Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Bertubi-Tubi


__ADS_3

Mawar melangkahkan kaki dengan sedikit berlari menuju wc terdekat,tanpa sadar ia juga membanting pintu lalu menguncinya.


Ia menutup mulutnya rapat-rapat agar orang lain yang di luar tak mendengarnya.


Mawar menangis sesegukan,rasa sakit yang teramat sangat menjalari seluruh hatinya.


*K*enapa..?kenapa mertuaku jahat sekali padaku..?


Meskipun ia belum mengetahui kebenaran dari mulut mertuanya itu sendiri,namun bukti rumah sakit yang akurat tak mungkin salah.


Mawar menghentikan tangisannya tatkala mendengar seorang ibu-ibu yang mengetuk pintunya,ia juga mendengar rengekan anak kecil yang sudah kebelet pipis.


Segera Mawar mencuci wajahnya,mengelapnya dengan tisu tak lupa memakai masker yang selalu ia bawa.


Ia tak ingin orang lain melihat wajahnya,dengan cepat Mawar keluar sembari menundukan kepalanya lalu berjalan kearah pintu keluar.


*A*h..bahkan alam turut mendukung kesedihanku..


Pas sekali hujan turun disaat ia ingin pulang,bahkan hujannya sangat deras disertai angin kencang,untung saja ia membawa payung di tasnya,Mawar ingin cepat-cepat pulang dan menanyakan perihal obat pada mertuanya.


Namun saat ia ingin melangkah,ia melihat seorang kakek-kakek yang hendak menyebrangi hujan menggunakan tas yang ada diatas kepalanya.


Padahal kakek itu terlihat berpakaian rapi,sepertinya juga beliau orang berada.


"Kakek..?",Mawar menyapa kakek tersebut.


"Anda pakai payung saja",memberikan payung ditangannya.


"Lalu bagaimana denganmu nak cantik?"


"Saya tidak apa kek,saya sudah terbiasa terkena hujan"


"Nanti barang di tasmu bisa basah"


"Saya bawa kresek,jadi isi tas saya aman",Mawar menenteng kresek ditangannya,kakek itu tersenyum melihat Mawar.


"Kamu baik sekali,saya doakan hidupmu akan bahagia"


Mawar tersenyum,itu adalah doa yang paling menyentuh hatinya saat ini.


"Terimakasih kek,kalau begitu saya pergi dulu",Mawar melangkah menyebrangi hujan,namun ia membalikan badan tatkala mendengar kakek tadi memanggilnya.


"Nak...!",


Kakek itu tersenyum ,sungguh senyum yang menghangatkan.


"Jangan mengis lagi..",katanya


Mawar sedikit terkejut mendengar itu,namun tak urung tersenyum juga lalu melanjutkan langkahnya menuju halte.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan pulang ia berpegangan pada besi dalam keadaan berdiri,tak mungkin ia duduk dan membasahi kursi penumpang.


Bus itu sepi penumpang,hanya ada dirinya dan dua orang wanita saja,mungkin karena faktor hujan.


Setelah beberapa lama akhirnya ia sampai di desanya,Mawar langsung berlari menerobos hujan lagi,ia ingin cepat-cepat bertemu mertuanya.


Ia juga sudah mengirim pesan pada Bu Winar kalau ia ingin bicara dirumah,entah mertuanya itu masih dirumah atau di rumah temannya.


*C*eklek...


Mawar mematung melihat mertuanya benar ada dirumah,Bu Winar juga sedang menatapnya dari arah sofa.


"Ada apa..?",katanya culas,bahkan mertuanya mengalihkan pandangannya dan menonton televisi kembali.


Mawar menghembuskan nafas beratnya,berusaha menetralkan rasa takut dan gugupnya.


"Ini apa mah...",ia memberikan kertas hasil tesnya tadi diatas meja.


Bu Winar mengambil kertas itu lalu membacanya lamat-lamat.


"Oh..jadi kamu udah tahu..?"


Dan dengan entengnya Bu Winar berkata seperti itu tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


"Ja..jadi ini bener mah..? selama ini yang aku minum bukan jamu penyubur?!"


Mawar sudah menangis,ia sungguh tak menyangka mertuanya akan melakukan itu.


"Maahh....!!",Mawar meninggikan suaranya,ia menangis sejadi-jadinya.


"Hei..!! kamu berani bentak mama..?!!",Bu Winar sudah berdiri dan menaruh tangannya di pinggang.


"Kenapa mama tega lakuin ini ke aku ma..? kenapa..!!"


