Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S2 Akhirnya!


__ADS_3

Sudah satu minggu lamanya Mawar menginap dirumah Azam.


Rumah itu kini terasa lebih ramai semenjak wanita itu ada disana.


Tawa Akins dan Azka selalu terdengar nyaring semenjak mereka tahu Mawar akan jadi mama barunya.


Akins jadi lebih gampang diatur dan mau makan dengan lahap lagi,pipi anak itu juga sudah terlihat menggembul.


Sedangkan Azka,bocah itu sudah mau berbicara dan membuka suaranya pada Mawar ,meski masih minim dengan orang lain tapi itu termasuk kemajuan yang besar.


"Mama...mama..! mama tellihat cantik sekali...Akins suka!",teriak anak itu didepan Mawar.


Mawar mengelus wajah anak itu dengan sayang,ada rasa haru di hatinya mengingat sebentar lagi dirinya menikah dengan Azam.


Hanya tinggal menunggu menit dirinya sudah sah menjadi ibu dari anak-anak dan istri Azam.


Meski dirinya sudah pernah menikah,tapi Mawar tetap saja merasa deg degan,sejujurnya ia sedikit grogi.


"Sayang...ayo kita turun,pak penghulunya sudah datang",panggil Bu Risma di depan pintu.


Mawar mengangguk dengan tersenyum,terlihat wanita itu menghela nafasnya panjang saat keluar dari kamarnya.


Mawar keluar dengan menggunakan kursi roda,kakinya yang masih sakit harus tetap berada dalam pengawasan.


Ia di dorong oleh Bu Risma dan diiringi oleh anak-anak di sampingnya.


Sampainya dilantai bawah,Mawar bisa melihat Azam yang tengah berdiri disamping pak penghulu menggunakan baju putih senada dengan dirinya.


Disana juga terlihat bebeberapa orang yang hanya kerabat Azam saja,karena memang itu rencananya.


Pernikahan kali ini hanya dihadiri oleh keluarga saja,dan akan dirayakan saat Mawar sembuh nanti.


Mawar tersenyum saat melihat kakek Abbas disana,Bella dan juga Charle juga duduk tak jauh dari tempat Azam berada.


Mereka benar-benar menepati janjinya,datang saat ia dan Azam menikah.


Azam datang menghampirinya dan mendorong kursi rodanya,menaruhnya tepat disamping tempat duduknya.


"Apakah sudah siap?"


Azam dan Mawar memgangguk serentak,setelah itu penghulu mulai menuntun jalannya sumpah pernikahan dengan khusuk.


...


"Saah...",suara semua orang yang ada diruangan tersebut terdengar nyaring.


Mawar langsung mencium tangan Azam sebagai tanda penghormatan kepada suami,begitupun dengan Azam yang mencium kening Mawar.


Akins dan Azka terlihat sangat senang,mereka berdua melompat-lompat kegirangan memanggil Mawar dengan sebutan mama.


Semua orang terlihat sangat bahagia,tapi tidak ada yang tahu bagaimana suasana hati Charle.

__ADS_1


Jika ada saja yang memperhatikannya mungkin mereka akan tahu bahwa Charle tidak baik-baik saja.


Mata lelaki itu bahkan sudah sedikit menggenang,mungkin jika dipaksakan ia bisa menangis disana.


"Charle ...tolong temani aku ke mobil...sepertinya hp ku tertinggal disana..",ucap Bella tiba-tiba sembari menarik baju lelaki itu.


"Apa..? pergi saja sendiri sana,aku tidak mau"


"Ayolah...aku tak berani sendiri...",rengeknya.


"Untuk apa..diamlah dan ikuti pernikahan ini dengan khusuk"


"Aku ingin mengabadikan momen ini,kumohon temani aku sebentar saja.."


"Ck..kau merepotkan sekali...",ucapnya jengah,tapi tak urung juga Charle berjalan menemani Bella pergi ke garasi.


Bela menghela nafasnya saat Charle mengikutinya dari arah belakang,lelaki itu ternyata setuju untuk pergi bersamanya.


Sebenarnya ini adalah alasannya saja,hpnya masih ada di tasnya,tapi Bella tahu bahwa Charle tidak baik-baik saja sekarang.


...


"Selamat ya...kalian sudah sah menjadi suami istri..mama doakan kalian menjadi keluarga yang bahagia..."


"Terima kasih ma..",ucap Mawar.


