Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S3 Mertua?


__ADS_3

Di sebuah kamar yang bernuansa modern,dengan warna putih yang mendominasi tercium wangi bunga samar-samar.


Dafa menyemprotkan sekali lagi parfum ke beberapa sudut pakaiannya.


Lelaki itu tampak mencium mengecek apakah kemejanya itu wangi atau tidak,kemudian beralih merapikan rambutnya yang sudah rapi di depan cermin.


"Ah...sempurna..." ,ucapnya sembari tersenyum puas.


Kini ia sedang mengenakan setelan kemeja putih dengan rapi,hari ini adalah hari penting baginya.


Dafa berniat berkunjung ke rumah saudaranya dengan niat yang serius.


Ia juga sudah mengatakan pada Anya tempo hari,mereka janjian pergi untuk meminta restu kepada Mawar.


Hari ini ia berniat melamar Anya,setelah kejadian tempo hari Dafa melamar Anya langsung .


"Menikahlah denganku Anya...aku tak bisa jika menahannnya lagi..aku bisa gila"


Katanya kala itu pada kekasihnya,Dafa masih ingat bagaimana reaksi gadis kecilnya.


Wajah Anya langsung memerah bagai tomat,ia terlihat malu-malu dan juga sangat menggemaskan.


"Ah...aku ingin melihat wajah itu lagi...",gumamnya kecil.


Meskipun ada kesalahfaham yang terjadi,tapi sejak kejadian itu membuat hubungannya dengan Anya semakin baik.


Dafa senang Anya mau mengerti dirinya dan tidak menyimpulkan semuanya sendiri.


Setelah merasa cukup baik,Dafa langsung keluar kamar dengan membawa seikat bunga besar.


Senyum sumringah terlihat begitu cerah diwajah lelaki itu.


Wajahnya yang tampan kini terlihat begitu hidup dan lebih manusiawi dengan rona merah dipipinya.


Lain halnya dengan waktu itu,ia terlihat pucat seperti zombi karena masalah dengan Anya.


Mobil mewahnya melesat dengan cepat keluar dari apartemen ,melaju dengan hati yang berbunga-bunga.


Hingga akhirnya ia memasuki mansion mewah milik keluarga Alfarezeel.


Sejak kecil ia biasa keluar masuk mansion itu hanya sekedar untuk bermain atau berkunjung.


Tapi entah mengapa hari ini rasanya berbeda,jika diawal keberangkatannya ia merasa bahagia,sekarang dirinya merasa lebih was-was dan sangat berdebar.


Dafa sedang merasa gugup!

__ADS_1


"Astaga...kenapa aku deman panggung begini...",ucapnya.


Apalagi saat ia mulai masuk kedalam rumah,ia melihat pujaan hatinya sudah duduk dengan Mawar dan juga Azam di ruang keluarga.


"Kenapa dia menatapku begitu..?",Dafa melirik Azam yang menatapnya tajam.


"Apa-apaan tatapannya itu?",Tapi sialnya ia juga merasa tertekan karena Azam.


Ini seperti sedang menghadap mertua!


Dafa menatap Anya yang duduk dengan tenang tanpa terlihat gugup sama sekali.


Anya dandan dengan riasan sederhana tapi sungguh sangat menawan baginya.


Warna baju yang senada yang sengaja Dafa berikan terlihat sangat cocok untuk gadis itu.


"Dimana tante...? kenapa tidak datang bersama?",tanya Azam.


"Mereka sedang ada dijalan,mungkin beberapa menit lagi mereka akan sampai",jawabnya santai,tapi matanya tidak lepas memandangi wajah Anya.


Dan benar saja selang beberapa waktu terdengar suara mobil yang berhenti di depan mansion.


Suara ramai mulai terdengar begitu nyaring membuat suasana menjadi hangat.


Mawar,Azam dan Bu Risma juga ikut menyambut kedatangan mereka dengan wajah yang berseri-seri.


Hari ini adalah hari dilaksanakannya lamaran Dafa kepada Anya secara resmi.


Meski sejatinya Dafa dan Azam adalah saudara,tapi Mawar tetap menjadi pihak keluarga Anya.


Dan kali ini Dafa harus mendapat restu yang baik di depan keluarga besan ,meski sebenarnya ia sudah sangat percaya diri akan hal itu.


Acara berlangsung dengan baik,pihak keluarga juga setuju mereka melakukan pernikahan secepat mungkin.


Setelah pemasangan cincin telah dilaksanakan ,penetapan tanggal pernikahanpun langsung dilakukan.


"Bgaiamana kalau menikah besok saja?",celetuk Dafa tiba-tiba ,membuat suasana yang tadinya ramai kini menjadi senyap.


Yang berkata bingung sendiri karena respon keluarganya yang terlihat begitu terkejut.


Namun kemudian terdengar suara gelak tawa dari mereka.


"Ish kau ini...tidak sabaran sekali..!",ucap bu Nisa gemas pada anaknya itu.


Dafa sungguh terlihat tergila-gila pada Anya...debagai ibu tentu ia tahu bagaimana sifat anaknya.

__ADS_1


Lelaki yang sangat susah ia jodohkan dengan berbagai wanita itu sekarang sedang merajuk ingin cepat Γ²menikah dengan pujaan hatinya.


Meski sebenarnya itu bukan masalah,dan Bu Nisa juga sangat senang dengan semua itu..


Tapi yang benar saja...! masa besok ?!


"Kenapa...? kita punya gedung,baju aku bisa belikan sekarang juga",ucapnya enteng.


"Ck...kau saja yang menikah sendiri saja sana..",jawab Anya .


Tentu saja bukannya marah,Dafa malah tertawa senang melihat kekasihnya merajuk.


"Hahaha...aku hanya bercanda sayang...bagaimana kalau satu bulan lagi?"


" Satu tahun..bagaimana kalau kita menikah tahun depan saja? kurasa itu waktu yang cukup",jawab Anya santai.


"Tidak...dua bulan lagi...aku tidak mau menunggu terlalu lama",sanggah Dafa.


Yang benar saja satu tahun..?! itu terlalu lama baginya,dan Dafa tidak suka!


"Apa ...?! dua bulan..?",teriak Anya sedikit terkejut.


Bukankah itu terlalu cepat?


"Iya nak Anya...lebih baik kita percepat saja ,jangan terlalu lama,biar semua persiapannya kami yang urus " ,ucap Bu Risma.


"Tapi...aku...",ucap Anya ragu-ragu dengan suara lirih.


"Tidak baik menunda hal yang baik sayang..mba percaya kok ini keputusan yang baik..",Mawar berkata dengan suara lembutnya.


Anya menatap mata mba'nya yang sedang tersenyum hangat ,membuat hatinya tak bisa tergoyahkan lagi.


Karena Anya tau mba Mawar pasti akan memberikan hal-hal yang baik padanya.


"Baiklah...dua bulan sepertinya bukan masalah".


Semua orang terlihat senang,pernikahan Anya dan Dafa sudah diputuskan sekitar dua bulan lagi.


Ruangan itu terlihat sangat hangat dan juga terpancar aura bahagia karena kabar yang sangat baik hari ini.


.


...Maaf baru up ...!! baru sempet😭😭...


......Thankyou para pembaca tersayang...😘😘😘😘😘😘😘😘......

__ADS_1


__ADS_2