Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Merah Merona


__ADS_3

Pagi ini ruangan Mawar sangat berisik,disana sudah ada Akins,Azka dan juga Anya.


Mereka bertiga sungguh kombinasi yang sangat pas,bagaimana tidak? mereka sangat memanjakan Mawar.


Ketiga anak itu sungguh sangat menyayangi Mawar,mereka bahkan bercerita banyak hal yang mengasikan demi menghibur Mawar.


Semua itu karena Azam yang memberitahu kepada anaknya ,bahwa keadaan tante kesayangan mereka kini sedang sakit dan sedih,karenanya sangat terlihat mereka sangat berusaha menghibur Mawar.


Hari ini Azam tidak bisa ada disamping wanita itu karena ada urusan yang harus ia kerjakan.


Karena jadwal hari ini sangat padat,mungkin lelaki itu juga tak bisa mendampingi Mawar.


Namun saat mamanya tahu akan keadaan Mawar ,Bu Risma langsung terlihat panik sendiri.


Mamanya itu sungguh tak menghiraukan dirinya yang notabennya sebagai anak,dan malah lebih memihak pada Mawar.


Padahal Azam baru saja sampai rumah setelah pulang dari rumah sakit.


Tapi mamanya langsung memintanya mengantarnya ke rumah sakit diamana Mawar dirawat.


Kemarin saat ia mengabari mamanya,Bu Risma langsung pulang dari luar kota.


Dan sekarang Azam malah balik lagi ke rumah sakit.


Beberapa kali ia melihat jam tangannya,hari ini ia ada rapat penting di perusahaan,tapi ia juga tak bisa menolak mamanya yang memaksanya.


Padahal di rumah ada supir,tapi Bu Risma kukuh tak mau diantar supit dengan alasan sang supir lambat.


Walaupun sebenarnya semua itu benar,karena Azamlah yang meminta agar supir mengemudi dengan pelan-pelan saja saat mengantar mamanya.


Keselamatan mamanya itu sangat penting.


"Kita mampir dulu ke toko ya...mama harus beli sesuatu untuk Mawar",ucap Bu Risma.


Azam hanya menghela nafas beratnya,mamanya benar-benar masa bodo dengan dirinya yang tengah dilanda kesibukan itu.


Azam sangat tahu sifat mamanya itu,karenannya ia hanya bisa memberi tahu asistennya kalau rapat mereka akan diundur dua jam lagi.


...


Azam geleng-geleng kepala melihat isi keranjang belanjaan mamanya,banyak sekali makanan dan camilan disana.


"Kenapa banyak banget mah..?",Azam sungguh heran dengan kelakuan mamanya itu.


"Ini juga buat cucu-cucu mama,buat Mawar sama Anya juga.."


Azam mengangguk setuju,ia senang mamanya memikirkan semuanya,tapi bukankah semua belanjaan ini berlebihan.


Bahkan sekarang Bu Risma tengah mengambil troli keduanya.

__ADS_1


"Totalnya dua juta lima ratus ribu nyonya..",ucap sang kasir.


Mereka kini sudah ada di meja kasir,setelah beberapa menit berputar-putar akhirnya Azam bisa lepas dari siksaan itu.


Rasanya pusing sendiri menemani mamanya belanja,Bu Risma sungguh membawanya berputar-putar mengelilingi seluruh isi toko.


"Kamu yang bayar gih...mama nggak bawa dompet",ucapnya sembari tersenyum.


"Astaga mama...",bagaimana bisa mamanya sesantai itu?untung saja ia membawa dompet.


Bisa rumit urusannya kalau ia juga tidak bawa dompet.


Azam mengeluarkan kartu hitamnya,ia lalu membawa barang belanjaan mamanya yang sangat banyak itu.


Setelah sampai ke rumah sakit,mamanya langsung berlari ke ruangan dimana Mawar berada.


Bu Risma bahkan meninggalkannya yang kesusahan membawa barang belanjaan.


Dilihatnya Bu Risma yang berhenti di tengah jalan sembari melambai-lambaikan tangannya.


"Cepet dong zam..mama nggak tahu ruangannya dimana.."


"Sabar ma..susah ini.."


Azam melangkahkan kakinya dengan kesusahan,mamanya bahkan tak membawa barang satupun.


