
"Yakin mba nggak mau di temenin..?"
Pagi ini mereka sedang berada di taman,Anya mengantar Mawar kesebuah taman dimana itu adalah tempat yang Adi pilih.
Kemarin malam mba'nya mendapat pesan dari kak Adi,bahwa ia ingin bertemu dengan mba Mawar.
Awalnya mba'nya itu menolak,tentu saja ...siapa yang mau menemui suami yang sebentar lagi akan ia ceraikan? apalagi hubungan mereka sudah sangat kacau.
Namun tanpa di duganya,kak Adi mengatakan akan menandatangani surat perceraian jika mba'nya datang.
Kak Adi bilang ingin bertemu untuk terakhir kalinya ,juga ingin membahas tentang perceraian mereka.
"Nggak papa kok..lagi pula nggak sepi-sepi juga tamannya..lihat ..disana ada beberapa orang"
Anya mengamati keadaan sekitar,memang taman itu tidak terlalu sepi,masih ada beberapa orang berlalu lalang.
Namun entah mengapa firasatnya dari tadi tidak enak,ia juga merasa gelisah.
"Huh..kenapa si kak Adi ngajak ketemuannya hari ini,padahal kan harusnya kita main sama anak-anak di toko.."
Kemarin Anya dan Mawar sudah janji pada Akins dan Azka,kalau hari minggu ini mereka akan bermain bersama,dan toko juga akan tutup.
Sebenarnya ini hari ulang tahun Mawar,mereka sudah merencanakan akan membuat kue bersama dan melakukan pesta kecil-kecilan.
Namun karena mendapat pesan seperti itu,mau tak mau Mawar harus menundanya.
Apalagi Mas Adi sudah mau menceraikannya asalkan ia datang hari ini,bukankah ini kesempatan yang bagus?
"Kita kan masih punya banyak waktu,mba janji kok nggak bakal lama.."
"Aku tunggu di kursi sebelah sana ya mba..kalau ada apa-apa mba harus teriak.."
Mawar tertawa mendengar saran dari Anya,ia tahu adiknya itu menghawatirkannya,apalagi setelah kejadian yang lalu.
Mas Adi memang terlihat sangat menyeramkan dan kelakuannya diluar kendali.
Namun Mawar yakin dengan pertemuan yang ia lakukan di taman tak mungkin Mas Adi akan bersikap kasar.
"Iya..iya..ya sudah kamu tunggu mba disana dulu ya..",tunjuknya pada sebuah kursi taman yang cukup jauh dengannya.
Walaupun mendengus kesal,Anya tetap meneuruti perkataan mba'nya.
Ia sungguh tak terima jika meninggalkan mba'nya dengan kak Adi.
...
Mawar mengecek jam yang ada di tangannya,sudah ada sepuluh menit menunggu tapi Adi juga belum menunjukan batang hidungnya.
*A*pa Mas Adi lupa..?
Dilihatnya Anya yang sedang asyik makan bakso di pinggiran taman,anak itu terlihat sangat menikmatinya,padahal tadi Anya paling kesal saat di ajak ke taman.
*S*yukurlah kalau dia sudah baikan..
Sepanjang perjalanan menuju taman,Anya selalu saja mencoba untuk menghalanginya.
__ADS_1
Semenjak ia di dorong oleh Mas Adi anak itu memang sangat membencinya,apalagi waktu itu Mas Adi hendak membawanya secara paksa.
Lama Mawar menunggu sembari bermain ponselnya.
Ia tersenyum-senyum sendiri melihat galeri yang penuh oleh foto dirinya dengan anak-anak.
Disana terlihat pipi gembul Akins yang sekarang bertambah besar.
*H*ihi...lucu sekali...
"Aku jadi kangen..."
Saat dirinya sedang asyik melihat foto di galerinya,tiba-tiba suara seorang yang ia kenal menegurnya.
"Hei..!"
Mawar mengerutkan kening,ia melihat dengan seksama siapa yang sedang berdiri di depannya.
Karena merasa tak perlu menanggapinya,Mawar kembali beralih ke ponselnya.
Wanita itu merasa kesal karena Mawar mengacuhkannya,ia berulah dengan merebut hp Mawar lalu membantingnya.
"Apa yang kamu lakukan..!"
Dilihatnya Hp miliknya sudah pecah layarnya,Mawar sangat marah dan juga kesal.
"Siapa suruh kamu sok nyuekin aku..!"
"Rosi..!"
