Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Rencana


__ADS_3

Siang ini Mawar sedang berbincang-bincang dengan Anya di kostannya.


Ia ingin membicarakan sesuatu yang penting tapi tanpa harus di ketahui oleh suami dan mertuanya.


"Jadi mba mau buka usaha lagi..?"


"Iya..gimana menurut kamu?"


"Nggak papa si mba..aku suka...tapi apa mba udah dapet modalnya?"


Mawar tersenyum ,lalu mengeluarkan uang di dalam tasnya,sekitar ada dua jutaan disana.


"Mba dapet uang ini dari mana..?!",tanyanya.


Anya sedikit terkejut,pasalnya uang sisa Mba Mawar dari toko dulu tak sebanyak ini.


Apa mungkin dari Kak Adi?


"Bukan..ini asli uang mba.."


Mawar tertawa melihat wajah bingung Anya,kemudian ia menceritakan tentang darimana ia mendapatkan uang itu.


Sebenarnya kado dari Akins bukan hanya boneka semata,di dalam kotak kadonya terdapat sebuah boneka,sapu tangan cantik ,surat dan juga amplop berisi uang tunai sebesar satu juta.


Awalnya Mawar juga sangat terkejut,bagaimana tidak? anak kecil seperti Akins memberikannya uang sebanyak itu ,ia juga berniat menhembalikannya pada Akins jika mereka bertemu lagi.


Namun setelah membaca surat dari Akins ,Mawar mengurungkan niatnya,dalam surat itu Akins berkata jika uang itu adalah sedikit dari uang tabungannya,dan Mawar harus menggunakannya untuk toko rotinya.


Katanya agar jenis roti di tokonya bertambah banyak,agar Akins bisa makan sepuasnya.


Saat membaca surat itu Mawar bahkan menangis bahagia,bagaimana seorang anak kecil yang baru mengenalnya begitu baik dan perhatian padanya?


Ia akan menggunakan uang itu seperti apa yang Akins katakan,meskipun tokonya yang dulu sudah hangus namun ia akan membangun usaha toko roti lagi di Jakarta.


Kadang Mawar juga berfikir,apa Azam tahu Akins memberinya uang sebanyak itu? lalu apakah Akins akan di marahi atau tidak?


"Terus gimana nanti kalau anak itu datang lagi ke toko yang dulu lagi mba?"


"Nba udah berpesan sama pemilik toko,mba juga udah kasih alamat kita disini,jadi kalau Akins mencari mba dia tahu mba udah pindah disini"


"Memangnya anak itu rumahnya dimana mba?"

__ADS_1


Mawar menepuk kepalanya,ia juga tidak pernah bertanya soal diamana Akins tinggal,ia lupa saat setiap kali bersama anak itu Mawar hanya merasa senang tanpa memikirkan apapun.


"Aduh mba..gimana si,yah..kalau udah takdir ketemu pasti ketemu lagi mba"


Mawar hanya mengangguk,ia juga berharap takdir akan mempertemukan dirinya dan Akins nanti.


Mereka berdua membicarakan tentang rencana membuka toko roti baru kecil-kecilan di jakarta,Mawar hanya ingin menggunakan uang dari Akins sebagaimana mestinya.


Ia juga ingin punya usaha sendiri lagi agar Anya bisa terbantu ,dan rencananya ia akan mengatakan ini pada Mas Adi di hari ulang tahun pernikahan mereka nanti.


Dua bulan lagi adalah hari Anniversary pernikahan mereka,Mawar ingin membuat kejutan untuk suaminya itu,pasti Mas Adi akan senang mendengarnya bukan?


Kalau begitu nanti ia akan meminta izin suaminya untuk pergi mencari lokasi dan toko yang strategis untuk di kontrak,ia akan berkata akan menemani Anya mencari kerjaan,pasti akan di ijinkan oleh suaminya itu.


***


Seperti biasa,Mas Adi akan pulang malam hari,Mawar langsung menyambutnya,membereskan tas,sepatu dan baju-baju yang kotor untuk di cuci besok pagi.


Kini mereka berdua sedang duduk di dapur,Mawar juga ikut makan malam bersama suaminya,ia menunggu makan malam saat suaminya sudah pulang.