"Selamat buat kalian...aku doakan semoga kalian cepat mempunyai momongan",kini Dafa yang mengatakan.


Gadis itu sungguh tulus mendoakan Mawar,Anya hanya ingin mba'nya benar-benar bahagia,selama ini mba'nya selalu hidup menderita.


"Terimakasih sayang...tapi ngomong-ngomong kenapa kalian terlihat seperti baju couple?"


Saat Mawar mengatakan itu perhatian semua orang tertuju pada mereka.


Anya dan Dafa memang terlihat seperti memakai baju couple,mereka berdua sama-sama menggunakan baju berwarna coklat susu,hanya saja berbeda motif.


"Apa kalian kekasih...? apa akhirnya anakku punya pacar?!",Bu Nisa terlihat heboh ,ia akan senang sekali jika itu terjadi.


Ia sendiri juga sudah mengenal Anya,gadis itu anak yang baik,meski umur mereka terpaut cukup jauh tapi itu tidak masalah.


Bukankah itu baik? Dafa akan punya istri muda dan dirinya akan segera punya mantu,yang berarti itu menunjukan kalau anaknya itu masih normal.


Tapi harapannya pupus saat Anya menyangkal pendapat semua orang,gadis itu bahkan geleng-geleng kepala menyanggah omongan Bu Nisa.


"Ti..tidak tante...kami tidak berpacaran",ucap Anya kalang kabut.


Dafa sendiri hanya diam saja tanpa ikut menimpali ucapan semua orang.


"Haah..mama kira kalian benar-benar bersama"


Bu Nisa terlihat sedih,tapi mau bagaimana lagi...Anya masih belum siap memberitahukan hubungannya dengan semua orang.

__ADS_1


***


"Ma..mama akan tidur belsama kami kan...?",ucap Akins kepada Mawar.


Saat ini mereka sedang ada di kamar,Akins dan Azka tidur menghimpit Mawar yang berada di tengah-tengah.


"Tidak..tidak boleh,hari ini mama kalian akan tidur bersama ayah",sela Azam yang baru keluar dari kamar mandi.


Lelaki itu terlihat kesal karena setelah keluar dari kamar mandi mendapati kedua anaknya ada disana.


Bukankah ini malam pertama dirinya dan Mawar?


Ck...mama kemana si...!


Harusnya anak-anak sudah di evakuasi agar gaj mengganggu dirinya dan Mawar.


"Ayah jahat...!! pokoknya Akins mau tidul sama mama cantik!",cemberutnya.


"Aku juga ingin tidur dengan mama ayah...",timbal Azka.


Azam mengusap wajahnya kasar,ia benar-benar kesal saat ini.


Disisi lain Mawar malah hanya diam sembari menahan tawa tanpa berniat melakukan sesuatu pada anak-anaknya,biarlah Azam yang menyelesaikan masalah itu sendiri.


"Apa kalian tidak mau punya dedek baru yang lucu?",ucapnya tiba-tiba.


Akins yang rewel terdiam saat mendengar ucapan ayahnya,wajahnya yang tadi sempat cemberut kinj berubah menjadi berbinar.


"Dedek baru..?!"


"Iya dedek baru...kalau kalian ingin punya adik yang lucu,kalian harus membiarkan mama istirahat yang cukup"


"Apa itu bisa membuat dedek baru....?",tanya Akins polos.


Azam mengangguk angguk serius,Mawar yang melihatnya tak percaya,namun sepertinya rencana Azam berhasil.


Kedua anaknya kini sudah turun dan menyelimuti Mawar dengan rapi.


"Mama tidurlah yang nyenyak...supaya aku bisa punya adik baru yang lucu seperti teman-temanku",ucap Azka sembari mencium pipi Mawar.


"Mama cantik halus tidul yang banyak bial Akins cepet punya adik..",ucap lagi anak paling gembul itu.


Mawar tertawa saat Akins menciumi seluruh wajahnya,ia merasa geli sekaligus merasa konyol karena anak-anak percaya dengan ucapan ayahnya.


Azam yang melihat rencananya berjalan lancar tertawa dengan puas.


Dikuncinya kamar itu setelah anak-anak berhadil ia usir dengan tipu dayanya.


Kemudian dengan sigap,membuang selimut yang Akins dan Azka berikan untuk Mawar.


"Sekarang ...ayo kita buat dedeknya sayang...",ucapnya sembari tersenyum lebar.

__ADS_1


__ADS_2