
"Hati-hati Akins...! Azka...! ",Mawar berteriak khawatir kepada kedua anaknya.
Mereka berdua sedang mainan sepeda di halaman depan rumah.
Mawar ditemani dengan dua pelayan dibelakangnya,sebenarnya ia tak perlu didampingi pelayan segala,tapi Azam tidak memperbolehkannya mengawasi anak-anak sendirian,kakinya belum pulih sepenuhnya.
Huh...padahal aku sudah bisa jalan sendiri...
Sudah dua bulan umur pernikahan mereka,dan kakinya sudah sangat baik semenjak kecelakaan itu.
Tapi suaminya itu sangat berhati-hati dengan kesehatannya.
"Mama..aku haus ma...!",teriak Akins kepada Mawar.
Mawar melambaikan tangannya agar anak-anaknya itu kembali untuk beristirahat.
Dirinya yang sedang duduk di gazebo taman sudah mempersiapkan makan siang untuk anak-anaknya.
"Azka laper ma...Azka mau makan itu",tunjuknya pada ayam yang ada dipiring.
"Tapi pake nasi ya sayang?"
Anak itu mengangguk mau.
"Akins makan juga ya..nanti mama suapin sekalian"
"Iya ma...Akins mau makan juga!"
Mawar tersenyum senang,anak-anaknya gampang sekali diatur dan di ajak makan.
Pipi Akins sudah sangat menggembul sekarang dan Azka juga terlihat semakin tinggi dan berisi.
Para pelayan yang melihat merasa sangat terharu,rumah itu sekarang terasa sangat hangat karena istri baru tuannya Azam.
Mawar sungguh wanita yang baik untuk tuan mudanya,dia merupakan sosok ibu yang baik meskipun bukan ibu kandung.
"Mama lusa Azka ada kumpulan orang tua,mama bisa kan datang ke sekolahan Azka?",tanya anak itu.
"Bisa kok..mama bisa akan datang ke sekolahan Azka"
"Asyik..! Azka bisa kasih tahu temen-temen Azka kalau Azka sudah punya mama!"
Mawar tersenyum sembari mengelus kepala anak itu dengan sayang.
Rasa haru mulai menyelimuti hatinya,anak-anak pasti selama ini sangat menderita.
"Besok mama akan dandan yang cantik biar temen-teman Azka iri sama Azka karena Azka punya mama yang cantik ..oke?!"
Azka mengangguk semangat mendengar ucapan mamanya,para pelayan juga tertawa mendengar ucapan Mawar.
"Tapi mama emang udah cantik kok,mama kan paling cantik seduniaa",timpal Akins sembari mengunyah makanan dimulutnya.
Mawar tertawa menderngar pujian anaknya itu,Akins memang benar-benar bisa menggombal seperti Azam.
Siang itu di gazebo itu terasa sangat ramai dan menyenangkan.
Cuaca yang cerah dan anak-anak yang disampingnya membuat hati Mawar merasa sangat bersyukur,ia bisa diberi kesempatan untuk merasakan kebahagiaan seperti ini.
__ADS_1
"Nak...apa kalian sudah selesai mainnya?" ucap Bu Risma yang baru saja datang dari arah rumah.
"Udah ma..tapi sekarang anak-anak sedang makan,memangnya ada apa ma?"
"Mama mau buat kue,tapi ajarin mama lagi ya? hari ini mama lagi kepengin makan kue buatanmu..",ucapnya.
"Iya ma...nanti selesai ini Mawar akan buat kue,kebetulan Mawar juga lagi pengin yang manis-manis hari ini.
"Baiklah...mama mau ke dapur dulu,nanti kamu nyusul ya"
Mawar mengangguk,selama dirinya tinggal disini Bu Risma selalu ingin dibuatkan kue,mertuanya itu sangat suka kue buatannya.
Mawar jadi merasa senang dan tidak bosan...karena Azam melarangnya bekerja lagi,jadi dirinya punya sedikit kegiatan.
Apalagi saat anak-anak sekolah,yang Mawar lakukan paling hanya merawat kebun kecilnya dan menonton saja,selebihnya dilakukan oleh para pelayan.
Toko kue yang dulu miliknya sudah dikelola oleh Azam dan dirinya hanya diperbolehkan menerima untungnya saja tanpa diperbolehkan bekerja terlalu berat.
Azam benar-benar suami yang sangat posesif.
