
Sore ini terlihat dua orang wanita yang tengah berdiri di depan ruko roti tengah menunggu taksi jemputannya.
Mawar dan Anya akan segera pergi kerumah Anya ,dimana ia pernah ngekos dulu.
Mereka berdua berniat mengambil barang-barang Anya yang masih tertinggal disana,hari ini juga tanggal jatuh tempo masa pembayaran kos habis.
Anya benar-benar sudah mengambil keputusan,ia akan tinggal bersama mba'nya di ruko,ia juga tak mau tinggal di kos lamanya,dimana ia bisa melihat Adi laki-laki yang telah menyakiti mba'nya.
Segera mereka berdua menaiki taksi online yang telah datang,toko rotinya tetap buka meskipun Mawar dan Anya bepergian.
Karena Mawar sudah merekrut tiga buah pegawai baru,dua wanita untuk didalam dan satu laki-laki untuk kurir.
Padahal Mawar hanya berniat merekrut dua orang pegawai saja,namun setelah ia menandatangani kontrak dengan Azam,tokonya menjadi sangat laris dan terkenal.
Banyak perusahaan tetangga yang memesan kue ditokonya,para karyawan atau pekerja juga banyak yang mampir saat pulang kerja.
Stok bahan setiap harinya juga harus ditambahkan karena banyak pesanan disana-sini.
Karena merasa berat di tenaga,Mawar menambah satu lagi pegawai,mungkin beberapa hari lagi ia akan membuka lowongan kerja baru,dilihat dari grafik penjualan yang terus meningkat.
Karena toko setiap harinya selalu ramai,Mawar dan Anya meluangkan waktu disore hari ini untuk mengambil barang-barang Anya.
Yaah...sekalian Mawar ingin berpamitan dengan ibu-ibu komplek,meskipun ia belum lama mengenal mereka,tapi Mawar tahu ibu-ibu itu adalah orang yang baik.
Rasanya sangat disayangkan bila harus berpisah,namun ia tak punya pilihan lain,tempat tinggalnya dulu bukan lagi rumah untuknya sekarang.
Saat taksi yang ditumpangi mulai memasuki gang perumahannya,ada rasa berdesir dihatinya,jika harus di jelaskan...Mawar tak tahu apa kata yang tepat untuk merepakannya.
Di dalam mobil...mata Mawar menatap lekat pada rumah yang terletak di saping kos milik Anya,disanalah rumah yang pernah ia tinggali.
Rumah yang dulu ia tinggali dengan Adi,rumah yang ia beri harapan agar hidupnya bisa lebih bahagia.
Dilihatnya tanaman bunga dan sayuran yang pernah ia rawat ditumbuhi banyak gulma,bahkan banyak tumbuhan yang mati karena kekeringan,sepertinya tidak ada yang merawat sama sekali.
Dirinya segera keluar mobil saat Anya membuka kunci kosnya.
__ADS_1
Saat ia masih berdiri di dekat mobil,suara mobil yang ia hafal berjalan mulai mendekat,berhenti dan terparkir dengan rapi di depan (mantan) rumahnya.
Tubuhnya mematung saat melihat seseorang yang paling dikenalnya,Adi keluar dengan setelan baju kerjanya.
Pandangan mereka sempat bertemu beberapa lama,tapi diantara keduanya tidak ada satupun kata yang keluar bahkan sekedar kata untuk saling sapa atau basa-basi.
Sampai akhirnya Mawar memutuskan pandangan mereka dan langsung melanjutkan langkahnya menuju dimana Anya berada.
Sebelum ia benar-benar masuk,Mawar mendengar suara wanita yang dengan manja memanggil Adi.
Diliriknya Rosi sedang memeluk Adi dengan bergelayutan disana,ia tersenyum pahit melihat adegan itu.
Heh...padahal dirinya dan Adi bahkan belum cerai secara hukum negara,tapi Rosi sudah memamerkan kemesraan mereka seperti itu.
Namun anehnya ia tidak merasakan sakit hati yang teramat seperti dulu,malahan sekarang Mawar jadi merasa jijik melihat sepasang suami istri itu.