Karena waktu untuk mereka kini sudah jarang sekali,Mas Adi selalu berangkat pagi dan pulang di malam hari,jadi Mawar harus memanfaatkan waktu bersama suaminya sebisa mungkin.


"Mama nggak pulang lagi mas..?",tanyanya di sela-sela makannya.


"Teman siapa mas..?"


Mawar merasa heran,bukankah mereka harus wasapada dengan orang yang baru di kenal? apalagi budaya di Jakarta juga berbeda.


"Ada lah..teman lama di Jogja dulu,jadi kamu nggak usah khawatir"


Mawar mengangguk saja,ia tidak akan ambil pusing juga,apalagi suaminya pasti sudah tahu siapa teman Bu Winar itu.


"Oh ya mas..aku mau minta izin"


Adi mengentikan makannya,ia melihat Mawar menunggu kata yang akan keluar dari mulut istrinya itu.


"Besok aku akan pergi menemani Anya cari kerja,boleh kan..?",


Mawar melihat sedikit keraguan dari wajah suaminya itu,sepertinya Mas Adi sedikit tidak suka.


"Aku juga bosan mas sendirian di rumah..",ucapnya.

__ADS_1


Akhirnya Adi mengangguk juga"boleh,asal hati-hati..bilang kalo ada apa-apa sama mas"


Benar juga ,Mawar pasti merasa bosan di rumah saja,semenjak mereka pindah Adi bahkan belum pernah mengajak jalan-jalan istrinya itu dengan mobil mereka yang baru.


Pekerjaannya juga masih banyak,akhir pekan nanti ia akan mengajak jalan-jalan istrinya agar Mawar tidak bosan.


"Makasih mas...",Mawar senang,akhirnya rencana awalnya berjalan lancar,besok ia dan Anya akan mulai mendatangi toko yang sudah mereka pilih lewat internet.


"Oh ya..minggu ini mas banyak kerjaan,jadi kamu nggak perlu nungguin mas makan malam,jangan lupa kunci pintu juga kalau mama nggak di rumah..mas udah bawa cadangannya".


"Memangnya mama nggak berencana pulang ya mas..?"


"Sesekali mama pulang kok,cuma katanya temannya itu tinggal sendiri di jakarta jadi mama disuruh tinggal disana sementara"


Bagus juga untuk Mawar,meskipun salah tapi ia senang mertuanya tak ada di rumah.


Setelah selesai makan Mawar memilih menonton TV,ia senang TV yang sekarang lebih besar dan gambarnya juga lebih bening,dulu di Jogja ia tak pernah menonton Tv karena memang sibuk dan masih punya toko.


Sekarang kerjaannya hanya beberes rumah saja,sisanya. nonton tv atau sekedar main di rumah Anya


Mawar melirik suaminya yang tengah bekerja ,kegiatan tersebut bukanlah hal baru untuknya.


Sebenarnya ia ingin malam ini mereka melanjutkan kegiatan malam kemarin ,tapi sepertinya suaminya itu masih sibuk.


Kemarin malam Mawar sudah tidur saat Mas Adi pulang,sekarang Mawar ingin melakukannya,apalagi tak ada mertuanya dirumah.


*K*riingg...


Dering bunyi telephone genggam milik suaminya berbunyi,Mawar hanya melihat mengawasi apa yang dilakukan suaminya itu.


Dilihat dari raut wajah Mas Adi sepertinya obrolan itu cukup serius,jadi Mawar mengecilkan volume suara TV'nya.


"Siapa mas..?",tanya'nya saat melihat Mas Adi menutup telfonya.


"Biasa ..rekan kerja.."


"Sudah malam..ayo kita tidur aja,besok mas juga harus berangkat pagi"


Mawar langsung mematikan tv'nya,lalu berjalan mengikuti suaminya dari belakang.


Ia berharap malam ini keinginannya kesampaian jadi mereka bisa cepat punya anak,Mawar memeluk suaminya dari belakang,tangannya juga mengelus dada Adi tanda memberi sinyal.

__ADS_1


Tapi pergerakannya terhenti saat mendengar dengkuran suaminya itu,Mawar menghela nafas lagi,sepertinya suaminya itu memang kelelahan.


*H*aahh...kenapa waktunya tidak pernah pas?


__ADS_2