Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Calon Istri


__ADS_3

Mawar duduk diam disebuah sofa dekat dengan resepsionis,matanya hanya memandang asal sekelilingnya setelah menunggu cukup lama.


Hari ini adalah jadwal dirinya bertemu dengan Azam setelah lelaki itu pulang dari luar negeri.


Ia mengenakan dress dibawah lutut berwarna hijau tosca yang bermotif bunga kecil-kecil,rambutnya yang ia kuncir setengah membuat dirinya terlihat sangat cantik.


Karena ia berada di kantor,Mawar sengaja mengenakan baju yang terlihat sedikit sopan dan bagus.


Diliriknya jam tang tertera di dinding ruangan itu,sudah tiga puluh menitan ia menunggu tapi Azam belum selesai juga.


Saat ia datang ke kantor itu dua wanita yang ada di meja respsionis menjelaskan kalau hari ini Azam ada rapat dan akhirnya ia harus menunggu seperti sekarang.


Entah itu perasaannya atau bukan tapi Mawar merasa tatapan mereka seperti tidak suka padanya.


Para resepsionis itu juga kadang berbisik-bisik sembari meliriknya.


Padahal menurut Mawar penampilannya juga baik- baik saja, tidak terkesan memalukan,jadi kenapa mereka bereaksi seperti itu?


Karena merasa bosan Mawar berdiri dari duduknya,ia hendak pergi keluar dan mencari minuman atau makanan ringan untuk sekedar mengganjal perutnya.


Oa sudah sangat lapar dan haus,tapi akibat menunggu Azam yang terlalu lama rasa laparnya susah tidak bisa ia tunda,apalagi selama menunggu ia tidak diberi minuman sama sekali.


Kakinya melangkah dengan pasti keluar dari ruangan itu,Mawar sudah tidak sabar untuk segera membeli makanan di abang-abang penjual jajanan pinggir jalan.


Ia sering melihat gerobak-gerobak berjejer dengan rapi di sisi seberang kantor,ia bahkan sering jajan disana setelah pulang mengantar roti.


Disana banyak sekali pedagang yang menjajakan makanan yang enak-enak,dari makanan ringan sampai makanan berat.


Mungkin karena pribadi dirinya yang sangat suka makanan pinggiran seperti itu,rasanya semua makanan disana enak-enak.


Kalau membayangkan rasa mie ayam milik Pak Tono membuat air liurnya menetes dari mulutnya,menurutnya mie ayam Pak Tono lah yang paling enak.


Semangatnya membara saat kakinya sudah mulai keluar dari gedung itu,ia tersenyum senang sudah membayangkan akan makan mie ayam kesukaannya.


Namun tiba-tiba terasa seseorang memegang lengannya,pergerakannya terhenti saat sebuah tangan menarik lembut dirinya.


"Kamu mau kemana...?",tanya Azam.


Lelaki itu terlihat sedikit ngos-ngosan,Azam seperti habis berlari maraton saja,Mawar yang melihat itu sedikit heran,kenapa tiba-tiba Azam ada disana? padahal para resepsionis itu berkata Azam akan melakukan rapat sekitar satu sampai dua jam.


"Lenapa kamu ada disini? bukannya kamu sedang dapat?",bukannya menjawab,Mawar malah balik bertanya.


Mendengar perkataan Mawar,Azam mengerutkan keningnya,hari ini ia tidak ada jadwal rapat sama sekali!


"Ayo masuklah...rapatku sudah selesai",ucapnya.

__ADS_1


Mawar menatap sedih kearah jalan raya,padahal tinggal sedikit lagi tapi Azam malah sudah keluar.


Saat melewati meja respsionis mata Azam menatap para resepsionis dengan tatapan yang sangat mengintimidasi,ia terlihat sangat marah.


"Bagaimana ini...Tuan Azam terlihat sangat marah...",bisik salah satu resepsionis kepada teman disampingnya.


"Aku juga tidak tahu akan seperti ini jadinya...biasanya Tuan Azam tidak pernah marah kalau kita melakukan ini pada tamu wanitanya"


"Benar juga...apa kali ini dia berbeda? jangan-jangan wanita itu calon istrinya?!"


"Huss...pelankan suaramu,bagaimana jika kita salah bicara?kita akan benar-benar tamat kalau dipecat"


Kedua resepsionis itu hanya menduduk dan menyesali perbuatannya,mereka tak pernah menduga kalau Tuannya Azam akan semarah itu.


Dari dulu setiap ada tamu wanita yang terlihat karena ada urusan pribadi,mereka melakukan hal itu,semua itu juga atas perintah Azam sendiri.