Hingga akhirnya saat ia sampai di depan koridor,satpam dan beberapa dokter yang lewat datang sembari berlari kepadanya dan membawakannya semua barang bawaannya.


Akins dan Azka terlihat sangat terkejut saat melihat kedatangan omanya,mereka langsung menghambur kedalam pelukan Bu Risma.


"Oma...! kenapa oma sudah pulang? katanya oma bakal pulang setelah 3 hali?",tanya Akins.


"Karena oma ingin cepat-cepat lihat tante cantik kalian? "


Akins terlihat senang sekali melihat omanya juga sangat perduli dengan tante kesayangannya itu.


"Nak Mawar bagaimana keadaanmu..?",tanyanya dengan wajah yang khawatir.


Meskipun Mawar masih bisa tersenyum,tapi wajah pucat Mawar terlihat begitu jelas.


"Saya sudah mendingan tante...terimaksih karena sudah datang"


"Oh iya..Azam tadi buru-buru belanja buat kamu,katanya buat cemilan kamu sama anak-anak.."


Anya dan Mawar melongo melihat satpam dan beberapa dokter yang masuk satu persatu ke dalam ruangannya dengan membawa kantong plastik yang besar.


Ruangan Mawar benar-benar terlihat sangat penuh dengan belanjaan tersebut.


"wah...banyak sekali mba! kita bahkan bisa Membuka toko !",celetuk Anya.

__ADS_1


Bu Risma tertawa mendengar ucapan Anya,Azam dan juga Dafa juga ikut tertawa kecil.


Setelah semua belanjaannya sudah selesai diletakan disana,para dokter dan juga satpam terlihat memberi hormat kepada Azam sebelum mereka benar-benar pergi.


Dan kejadian itu tak luput dari pandangan Mawar


*K*enapa mereka hormat sekali dengan Azam..?bahkan para dokter juga...


Saat matanya bertatapan dengan Azam,Mawar langsung mengalihkan pandangannya,entah mengapa tatapan Azam terlihat aneh.


"Semua ini Azam yang milih loh...dia milih dengan sungguh-sungguh,jadi kamu harus makan yang banyak ya.."


Azam memijit keningnya mendengar mamanya berbicara seperti itu,kenapa juga mamanya berbicara kalau dirinyalah yang telah belanja sebanyak ini?


Apa yang direncanakan mama si..?


Padahal yang sebenarnya terjadi adalah mamanya yang ngebet ingin ke rumah sakit dan juga semua belanjaan itu.


"Terimakasih...tapi ini semua terlalu banyak tante..",ucap Mawar.


Bu Winar tertawa sembari menutup mulutnya dengan seanggun mungkin,membuat Dafa dan juga Azam yang melihatnya mengerutkan kening melihat tingkah Bu Risma.


Padahal mamanya itu kalau di rumah tak pernah bersikap seperti itu.


Tapi saat di depan Mawar ,Bu Risma malah berakting menjadi wanita yang anggun dan juga bersikap sangat lembut.


"Hohoho..kamu tenang saja nak Mawar,uang Azam banyak loh..jangankan isinya,bahkan tokonya ia juga bisa dibeli.."


Mawar menanggapinya dengan tertawa,ia mengira Bu Risma hanya bercanda.


"Dia juga sangat perhatian dan juga penyayang,bukankah yang jadi istrinya nanti sangat bahagia..?"


"I..iya tante.."


"Kan..kamu juga setuju kan dengan pendapat tante..? yang paling tahu sifat anaknya kan ibunya...lihatlah..wajahnya juga sangat tampankan..? "


Mawar bingung harus bereaksi bagaimana,ia bahkan bingung dengan situasi yang tengah terjadi.


Dilihatnya Azam yang terlihat sangat gusar.


"I..iya tante..Azam memang tampan",jawabnya.


Bu Risma terlihat sangat puas dengan jawaban Mawar,beda dengan si tokoh yang tengah menjadi bahan obrolan mereka.


Azam menutup wajahnya dengan satu tangannya,kalau diperhatikan lebih lama pasti siapapun bisa melihat.


Wajah Azam merona,kupingnya bahkan terlihat sangat merah.


Dafa yang paham akan karakter saudaranya itu menatap tidak percaya,ia tahu apa yang sedang Azam alami.

__ADS_1


Lelaki itu sedang malu!


__ADS_2