
Ceklek...
Anya membuka pintu kamar mandi sembari mengusap-usap rambutnya yang basah,dia keluar sudah memakai piyama dengan lengan panjang dan celana panjang berwarna putih.
Gadis itu mengedarkan pandangannya melihat ruangan kamar yang kosong.
"Dimana kak Dafa...?"
Katanya mau menunggu,tapi malah pergi entah kemana...
"Sudahlah...aku tidur dulu saja..badanku rasanya lelah sekali..."
Anya bergegas mengeringkan rambutnya,setelah itu meminum vitamin rutin sebelum tidur.
Gadis itu selalu melakukan hal tersebut,karena jadwal kerjanya yang padat ia tak boleh melewatkan meminum vitamin untuk kesehatan tubuhnya.
Diliriknya jam yang sudah menunjukan angka 7 malam.
"Huft..waktu berjalan begitu cepat...",gumamnya.
Matanya melirik lagi ke pintu kamar yang masih tertutup.Fikirannya mulai menjalar kemana-mana.
Sebenarnya Anya sedikit canggung dan berdebar sedari tadi.
Setibanya sampai dikamar,Anya tak bisa mengelak bahwa fikiran nakalnya selalu muncul.
__ADS_1
Ia tahu malam ini bisa jadi malam pertamanya dengan kak Dafa,tapi entah mengapa ia malah merasa sangat takut bahkan berpura-pura memasang wajah sangat keletihan.
"Apa kak Dafa pergi karena kecewa...?" ,apa laki-laki itu tahu kalau sedari tadi ia menghindarinya?
"Ish ish....tidur saja Anya...jangan berfikir yang aneh-aneh...mungkin kak Dafa ada kepentingan ...ya pasti seperti itu...",berbicara sendiri meyakinkan diri.
Sedikit lama Anya bergelut dengan fikirannya,hingga rasa kantuk dan lelah yang sudah menumpuk membuat dirinya mulai rileks menuju alam bawah sadarnya.
Gadis itu sudah terlelap dibawah slimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
...
Ceklek...
"Dasar gadis kecil yang nakal...",kekehnya.
Dibuangnya handuk yang melingkar di lehernya kesembarang arah,lalu berjalan menuju ranjang dimana istri kecilnya itu tertidur.
"Apa kau tidak bisa menungguku sedikit lebih lama..",bisiknya disamping wajah Anya.
Tanganya mengelus-elus wajah cantik istrinya yang terlihat sangat polos.
Setelah bertemu Zio,Dafa memang pergi ke kamar lain dan mandi disana,ia berfikir setelah mandi ia bisa langsung melakukan hal yang sudah ia nantikan bersama istrinya.
Tapi malah Anya sudah tertidur lelap tanpa menunggunya sama sekali.
__ADS_1
"Awas saja nanti kalau terbangun akan kuhukum kau kelinci kecil...",bisiknya lagi.
Merasa ada yang berbicara dan menyentuh kepalanya,Anya yang belum lama terlelap membuka matanya.
"Kak...?" ,ucapnya sembari mengerjapkan matanya.
Namun belum sempat kesadarannya pulih,Dafa dengan cepat meraih kaki wanita itu.
" Ada apa...? aku sedang memijitmu.."
Anya masih diam belum sadar,ia diam saja saat Dafa mulai memijit-mijit kakinya ,hingga akhirnya Anya tersentak saat tangan laki-laki itu mulai memjijit ke bagian atas .
"Ka...kak...! apa yang sedang kau lakukan...?!",Anya melebarkan matanya,kantuknya seakan lenyap saat laki-laki itu mengangkat satu kakinya dan mengecupnya dengan sangat sensual.
Anys menelan ludah kasar,ia kink sudah seratus persen sadar dan paham situasi yang sedang terjadi.
"Sayang...istriku...bolehkan...?" ,Dafa bertanya dengan mata yang penuh gairah .
Melihat itu Anya hanya bisa mengangguk pelan..mau bagaimana lagi...? laki-laki itu minta izin dirinya tapi tangannya sudah kemana-mana,toh mereka sudah sah menjadi suami istri.
Melihat anggukan Anya dan wajah merah merona istrinya itu,Dafa tak membuang kesempatan.
Dengan cepat ia menata posisi,mengukung tubuh Anya dalam pelukannya dan mulai mencium istrinya dengan sangat semangat.
Dilanjut di episode berikutnya ya....๐
__ADS_1