Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Jalan Jalan


__ADS_3

"Mas ..makanannya sudah siap"


Mawar memanggil suaminya yang ada didalam kamar,sekarang ia sedang menyiapkannya di meja makan.


"Iya sebentar",Adi keluar dengan memakai baju lengkapnya.


Mawar melihatnya dengan mengerutkan kening,suaminya terlihat lebih rapi dari biasanya.


"Kenapa rapi sekali mas? mau pergi lagi..?"


"Iya..kita akan jalan-jalan berdua..mau kan?"


*T*entu saja sangat mau..


Mawar sangat senang,ia bahkan memeluk dan mencium pipi Mas Adi saking girangnya.


"Beneran mas..?"


"Iya ..sekarang kamu siap-siap gih"


"Baiklah..."


Mawar berjalan dengan cepat dan wajah yang berseri-seri,ia sangat senang saat Mas Adi mengajaknya jalan-jalan.


"Ah..aku akan berdandan dengan cantik,jarang sekali Mas Adi mengajakku jalan-jalan"


Dibukannya lemari dan Mawar memilih beberapa pakaian yang ia anggap cantik dan rapi.


Ini gaun terbagus dan termahal yang aku punya..


Ia membeli gaun itu saat terakhir pergi ke pasar malam bersama Mas Adi,itu adalah kenangan yang indah.


Sampai sekarang ia menyimpannya dan memakainya jika ada moment penting seperti sekarang saja.


Mawar memilih dress berwarna peach dengan perpaduan gambar bunga di beberapa sisi,dress dengan panjang selutut dan berlengan pendek.


Dipadukan dengan flat shoes berwarna senada dan tas berwarna coklat.


Tak lupa Mawar me-make'up wajahnya secantik mungkin,menguncir setengah rambutnya dan menggerai beberapa anak-anak rambut poni panjangnya.


Ia memutar-mutar badannya di depan cermin,mencoba meneliti penampilannya itu.


"Apa aku sudah cantik..?"


Karena jarang sekali memakai make'up Mawar merasa sedikit canggung,padahal ia hanya memakai make'up tipis tapi rasanya masih sedikit aneh.


Setelah beberapa kali meyakinkan diri Mawar beranjak keluar hendak menyusul suaminya yang ada di dapur


"Aww..."


Diusapnya kepalanya yang terbentur sedikit keras itu.


"Mas...?"


Ternayata Mas Adi..ia bertabrakan dengan suaminya yang ternyata hendak keluar dari dapur.

__ADS_1


Adi mematung melihat penampilan Mawar,ia bahkan melongo dan tak bereaksi apapun melihat Mawar yang masih mengusap-usap keningnya.


"Mas..? ada apa..?"


Melambaikan tangan di depan suaminya,Adi langsung tersadar saat Mawar menjentikan jarinya.


"Eh...kamu sangat cantik sayang"


Mawar memang benar-benar sangat cantik,istrinya itu terlihat lebih muda dan lebih mempesona.


Adi mendekat dan mendekap Mawar ke dalam pelukannya dan tersenyum dengan hangatnya.


"Kamu cantik sekali malam ini",membisikan kata-kata manis di dekat telinga Mawar


"Apa kita tunda saja jalan-jalannya..?",ucapnya sembari menaik turunkan alisnya.


"Ah mas...nggak mau..aku sudah susah payah dandan begini",katanya dengan manja.


"Haha...baiklah,tapi kasih menu utama dulu dong",katanya sembari menunjuk pipi dan bibirnya.


Mawar tersenyum,lalu beranjak mencium pipi suaminya,kemudian mengecup bibir Adi dengan singkat.


"Sudah..ayo berangkat mas"


Adi terlihat puas,kemudian ia berjalan sembari menggandeng tangan Mawar menuju halaman depan rumahnya.


Kemudian membukakan pintu mobil untuk Mawar,juga memasangkan sabuk pengaman,hal seperti itu saja membuat Mawar sangat senang.


Baginya perlakuan kecil seperti itu adalah hal yang sangat romantis.


"Makanan tadi enak juga..kamu pesan dimana?"


Mobil itu berhenti saat menemui lampu merah,disana Mawar dapat melihat beberapa anak kecil yang langsung berlari dan menghambur menghampiri beberapa kendaraan untuk meminta uang.


"Enak kan?,aku memesannya dengan penuh pertimbangan loh mas..sebentar"


Mawar mengotak-atik layar ponselnya,kemudian ia menunjukannya kepada Mas Adi.