Mereka akan membuat para wanita menunggu,dan akhirnya mereka semua terlihat marah bahkan tidak sedikit yang teriak-teriak.


Tapi Mawar berbeda,wanita itu hanya diam dan sabar menunggu,hingga akhirnya saat wanita itu keluar dengan tenang,tiba-tiba telihat Azam sang pemilik kantor itu berlari dengan cepat dan menjemput sendiri Mawar seorang gadis yang mereka biarkan menunggu tadi.


Wajah mereka langsung pias melihat kejadian tersebut,mereka bahkan melihat tangan Azam yang memegang lengan Mawar dengan lembut,mencegah wanita itu pergi dari kantor ini.


Akibat kejadian ini mereka sudah bertekad,jika wanita itu datang lagi mereka akan memperlakukan Mawar seperti ratu!


...


Setelah sampai di ruangan Azam,Mawar langsung duduk di sofa ruangan itu setelah dipersilahkan.


"Hanya tiga puluh menitan? tapi tidak apa-apa kok,aku masih bisa menunggu lebih lama lagi"


Mawar bahkan sudah berniat makan terlebih dahulu tadi.


Azam mengertakan giginya karena merasa sangat marah pada pegawainya,mereka telah membuat wanita pujaannya menunggu selama itu!


Hari ini memang ia lupa kalau ada jadwal bertemu dengan Mawar,tapi dirinya tak menyangka Mawar akan di buat menunggu begitu lama.


"Maafkan aku...lain kali kamu tidak usah menunggu,kamu boleh langsung keruanganku tanpa minta izin dari resepsionis",ucapnya.


"Aku tidak bisa...bagaimanapun aku hanya tamu disini,tidak sopan kalau aku melakukan itu,mereka juga tidak salah,kamu harus senang karena memiliki pekerja yang lebih mementingkan bossnya"


*T*amu...?kamu bukan sekedar tamu biasa Mawar,kamu adalah calon istri dari pemilik gedung ini...


"Baiklah...tapi jika kau sudah sampai kesini kau harus segera menghubungiku"


Mawar mengangguk sembari tersenyum,Azam benar-benar memperlakukannya dengan sangat baik.

__ADS_1


"Apa rapatnya berjalan lancar tadi..?"


"Yah...semuanya lancar,apa ada yang ingin kau minum?",ucapnya mengalihkan pembicaraan.


Azam jadi ikut berbohong soal acara rapat tadi,semua itu gara-gara pekerja resepsionis sialan itu,rasanya nanti ia kan menghukum mereka karena sudah membuatnya seperti ini.


"Apa saja...",katanya.


Azam menatap Mawar yang duduk dengan antengnya di sofa miliknnya.


Ia baru sadar kalau Mawar terlihat sangat berbeda,wanita itu sedikit berias dan mengenakan baju yang sopan,ia bagaikan setangkai bunga yang cerah diruangannya yang dominan warna gelap itu.


Sangat cantik dan menawan...Azam sampai terpana melihatnya.


Meskipun menurutnya Mawar sudah cantik dari dulu,namun sekarang terlihat sedikit berbeda,aura wanita itu terlihat sedikit cerah dan bersemangat.


Azam segera menelfon OB dan meminta dibuatkan satu gelas jus buah dan beberapa camilan.


Lalu ia beranjak duduk bersebrangan dengan Mawar,baru saja dirinya mendudukan diri...suara dari perut Mawar terdengar begitu keras.


Azam tersenyum lebar mendengarnya,ia bisa melihat Mawar terkejut kemudian menyembunyikan wajahnya menahan malu.


*A*h...gemas sekali!


"Apa kau lapar...?",tanyanya.


Karena sudah terlanjur seperti itu,Mawar mengangguk saja,ia sudah tidak bisa mengelak apalagi Azam pasti mendengarnya dengan jelas,secara perutnya berbunyi saat keadaan hening.


*A*ku malu sekali...! dasar perut sialan...!


.


.


...Hai para readers tersayang...!!☺...


...Maaf karena baru bisa up!!...


...Karena akhir-akhir ini cuaca tidak stabil,signal di daerah author tinggal jadi sering ilang dan juga sering mati lampu😭😭,makanya author baru bisa up😓...


...Kesehatan author juga lagi menurun🤧🤧,doakan author biar bisa cepet sembuh yaa...😘...


...Tapi tenang aja,author bakal usahain up tiap hari!dan jangan lupa tetep kasih author dukungan🤗...


...Aku sayang kalian😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2