
Dafa menekan kepala gadis itu erat-erat,ia tak menghiraukan Anya yang meronta minta dilepaskan.
Hingga setelah merasa Anya tenang dan mulai berhenti meronta,barulah Dafa melonggarkan kungkungannya.
Tangannya secara alami mulai mengelus punggung Anya.
Mulutnya tak berhenti mencecap rasa yang sudah lama ia dambakan,Dafa menciumi Anya bagai orang yang kehausan.
Meski Anya masih amatir dalam hal seperti ini,tapi Dafa bisa memimpin dan membimbingnya dengan sangat ahli.
Lelaki itu melakukanya dengan sangat mahir,membuat Anya yang masih polos tak berdaya.
Ciumannya itu sangat erotis membuat suara decapan diruangan itu terdengar jelas.
Dafa menyed*t mulut Anya,mencecapi seluruh isi bagian wanita itu tanpa terkecuali.
Lidahnya dengan lihai memporak-porandakan mulut Anya membuat wanita itu kelabakan.
Bagaimana tidak? Dafa bahkan tidak memberi jeda dalam ciuman mereka,Anya bahkan sampai megap-megap karena ulahnya.
Merasa gadis kecilnya kehabisan nafas,Dafa menghentikan ciuman mautnya kemudian mengelus lembut rambut Anya lagi.
Tatapan lelaki itu sungguh tak bisa Anya artikan,ada sebuah kekehan kecil di bibir lelaki itu tapi matanya terlihat begitu berkilat.
"Ka...kak..aku tidak bisa bernafas",ucap Anya sembari memukul kecil dada bidang Dafa.
Gadis itu masih menghirup udara dalam-dalam mencoba menetralkan hembusan nafasnya yang belum normal.
"Kau harus terbiasa,bernafaslah seperti biasa..."
Setelah mengatakan itu,tanpa memberi jeda terlalu banyak Dafa langsung mencium Anya lagi.
__ADS_1
Kali ini ia melakukannya lebih kuat dari sebelumnya,mulutnya dengan cepat meraup isi bibir Anya.
Mencecap,menyed*t bahkan menj*lat bibir Anya dengan sangat lahapnya.
Tangannya juga tidak tinggal diam,tangan lelaki itu mulai mengelus dan meraba bagian punggung Anya dengan gerakan yang sensual.
"Ah...ukhhmmf..." ,******* kecil yang tertahan akibat ciuman panas mereka mulai terdengar dari mulut gadis kecil itu.
Membuat gairah yang sudah tertahan dari dalam diri Dafa melonjak seketika.
Dafa mendorong tubuh gadis itu hingga ambruk diatas sofa,menekan tubuhnya dengan masih saling berciuman.
Tangannya juga mulai meraba kesana-kemari,ciuman mereka berlangsung begitu lama.
Dafa tersenyum Anya juga terlihat menikmatinya,melihat tidak ada penolakan dari kekasihnya itu,ia kemudian mulai membuka kemejanya dengan tergesa-gesa.
Dafa menegakan tubuhnya dan melepaskan sisa kancing yang masih menempel di bajunya.
Matanya terlihat penuh dengan kabut gairah dan kilatan yang tajam.
Tubuh ramping tapi berotot seperti model yang sering ia liat di tv dengan kulit putih itu terlihat sangat seksi.
Selama ini tubuh itu tertutup dengan jas dokter membuat Dafa terlihat tidak begitu seksi.
"Tapi apa ini...? tubuhnya sangat bagus dan seksi...!"
Wajah Anya sampai memerah melihatnya,kalau dihitung ada berapa kotak perutnya itu? Anya bahkan sampai tak bisa menghitung dengan benar.
Melihat wajah merah padam Anya membuat Dafa tersenyum nakal.
Didekatkannya tubuh telanjangnya itu,menghimpit dan menekan gadisnya dengan sengaja.
__ADS_1
"Kau terlihat sangat lucu...",bisiknya di dekat telinga Anya,membuat gadis itu malu setengah mati.
"Kak..kau ti..!"
Belum sempat menyelesaikan perkatannya,bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Dafa.
Lelaki itu menciumnya lagi tanpa memberikan kesempatan untuk bicara.
Ciuman lelaki itu berangsur turun,mencecap leher jenjang Anya dan memberikan c*pang disana.
"Ukh...",desah Anya .
Mendengar itu Dafa malah semakin terpancing,tangannya mulai merayap ke bagian kenyal tanpa pikir panjang.
Dari mengelusnya secara perlahan ...hingga akhirnya merasa pikirannya diambang batas,Dafa mulai menggila.
Tangannya mulai nakal,dari yang semula penuh dengan kelembutan kini berubah menjadi gerakan yang lebih.
Tangannya mulai merem*as dan memijit,bibirnya juga tak berhenti menciumi leher Anya dan mulai turun ketempat favoritnya.
Namun sebelum dirinya bertindak lebih jauh,Dafa di hentikan dengan tindakan gadis itu.
Anya mendorongnya dengan keras membuat tubuhnya menjauh dari gadis itu.
"Aku tidak mau kak...!"
"A..apa...?!",Dafa bertanya dengan wajah kebingungan.
"Aku tidak mau melakukannya sebelum kita menikah"
Dafa menatap gadis kecilnya yang masih ada di bawah kungkungannya,Anya terlihat sangat berantakan karena ulahnya.
__ADS_1
"Asataga...maafkan aku...aku khilaf...",ucap Dafa setelah sadar apa yang telah di lakukannya kepada kekasihnya itu.
"Sial...aku tidak bisa menahannya...aku benar-benar brengs*ek...!",makinya dalam hati pada diri sendiri.