Sejak kejadian Adi yang menalaknya dengan kasar di taman waktu itu,rasa suka dan simpati Mawar terhadap lelaki itu benar-benar sepenuhnya menghilang.
Ibarat sebuah kolam yang tadinya penuh ikan,kini kosong tanpa menyisakan air sedikitpun.
"Ada apa mba...?"
"Nggak papa kok...ini sudah semuanya?",ucapnya mengalihkan pembicaraan.
"Udah mba...cuma tas sama sepeda ini doang",
"Baiklah ayo kita langsung pulang saja"
"Loh..kita nggak jadi ketemu ibu-ibu komplek mba?"
Sebenarnya Mawar ingin sekali berpamitan langsung kepada mereka,namun moodnya hari ini rusak gara gara melihat Adi.
Melihat Mawar masih diam,Anya sedikit merasa bingung,padahal mba'nya tadi semangat sekali saat membicarakan ibu-ibu komplek,mereka bahkan sudah membawa beberapa box kue sebagai tanda perpisahan.
"Mba?"
__ADS_1
"Em..yaudah deh kita ke balai sekarang"
Mereka akan kebalai tempat dimana para ibu-ibu berkumpul,kebetulan juga sekarang hari pengocokan arisan diadakan,pasti banyak ibu-ibu yang berkumpul disana.
Mereka berdua keluar rumah sembari membawa barang Anya,Mawar menenteng tas milik Anya yang berisi baju-baju dan barang kecil lainnya,Anya sendiri menuntun sepeda bututnya dibelakang Mawar.
Saat mereka sedang memasukan barang-barang itu kedalam mobil taksi,tanpa di duga Adi dan para wanita jamet keluar dari dalam rumah.
Mereka berpakaian sangat rapi,sepertinya mereka akan pergi kesuatu tempat.
Anya yang melihat pemandangan itu memandanginya dengan tatapan jijik plus culasnya,ia melirik tajam lalu melegoskan kepalanya seperti orang tak sudi melihat mereka.
Lain dengan Mawar,ia hanya melirik sebentar lalu melanjutkan kegiatannya seolah tak memperdulikan apa yang keluarga itu lakukan.
Disisi lain Bu Winar dan juga Rosi terlihat sedikit terkejut,ia tak menyangka akan bertemu Mawar di sana.
Kemudian wajah Bu Winar langsung berubah tersenyum licik,ia menggandeng tangan Rosi dan mencoba memamerkan betapa bahagia keluarganya itu di depan Mawar.
Pura-pura tertawa bahagia,cekikikan dengan Rosi sembari melirik-lirik Mawar.
Mawar menghembuskan nafasnya,ia sungguh ingin cepat-cepat pergi,ia bahkan tak perduli lagi dengan apa yang mantan mertuanya itu lakukan.
Mau apapun yang dilakukan Bu Winar dan Rosi di depannya ia sungguh tidak perduli dan tidak mau tahu,baginya mereka sekarang bukanlah apa-apa selain seseorang dari masa lalu yang harus ia buang.
Selama menjalani hari-harinya selama ini Mawar jadi belajar,ia benar-benar harus pintar memilih suatu hubungan,ia akan membuang hubungan atau ikatan dengan orang yang tidak baik untuk hidupnya begitupun sebaliknya.
"Udah mba..",ucap Anya setelah memasukan sepedanya dibantu dengan sopir taksi.
Mawar segera masuk kedalam mobil taksi,ia benar-benar tak menengok atau melirik sedikitpun kepada keluarga itu.
Namun tanpa disadarinya sedari tadi Adi menatapnya terus.
Setelah mobil yang dikendari Mawar pergi,Adi diam mematung melihat taksi yang dikendarai Mawar sampai hilang dipandangannya.
Ada rasa kecewa saat Mawar tidak bereaksi saat melihatnya,wanita itu bahkan tidak merubah ekspresinya sedikitpun.
__ADS_1
Ekspresi Mawar yang diam tanpa memperdulikannya sama sekali sungguh membuat pukulan sendiri untuk Adi.
Ia tak menyangka Mawar akan mengabaikannya seperti orang lain bahkan sampai benar-benar pergi dari pandangannya.