Mawar mengambil hp miliknya kemudian hendak pergi.
Melihat tampang sok polos itu membuatnya ingin segera meninggalkan taman itu.
"Eits...tunggu sebentar,bukankah kita sudah janjian akan bertemu disini.."
Rosi tersenyum melihat raut wajah Mawar yang terlihat kebingungan.
"Kamu benar...aku yang kirim pesan ke kamu tadi malam,bukan suamiku..",ucapnya sembari menekankan kata *S*uamiku.
"Apa yang ingin kamu katakan.."
Mawar sudah tidak perduli,mau Mas Adi atau Anya yang mengirim pesan,siapapun itu yang jelas ia hanya ingin segera pergi dari tempat itu.
"Haha...ternyata kamu cepat tanggap ya..aku hanya ingin satu hal,setelah kamu cerai nanti pergilah dari kehidupan Kak Adi,juga jangan berharap kamu minta harta gono-gini.."
Mawar tertawa mendengar kata-kata anak ingusan di depannya ini.
Padahal Rosi masih terlihat seumuran dengan Anya,namun pemikirannya sangat lucu.
*A*pa..? harta gono-gini...? apa dia bercanda..?!
Yang paling tahu ekonomi Mas Adi selama ini adalah dirinya!
Ia bahkan menemani Mas Adi dari nol sam pai sekarang.
__ADS_1
Rosi hanya diam melihat Mawar tertawa,ia mengira Mawar gila karena tertawa disaat seperti itu.
"Kamu suruh saja Mas Adi cepat menandatangani surat cerainya...dan kamu tenang saja,aku tida akan pernah meminta harta sepeserpun",ucapnya.
Mawar dapat melihat raut wajah Rosi yang terlihat sedikit bahagia.
"Baguslah...setelah itu jangan datang lagi ke kehidupan kami,kak Adi pasti lebih bahagia denganku dari pada dengan wanita mandul sepertimu.."
Mawar diam mendengarkan saja,sepertinya mertuanya itu tidak mengatakan semuanya pada Rosi.
"Yaah..meskipun sekarang aku belum bisa hamil..tapi secepatnya aku bakal hamil juga,apalagi kak Adi sangat bersemangat setiap malam.."
Mawar sangat terkejut mendengarnya,bukankah Rosi sedang hamil..?!
"Apa maksudmu...?"
"Haha...santai saja,aku akan jujur padamu..toh kamu akan segera cerai..
Aku bukan wanita bodoh yang akan langsung mau hamil setelah menikah siri,aku juga harus tahu bagaimana reaksi Kak Adi setelah mengetahui aku hamil..jadi aku memutuskan untuk pura-pura hamil..dan ternyata hasilnya cukup memuaskan ...
Dia tetap mempertahankanku walaupun kamu memintanya untuk menceraikanku.."
Setelah ucapan Rosi berakhir terdengar suara tamparan yang sangat keras
*P*laaakk...!!!
Mawar sungguh menamparnya dengan sekuat tenaga sampai wanita itu terjatuh diatas rumput.
Mawar sudah meneteskan air mata ,bahkan wajahnya terlihat sangat merah.
Ia sudah tak bisa berkata apa-apa lagi,Rosi benar-benar sangat kurang ajar.
Demi mendapatkan Mas Adi ,anak itu bahkan rela melakukan semua ini dan menghancurkan rumah tangganya.
"Mawar...!!!"
Mawar sangat terkejut saat mendengar teriakan Mas Adi.
Dilihatnya suaminya itu berlari ke arah mereka,kemudian menghampiri Rosi yang masih terbaring di rumput.
"Apa yang telah kamu lakukan..!!",ucapnya dengan berteriak.
"Ma...mas...aku bisa jelasin.."
"Nggak perlu..! Mas udah liat semuanya,kamu menampar Rosi dengan sangat keras kan?! kamu kan tahu dia sedang mengandung anak mas..!!"
Mendengar itu hati Mawar terasa sangat sakit,suaminya bahkan tak mau mendengar penjelannya sedikitpun.
"Dia itu cuma pu..."
"Cukup...!!! Mas nggak mau lagi denger alesan kamu..mas tahu kamu nggak suka sama dia..tapi mas nggak nyangka kamu bakal berbuat sekeji itu..!"
"Kak...",terdengar rintihan yang keluar dadi mulut Rosi.
"Perutku sakit...",kemudian terlihat sebuah darah yang keluar melewati kaki wanita tersebut.
__ADS_1