
"Jangan bercanda kamu! apa yang kamu fikirkan hah..?!"
Mawar berjengit karena kaget,sungguh ia sangat terkejut saat Mas Adi berteriak kepadanya.
Selama ini ,suaminya itu tidak pernah berteriak seperti itu kepadanya.
"Be..bercanda..? aku nggak pernah bercanda sedikitpun,apalagi tentang hubungan kita mas...",ucapnya dengan nada lirih,air matanya kini sudah tidak bisa ia bendung lagi.
"Justru kamu mas..kamu yang anggap hubungan ini mainan..",tambahnya.
"Apa maksud kamu...!",Mawar menatap mata suaminya itu,Mas Adi kini sudah berdiri di depanya dengan tatapan marah.
"Kamu selingkuh kan mas..",ucapnya dengan suranya bergetar.
Adi terlihat sangat syok,ia mematung tak bisa berkata apa-apa.
"Kamu selingkuh kan..! kamu udah punya istri lagi kan...?! aku tahu semuanya mas...!!"
Mawar sudah tidak bisa menahan diri lagi,keberaniannya meningkat dua kali lipat karena lelah menahan sakit hati di hatinya.
Sekarang ia bahkan berani membentak dan meninggikan suaranya di depan suaminya.
"Selingkuhan kamu itu sekarang sedang hamil juga kan...?!"
Suaminya itu masih diam ,yang terdengar hanya tangisan Mawar di ruangan itu.
"Dari mana kamu tahu?",tanya dengan nada datar,menatap mata Mawar dengan menyeramkan.
"Hah..haha..hahaha...!",Mawar mengusap kasar air mata yang membasahi pipinya dengan kasar.
"Kenapa..?? itu bukan jadi urusan sekarang mas..! kenapa kamu tega mas...kenapa kamu selingkuh dari aku...?! "
"Kita sudahi saja pembicaraan ini,pokoknya mas nggak mau cerai dari kamu...",ucapnya sembari hendak pergi,namun tangan Mawar menggenggamnya erat.
"Bukannya kamu bilang bakal nerima aku apa adanya mas..? kamu bilang bakal ngadopsi anak bersama? aku tahu kamu selingkuh karena aku nggak bisa hamil lagi kan..? jadi kamu memilih wanita lain...?!"
"Jawab mas...!! kamu udah nggak cinta lagi kan sama aku...?! mending kita cerai saja..."
Adi membalikan badanya menghadap Mawar lagi,terlihat ia mengeratkan gigi menahan emosi.
"Itu karena mas ingin punya penerus dari darah daging mas sendiri,dan kamu....nggak bisa mewujudkan itu...."
Duar...!! bagai bom yang menghantam jantungnya,Mawar merasa dadanya sangat sakit saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut suaminya sendiri.
__ADS_1
Tiba-tiba ia merasa sesak nafas dan lemas sekali,tangannya yang tadi menggenggam tangan suaminya ia lepaskan begitu saja.
*T*api aku masih bisa hamil mas...
Aku bahkan akan memberitahukanmu semuanya,tapi kamu nggak pernah memeberi aku kesempatan untuk itu..dan sekarang semuanya sudah terlambat...
*B*ahkan kamu nggak mengatakan kata maaf sedikitpun padaku..
Mawar membuang nafas beratnya,mencoba menenangkan diri agar tidak jatuh dan menangis meraung di depan suaminya itu.
"Sekarang kamu udah punya itu mas,istri kedua kamu sudah hamil,jadi aku udah nggak berguna lagi buat kamu..."
"Nggak...! pokonya mas nggak bakal cerai sama kamu..!"
"Tapi aku nggak mau dimadu...!!"
"Dengar...! mas cuma nikah siri..! istri mas yang sebenarnya itu cuma kamu..! kalau anak itu lahir juga akan masuk ke akta keluarga kita,dan kamu sebagai ibunya..!!",ucapnya sembari memegang kedua lengan Mawar.
*A*pa...?! jadi Mas Adi bakal ngelakuin itu semua..?
Memisahkan anak dan ibunya,kemudian menyuruhnya merawat anak selingkuhannya ?!
Mawar baru tahu..ternyata suaminya benar-benar bajing*an!