"Ini mas..ini restonya,menunya juga banyak dan kelihatan enak,makanya aku mau coba,eh nggak nyangka mas suka.."


Tanpa disadari Mawar air muka Adi berubah ,ada keterkejutan disana,namun dengan cepat Adi menutupinya.


"Ekhem...yah lumayan enak"


*T*ok..tok..tok...


Perhatian Mawar teralihkan saat mendengar ketukan di kaca mobilnya.


Terlihat seorang anak laki-laki berkisar umur 12 tahun datang dan menyodorkan sebuah kaleng kosong di depannya.


"Bu..kasihanilah saya bu,saya belum makan dari pagi",ucapnya.


Hati Mawar sakit melihat itu,rasanya ia jadi teringat saat melihat Anya dulu,Anya sewaktu masih jadi anak jalanan seperti itu.


Ia juga tahu betapa susahnya mencari uang untuk makan ,baginya yang anak yatim piatu bertahan hidup itu sangatlah susah karena tak ada keluarga untuk tempat bernaung.

__ADS_1


Mawar mengeluarkan uang berwarna merah kedalam kaleng anak tersebut.


"Ini sedikit uang untuk makan kamu dan adikmu",ucapnya dengan tersenyum.


Mawar tahu anak laki-laki di depannya ia mempunyai adik perempuan,tadi sebelum mobilnya berhenti Mawar sempat melihatnya menggendong anak kecil.


Terlihat anak itu tersenyum kemudian mengucapkan kata terimakasih dan serentetan doa agar dirinya bahagia.


Mawar mengehembuskan nafas lega sembari melihat anak itu berlari menghampiri adiknya dengan gembira.


Ia sangat senang bisa membantu anak-anak itu,meskipun bukan jumlah uang yang besar namun bantuanya itu bisa saja membahagiakan seseorang.


Adi mengelus rambut istrinya,ia sangat senang memiliki istri berhati malaikat.


"Kamu sangat baik sayang",ucapnya semari tersenyum hangat.


"Aku hanya teringat diriku sendiri dan Anya mas..aku tahu betapa susahnya hidup tanpa orang tua.."


"Kita doakan saja semoga anak-anak itu mempunyai takdir yang bahagia"


"Iya mas..aku sekarang juga sudah bahagia,bisa menikah denganmu dan memiliki keluarga"


*A*palagi kalau nanti kita punya anak mas..sepertinya itu adalah puncak kebahagiaanku..


Adi membalasnya hanya dengan sebuah senyuman,kemudian ia fokus kembali setelah lampu hijau telah menyala.


Setelah menempuh perjalanan lagi,hening diantara keduanya.


Mawar melirik suaminya yang sedang menyetir,setelah percakapan tadi suaminya terlihat sedang memikirkan sesuatu.


Bebapa kali Mawar memanggilnya namun suaminya itu tak mendengarnya.


"Mas...?!",panggilannya yang ke tiga sedikit keras membuat Adi tak sengaja menginjak rem dengan mendadak


"Akh..! hati-hati mas..!",Mawar sangat terkejut ,ternyata benar suaminya itu sedang melamun dan memikirkan sesuatu saat sedang menyetir,bukankah itu sangat berbahaya?


"Kenapa mas..? mas terlihat tidak konsentrasi..apa ada yang mengganggu pikiran mas?"


"Maafkan mas...mas cuma keinget kerjaan saja",katanya.


"Kalau mas nggak sempat meding kita pulang saja mas,aku nggak mau mas nggak konsen begini"


"Nggak papa,maafin mas ya...sebentar lagi kita sampai kok"


Mawar mendesah pelan,jiwa suaminya memang ada disini bersamanya,namun fikiran Mas Adi melambung entah kemana.


Tiba-tiba semangatnya hilang begitu saja,Mas Adi juga diam lagi sepanjang perjalan.


Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah resto bergaya klasik bercampur modern di dekat pantai.


Suasana disana juga sangat indah dan damai,banyak lampu kemerlap berwarna oren di sepanjang bibir pantai ,ditambah sebuah lagu yang di putar membuat suasana bertambah romantis.


"Waah..indah sekali",jiwa semangat Mawar bangkit lagi setelah melihat itu.


Ia tak menyangka Mas Adi akan mengajaknya ke tempat romantis seperti itu

__ADS_1


__ADS_2