..?!",ucapnya kepada Bu Winar dan Rosi.
"Oh..jadi anak ingusan ini cucu anda...tolong ya ajari mereka biar nggak usah ikut campur sama urusan orang lain..",jawabnya.
"Sudah cukup...Mawar mohon kalian cepat keluar dari sini..",ucapnya pada kedua wanita itu.
Bu Risma memegang lengan Mawar,lalu ditatapnya kedua wanita yang ia duga sebagai biang masalah disini.
"Jaga omongan kalian..saya bisa melaporkan kalian karena sudah menyakiti cucu saya !",ancamnya.
Mendengar kata itu Bu Winar terlihat sedikit terkejut dan ketakutan.
__ADS_1
"Bawa mereka keluar...aku tak mau melihat wajah mereka disini..",ucap Bu Risma.
Dan ternyata kedua laki-laki yang ada tadi datang bersamanya langsung memegang lengan Bu Winar dan Rosi secara paksa lalu menyeret mereka keluar.
Terlihat kedua wanita itu meronta-ronta sembari berteriak,mengumpat dengan kata-kata yang kasar beserta ancaman.
Mawar menghembuskan nafas beratnya,kemudian melihat Bu Risma yang masih ada di sampingnya.
"Terimakasih..",ucapnya.
Ia mengalihkan perhatian saat Azka menarik bajunya,Mawar langsung duduk dilantai sembari mengusap-ngusap wajah Azka yang penuh air mata.
"Maafkan tante..",ucapnya sembari menangis.
Gara-gara dirinya Azka jadi terluka karena melindunginya.
Melihat interkasi cucu-cucunya Bu Risma sangat senang,ia bisa mengerti kenapa cucunya sangat lengket kepada Mawar.
Wanita itu terlihat sangat tulus kepada mereka,terlihat dari perlakuan Mawar yang tidak kaku dan dibuat-buat.
"Ah..maafkan saya..mari silahkan duduk..",ucap Mawar saat ia teringat bahwa ada tamu disana.
Bu Risma tersenyum sembari menuntun Azka"apa cucu oma tidak apa-apa..? apa masih ada yang sakit?"
Azka hanya geleng-geleng kepala,tangisannya juga sudah berhenti.
"Oma..!oma..!.oma halus hukum pelempuan tadi kalena sudah jahat sama tante cantik dan kakak..",ucap Akins.
"Baiklah..nanti kamu bicarakan sama ayah biar ayah Azam yang nentuin.."
Urusan seperti ini biasanya bisa ia selesaikan dengan mudah,tapi Bu Risma ingin melihat sejauh mana anaknya Azam akan bertindak.
Selama ini ia sudah memperhatikan kelakuan anaknya.
Sepertinya Azam sudah mulai tertarik dengan Mawar,ia ingin tahu apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan anaknya demi Mawar.
"Maafkan saya nyonya..ini semua salah saya..",ucap Mawar sembari menundukan kepalanya.
"Tidak apa-apa,ini semua salah mereka karena sudah berani menyakiti cucu kesayangku...oh iya saya belum memperkenalkan diri saya...nama saya Bu Risma ibunya Azam,oma dari Azka dan Akins.."
"Saya Mawar..ini adik saya Anya nyonya.."
"Kamu boleh memanggil saya ibu Risma saja..tidak perlu terlalu formal.."
"Tapi saya tidak enak hati..",apalagi ibu itu terlihat sangat berwibawa,bahkan datang ke rukonya dengan membawa dua bodyguard,bukankah beliau terlihat bukan orang sembarangan.
"Khusus buat kamu..kamu boleh panggil saya ibu Risma saja,kalau tidak tante atau mama..?"
*H*ah..? mama..?
__ADS_1