Apa ia tak memikirkan perasaan dirinya juga? apa Mas Asi pikir ia mau merawat anak orang lain?
"Kamu cuma punya dua pilihan mas...cerai'in dia atau cerai sama aku.."
Cuma itu yang bisa Mawar lakukan untuk terakhir kalinya.
"Aarggh...!!" ,terlihat Adi menjambak rambutnya frustasi.
"Nggak bisa...sampai kapanpun mas nggak bakal cerai sama kamu,begitu juga Rosi...!"
*A*h...jadi nama selingkuhanya Rosi...
"Kenapa mas...? bukanya PNS nggak boleh poligami...? kalau kamu nggak mau cerai dari dia aku bakal laporin kamu..?!"
"Mawar...!!! kamu mau mas di pecat ? iya..?! ,kalau mas dipecat mas nggak bakal bisa kasih kamu uang yang banyak..! kamu mau uang bulanan kamu mas kasih cuma lima ribu saja..!!",bentaknya.
"Aku nggak perduli mas...!! aku nggak butuh uang..! aku bakal bantuin kamu cari uang buat kita..!"
"Kamu gila Mawar...kamu mau hidup menyedihkan seperti dulu...?! "
__ADS_1
"Nggak papa...aku nggak papa hidup seperti dulu..! aku bahagia mas..!"
Meskipun kehidupan sekarang lebih terjamin,namun ia hanya merasakan kekosongan dalam hatinya dan merasa tidak bahagia sama sekali.
"Tapi mas nggak bahagia...dan mas nggak bakal biarin kamu laporin semuanya,kamu juga nggak bisa cerai...mas nggak bakal tanda tangan sampai mati...",
Ditariknya Mawar masuk kedalam kamar,lalu Adi menguncinya dari luar
*B*rak..brak...brak...
"Keluarin aku mas...!! kamu nggak boleh seperti ini padaku mas...",teriaknya sembari menggebrak pintu.
"Kamu akan mas kurung sampai kamu faham dan ngerti apa kesalahanmu.."
*K*esalahanku.... ? apa salahku...? aku hanya ingin mempertahankan pernikahan ini...
Di dalam kamar Mawar menangis dengan keras dan tersedu-sedu.
Adi duduk di sofa sembari menatap dokumen yang berserakan di atas meja.
Setelah tidak terdengar lagi suara tangisan dari dalam kamar,Adi langsung membuka kunci pintu kamarnya.
Dilihatnya Mawar yang sudah tertidur dibawah lantai,dengan kepala yang bersandar pada ranjangnya.
Ia menaruhnya dengan hati-hati di atas ranjang ,kemudian menyelimutinya.
Mata Mawar terlihat bengkak karena lama menangis,ia bahkan masih tersedu dalam keadaan tidur.
Setelah itu ia memilih pergi dengan mobilnya menuju suatu tempat,tak lupa mengunci pintu utama dan membawa kunci cadangan yang Mawar pegang.
Ia tak mau istrinya melarikan diri..! bagaimanapun ia tak mau berpisah dengan Mawar.
Meskipun ia harus melakukan semua ini,sampai mengurung Mawar hingga istrinya itu tak lagi membicarakan soal perceraian lagi.
.
.
.
.
Sedikit info..:
__ADS_1
PNS yang ingin berpoligami harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang tidak mudah. PNS boleh berpoligami atau memiliki istri lebih dari satu apabila mendapatkan izin dari pejabat yang berwenang sesuai persyaratan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.10 tahun 1983 jo PP No.45 tahun 1990. Selain izin dari pejabat yang berwenang, ada salah satu syarat administrasi yang harus dipenuhi, yakni mendapatkan surat izin dari istri pertamanya. Dan surat izin dari istri harus ditandatangani di atas materai.
Apabila kenyataannya di lapangan seorang PNS menikah dengan diam-diam maka akan dikenai sanksi. Sebab yang bersangkutan telah melanggar PP No.45 tahun 1990, sehingga bisa dijatuhi hukuman disiplin berat. Begitu halnya apabila PNS wanita yang melanggar ketentuan menjadi isteri kedua atau ketiga atau keempat (poliandri) maka akan dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian dengan tidak hormat sebagai PNS. Termasuk atasan atau pejabat yang melanggar juga dikenakan hukuman berat.