Saat dirinya sedang asyik menyuapi anak-anaknya,tiba-tiba suara klakson mobil terdengar begitu nyaring.
Mobil Azam berhenti di depan rumah,kemudian terlihat lelaki itu keluar dari dalam mobil dengan tersenyum kepadanya.
Kenapa pulang awal sekali?
Mawar berdiri berniat menghampiri suaminya disana,namun tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing.
Dan dalam sekejap Mawar kehilangan kesadarannya kemudian ambruk di atas rerumputan taman.
...
"Ada apa?",tanya Azam khawatir.
Setelah Mawar pingsan,lelaki itu dengan sigap langsung menghubungi Dafa.
Semua orang yang ada diruangan itu terlihat khawatir,anak-anak sudah menangis melihat mama mereka terbaring lemah.
Mereka sangat takut Mawar kenapa-kenapa,apalagi Mawar pernah mengalami kecelakaan.
"Kau tidak perlu khawatir..istrimu baik-baik saja..",jawabnya setelah memeriksa keadaan Mawar.
"Apa maksudmu...! istriku sudah pingsan begini!"
Azam sudah sangat marah,istrinya sudah pingsan begitu tapi Dafa menjawab seolah tidak terjadi apa-apa.
"Sabarlah Azam...kau tidak boleh marah-marah begitu..anak-anak jadi tambah panik",ucap Bu Risma menenangkan.
Azam menghela nafasnya panjang,ia sungguh tak ingin marah pada Dafa.
Tapi jawabannya itu membuatnya jadi semakin kesal.
"Jadi apa yang sebenarnya terjadi Dafa...? kenapa Mawar pingsan? apa ini efek samping dari kecelakaan itu?",tanya Bu Risma khawatir.
Dafa menggeleng sembari tersenyum.
"Tidak tante...selamat...tante bakal punya cucu baru.."
__ADS_1
Hening sesaat...ruangan itu tiba-tiba berubah menjadi senyap saat Dafa mengatakan hal tersebut.
Akins dan Azka yang tadinya menangis berhenti seketika,Azam juga mematung menatap Dafa tak percaya.
"Selamat broo...sekarang istrimu sedang mengandung"
Azam tersenyum,lelaki itu melompat sembari memeluk Bu Risma.
"Aku punya anak lagi ma...!Mawar hamil...!"
Semua orang merasa bahagia mendengar kabar baik tersebut,Akins dan Azka sudah tertawa senang sekarang.
"Terimakasih...terimakasih sayang..",Dafa menciumi wajah Mawar yang masih terlelap itu.
Azam benar-benar merasa sangat bahagia saat mendengar kabar kalau istri tercintanya kini tengah mengandung anaknya.
...
Mawar mengerjapkan matanya...tangannya memegangi kepalanya yang masih terasa berat itu.
ukh...kepalaku sakit sekali...
Dirasanya sebuah tangan tengah mengelus pipinya dengan lembut.
Mawar tersenyum saat melihat Azam tengah metapnya disana.
"Sayang...? kenapa dengaku?"
Tiba-tiba ingatan tentang dirinya yang sangat pusing ditaman kembali berputar di kepalanya.
Mawar melihat sekeliling saat sadar dirinya sudah di dalam kamar.
"Terimakasih sayang...",ucap Azam sembari menyatukan kening mereka.
Mawar yang belum tahu berita baik itu masih bingung, kenapa suaminya tiba-tiba mengucapkan terimaksih?
"A..apa..?" terimakasih untuk apa?
"Disini...disini ada buah hati kita" ucap Azam sembari mengelus perutnya.
Paham dengan apa yang dikatakan suaminya,Mawar langsung menitikan air mata.
Dirinya menangis karena sangat bahagia.
"Be..benarkah...?" tanyanya parau.
"Iya sayang...kau sedang mengandung calon anak kita..."
Mawar memeluk Azam dengan penuh rasa haru,dirinya menangis dipelukan suaminya.
"Terimaksih sayang..",ucap Azam menciumi wajah Mawar yang masih berlinang air mata.
Mawar tak menyangka kebahagiaan seperti ini akan datang padanya.
Padahal ia sudah tidak berharap banyak akan bisa hamil melihat bagaimana rekap kehidupannya dulu,apalagi ia sudah merasa cukup dengan adanya Akins dan Azka.
Tapi ternyata takdir berkata lain,dirinya masih diberi kebahagian yang seperti ini.
__ADS_1