Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S3 Tidak Mau Jauh Jauh


__ADS_3

"Kemana?"


"Swiss...bukankah itu impianmu?"


Anya menatap wajah suaminya dari cermin,bagaimana kak Dafa tahu dirinya ingin pergi kesana?


"Jangan terlalu difikirkan...aku tahu semua hal tentangmu sayang..." ,sembari membelai perut istrinya.


Glek...


Anya menelan ludah kasar,ia sedikit senang dan juga ngeri mendengarnya.


Dafa laki-laki yang menjadi suaminya sangat paham akan dirinya dan tentu dangat peka.


"*Bukankah ini yang diharapkan semua wanita..? ingin memiliki suami yang faham dan peka..? tapi kenapa aku malah merinding..?


Apa lagi kak Dafa tahu cita-citanya ingin bulan madu di Swiss*..!"


Padahal Anya belum pernah membicarakannya dengan siapapun.


"Apa..apa kakak memata-mataiku..?",tanyanya curiga,jika benar maka untuk yang satu ini Anya akan marah,itu sudah keterlaluan dan menakutkan


"Tidak..."


"Benarkah...?",belum seratus persen yakin.


"Aku hanya menebaknya ...tapi ternyata itu benar..aku sangat senang..",jawab Dafa.

__ADS_1


Anya menghembuskan nafas leganya,ia senang Dafa tidak keterlaluan.


"Tapi kalau hari ini aku tidak bisa ...a..aku..belum kuat",ucapnya lirih.


Bagian selangkangannya masih kaku dan perih,ia tak mungkin bisa pergi hari ini.


"Aku tahu...aku tidak akan memaksa...kita akan pergi tiga hari mendatang?"


"Baiklah...berarti apakah sebelum pergi aku boleh main kerumah mba Mawar..? bukankah itu menyenangkan menginap dua atau tiga hari disana? kita bisa bermain dengan Zahra dan Akins sepuasnya...!",katanya,dengan wajah yang berbinar-binar.


Ah..dibayangkan saja Anya sudah kesenangan..karena semenjak ia berkerja,ia jadi jarang bermain dengan keponakannya itu.


"Tidak...tidak boleh...!",jawab Dafa tegas.


Wajah Anya yang tadinya sumringah berubah karena terkejut.


"Kau mau menyiksa suamimu...? aku tidak setuju dengan ide itu"


Mana mungkin Dafa mau menginap di hari spesial mereka!


Dafa ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan istri kecilnya itu,merengkuh dalam pelukannya seharian dan tidak pergi kemana-mana.


Mana mungkin ia melepaslan honeymoon mereka dan menggantinya menginap di rumah yang banyak penghuninya itu.


Membayangkannya saja sudah membuatnya sebal.


"Lalu apa yang akan kita lakukan..?",pertanyaan yang polos.

__ADS_1


Mereka sudah cuti dari kerja,Dafa tidak mengizinkannya bermain dirumah mba Mawar,apa yang akan dilakukan Anya? dia akan cepat bosan.


Bibir Dafa terangkat mendengarnya.


"Memang apalagi...kita akan melakukan hal yang biasa dilakukan suami istri selama tiga hari mendatang..",jawabnya dengan wajah sumringah.


"Apa..?!"


Tiba-tiba saja Anya merinding melihat senyum suaminya,perih sisa percintaan mereka saja masih sangat terasa ,tapi laki-laki itu sudah berniat mengurungnya seharian dikamar.


***


"Haaah....",menghela nafas pelan.


Dafa menatap wajahnya didepan cermin,menatap lekat pantulan dirinya dengan seksama,tapi kenyataannya fikiran lelaki itu tidak disana.


Dafa teringat pertanyaan istrinya...


"Apa..apa kakak memata-mataiku..?"


Dafa menundukan kepalanya,sungguh ada rasa berat membebani hatinya,ia tak ingin berbohong tapi ia tak mau hal yang dulu terulang kembali.


Dafa memang menyadap hp Anya,mulai dari lokasi bahkan segala kegiatan yang Anya lakukan di hp Dafa bisa mengetahuinya.


Itu semua berawal dari hilangnya Anya dulu bersama Mawar,sejak saat itu Dafa menjadi begitu posesif dan rasa takut akan kehilangan Anya sangat besar.


"Maafkan aku...maafkan aku...aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu...",ucapnya lirih.

__ADS_1


Untuk saat ini Dafa ingin merahasiakan hal tersebut,tapi suatu hari nanti ia akan bicara dengan jujur kepada Anya,karena sejatinya ia tahu apa yang dilakukannya sekarang ialah hal yang tidak benar.


__ADS_2