
Seorang gadis muda menggenggam sebuah keranjang kecil berwarna biru di depan sebuah gang pinggiran jalan raya.
Gadis berwajah imut dengan kaos oblong warna abu-abu kesukaannya itu terlihat sangat bersemangat dengan senyum merekah di wajahnya yang kecil.
Mata Anya berbinar setelah sekian lama ia menunggu mendapati mba'nya datang membawa keranjang yang sama.
"Mba...!",teriaknya sembari melambaikan tangan.
"Kamu sudah menunggu lama?",tanyanya lembut.
"Emm..tidak",Anya menggelengkan kepala.
"Syukurlah...ini mba bawa kue lebih banyak dari yang kemarin,mudah-mudahan bisa habis semua ya"
"Tenang aja mba...pasti hari ini bakal habis semua kue jualan kita ...kue mba kan yang paling enak!",ucapnya semangat.
Mawar tertawa mendengar pujian gadis itu,tanganya mengusap lirih lengan kurus milik Anya.
"Maafin mba ya...kamu nggak harus ikut kok jualan keliling begini"
"Nggak papa mba...aku seneng bisa ikut jualan kok,apalagi sekolahku kan mulai sore nanti"
Tentu saja itu bukan sekolah umum pada normalnya,Anya hanya mengikuti les setelahnya ia akan melakukan kejar paket demi mendapat ijazah dikarenakan keadaannya sekarang yang sudah melewati usianya.
Itu semua berkat Mawar yang membantunya.
__ADS_1
Setelah pertemuan mereka beberapa hari yang lalu,Anya kini merubah sikap sinisnya menjadi sangat penurut didepan Mawar.
Itu bagai anak kucing yang sudah jinak oleh majikannya?
Karena Mawar sudah membantunya banyak hal,dari mengurus makannya sehingga ia tak perlu lagi khawatir akan kelaparan hingga sekolahnya.
Tak ada yang perlu Anya khawatirkan dan ragukan tentang ketulusan mba Mawarnya.
Selama ini ia hanya mengira Mawar hanyalah seorang perempuan yang mengasihani dirinya saja,tapi setelah mendengar bahwa Mawar adalah gadis yang tumbuh tanpa orang tuanya Anya kira mereka sama?
Jadi tak ada hal lain yang Anya ragukan lagi,semua yang Mawar lakukan tulus kepadanya karena memiliki kisah yang sama,itulah yang selama ini ia fikirkan.
"Baiklah...kalau begitu kita bawa kue ini setengah-setangah,setelah selesai kita makan siang seperti biasa ya..."
Ia akan melakukan segala hal agar kue itu habis,intinya Anya ingin membuat mba'nya senang.
"Hm...enaknya kemana ya hari ini.."
Tidak baik jika ia selalu berjualan di tempat yang sama,pelanggannya akan cepat bosan bukan?
"Aku harus berkeliling di tempat lain..." ,ucapnya lirih sembari berfikir.
Wajahnya yang tadinya terlihat bingung kini terlihat tersenyum,sepertinya gadis cilik itu sudah menemukan apa yang dicarinya.
Dan tanpa diduga,kakinya yang kecil itu berjalan dengan cepat menuju tempat tujuan.
__ADS_1
Mata Anya melebar saat melihat ada banyak anak-anak dan para orang tua yang sedang berjalan-jalan hari ini.
"Wahh..ramai sekali...!" ,ucapnya girang.
Bukankah bagus ia bisa menjual pada orang-orang itu?
Anya sengaja pergi ke taman karena ini hari minggu,dan benar saja banyak orang yang datang ketempat ini.
Seperti kancil yang melihat buah segar,dengan cepat Anya melangkahkan kakinya.
Dirinya yang sudah berlatih berjualan kini terlihat sangat lihai ...bahkan dengan wajahnya yang imut itu saja membuat para pembeli tak tega dengan dirinya.
"Nak..ibu beli lima bungkus ya...",ucap seorang ibu dengan memberikan uang berwarna hijau.
"Oh baik bu..." ,ucapnya semangat.
Anya dengan cekatan membungkus kue-kuenya kedalam plastik.
Belum ia menyerahkan kue itu pada sang pembeli tiba-tiba suara seorang lelaki menghentikan gerakan tangannya.
"Beli apa ma...?",ucapnya.
Anya mematung saat melihat lelaki yang tengah berdiri di depan seorang ibu yang sedang membeli kuenya.
Jika saja ia tak memegang keranjang itu dengan kuat,pasti kue-kue itu sudah berjatuhan di bawah tanah saat ini.
__ADS_1