Mawar kalap,ia bahkan tak sadar membentak mertuanya,yang ia rasakan hanya kesedihan dan kemarahan.


"Kamu tanya kenapa hah..?! dari awal mama sudah tidak suka sama kamu!..!! gara-gara kamu Adi nikah sama anak yatim piatu yang nggak punya apa-apa..!! padahal mama udah jodohin dian sama anak temen mama..!!"


Kemudian Bu Winar mendorong tubuhnya hingga ia terjatuh dan terpental hingga ke teras.


"Kamu nggak tahu betapa malunya mama sama teman-teman mama?! anak satu-satunya menikah sama cewek yang nggak jelas asal-usulnya..! dari awal mama memang nggak merestui kalian,dan mama nggak sudi punya cucu yang lahir dari rahim kamu..ngerti..!!"


Bagai tersambar petir Mawar tak percaya dari apa yang ia dengar,perkataan mertuanya itu sungguh menohok jantungnya.


Kenapa mamanya baru berkata seperti itu sekarang?,jadi selama dua tahun ini mertuanya hanya berakting saja?


"Huh..kamu kira mama suka sama kamu dari awal? kalau saja Adi tak merengek dan meminta menikahi kamu,mama juga ogah punya mantu kayak kamu..!"


Lalu tanpa bisa berkata apa-apa lagi Mawar hanya bisa melihat mertuanya yang menutup pintu dengan keras dan Mawar ditinggalkan sendiri disana.

__ADS_1


Mawar berjalan menuju tokonya ,tubuhnya menggigil akibat kedinginan,langkahnya semakin berat,tangisnya tak bisa berhenti.


Ia memukul-mukul dadanya yang terasa berat itu,kakinya ambruk diatas rumput,sungguh kali ini ia tak berdaya.


"Aargg...!!"


Ia menangis di anatara derasnya hujan.


"Kenapa hidupku seperti ini..? apakah aku tak layak bahagia? "


Hidup sendiri dari ia kecil saja sudah berat baginya,namun mendapat perlakuan seperti ini bukankah keterlaluan? bukankah mertuanya itu tak manusiawi?


Kali ini Mawar bertekad akan mengadu semua pada suaminya,ia akan berkata sejujur-jujurnya pada Mas Adi ,bagaimana mertuanya memukul dan menyiksanya.


Mawar juga akan berkata pada suaminya bahwa mereka bisa memiliki anak !


Ia mencoba berdiri dengan segenap tenaganya,badanya yang menggigil hebat dan cara berjalannya yang sempoyongan tak membuat langkah Mawar berhenti


Meskipun kepalanya terasa sangat pusing ia tetap melangkahkan kakinya menuju toko rotinya,ia ingin membersihkan badanya dan menenangkan hatinya disana terlebih dahulu.


Setelah itu ia akan menelfon suaminya Mas Adi,dan memberitahukan semuanya.


Setelah sampai di sebrang jalan,Mawar melihat banyak orang yang mengerumuni tokonya,bahkan banyak bapak-bapak berlari kesana kemari.


Ia melihat kebulan asap yang keluar dari arah tokonya,segera Mawar berlari dan menerobos kerumunan orang-orang itu.


Badanya mematung tak bisa bergerak,Mawar melihat Anya yang menangis di depan toko.


Tokonya terbakar..!


Seketika kekuatan dari dalam tubuhnya hilang semua,badanya sangat lemas,ia terjatuh duduk diatas aspal sembari menatap kosong toko rotinya yang dimakan sang jago merah.


"Mba...!",Anya mengahmpiri Mawar yang masih syok itu.


"Tokonya mba...tokonya!",Anya memeluk Mawar yang belum bereaksi apapun.


Mawar tersenyum pahit,ia bahkan sudah tak bisa mengeluarkan air matanya lagi.


"Menyedihkan..",ucapnya lirih.


*H*idupku sungguh menyedihkan..hidup tanpa orang tua dan keluarga satupun,setelah menikah aku juga tak bahagia,sekarang satu-satunya tumpuan hidupku hangus terbakar...


Hingga akhirnya yang terakhir ia dengar adalah suara teriakan Anya yang memanggil namanya,Mawar tak memikiran apa-apa lagi.


Yang ia rasakan saat ini adalah pening yang begitu hebat melanda kepalanya dan mulai merenggut kesadarannya..


...~~~...


...Terimakasih sudah mampir dan membaca novelku☺...

__ADS_1


...Jangan lupa terus beri autho dukungan biar rajin upnya😘😘...


...Aku sayang kalian🤗...


__ADS_2