
Adi langsung saja menancapkan gas'nya menuju toko roti istrinya,ia harus memastikan sesuatu disana.
Setelah sampai di depan toko,Adi langsung memakirkan motornya ,dilihatnya ada sebuah mobil mewah yang terparkir di depannya.
Kliing...!
"Selamat malam pak..",Anya langsung menghampirinya dan memberi salam saat melihatnya masuk.
"Emm...saya cuma mau mengecek saja,karena istri saya sedang sakit,kamu bekerja lagi saja",ia berpura-pura tidak melihat Azam yang berdiri di dekatnya.
"Baiklah pak,kalau ada apa-apa panggil saya saja",Adi mengangguk lalu Anya melenggang pergi.
Ia sengaja berkeliling toko dengan arah menjauhi Azam dan kedua anaknya itu.
"Ayah..apa tante cantik nggak ada disini?",sayup-sayup Adi mendengar anak kecil yang ada di gendongan lelaki itu bertanya kepada ayahnya.
*T*ante cantik..? apa itu Mawar?
"Nggak tahu ..ayo.. katanya kamu mau beli kue buat oleh-oleh oma?",sebenarnya Azam juga ingin melihat Mawar untuk terakhir kalinya dan berterimakasih dengan benar sebelum ia pergi ke Jakarta.
Hari ini mereka akan pulang ke Jakarta,dan Azam tak tahu entah bisa ke Jogja lagi atau tidak suatu hari nanti,melihat jadwalnya yang sangat padat dan jarak yang begitu jauh.Ia juga kesini karena kerjaan yang sangat penting.
"Tapi Akins mau melihat tante sebelum pulang yah..",anak itu bahkan sudah memasang wajah sedih,pipinya di gembungkan dan matanya hampir menangis.
Melihat adiknya yang hampir menangis itu Azka menarik-narik celana Akins ,anak kecil itu langsung menunduk melihat kakaknya yang menggelengkan kepalanya seperti berkata.
"Akins tidak boleh menangis dan cengeng"
"Tapi Akins bakal lindu sama tante kak,apa kakak tidak lindu dengan tante?"
Azka terlihat menganggukan kepalanya,namun fikirannya lebih mengerti daripada Akins yang masih kecil,memangnya mereka bisa apa?tante itu juga tidak ada di toko ini.
Azka menarik baju ayahnya dan menunjuk pada Adi yang tak jauh dari mereka.
Azam tahu itu suami Mawar,dia bahkan juga mendengar pembicaraan Adi dan karyawannya,Mawar sedang sakit.
*W*anita itu sakit apa ya..
Dia memajukan langkahnya menuju Adi berada.
"permisi...",Azam menyapa Adi.
"Oh anda yang waktu itu kan..?"Adi berpura-pura seperti baru pertama melihat saja,padahal lelaki itu datang kesini juga karena ingin memastikan Azam yang datang ke toko roti milik istrinya.
"Iya..sebenarnya saya akan pulang besok,namun anak saya merengek minta datang kesini",ucapnya.
Adi melihat anak yang ada di gendongan Azam sudah meneteskan air mata,namun Akins menahan suaranya bahkan mukanya sudah terlihat merah.
__ADS_1
"Oh..apa ada yang bisa saya bantu?",Adi bertanya basa-basi,jujur saja ia tak suka dengan kehadiran Azam,ia merasa cemburu.
"Sebelumnya maafkan kami,anak saya sungguh ingin bertemu dengan Bu Mawar,tapi kelihatannya dia tidak ada disini",Adi melihat anak yang ada di gendongan Azam sedang menahan tangis.
"Iya..istri saya sedang sakit jadi dia tidak bisa datang ke toko hari ini",sengaja sedikit menekankan kata istri.
"Tante cantik sakit...?",kini Akins malah ikut berbicara,dirinya yang mulanya menangis seketika berhenti dan berganti dengan kepanikan.
"Sakit apa om..? Akins ingin melihat tante cantik.."
"Sstt...Akins nggak boleh seperti itu,denger sendiri kan? tante Mawar sedang sakit",Azam berusaha menenangkan anaknya,ia merasa tak enak hati dengan Adi.
"Nggak mau..! Akins mau ketemu tante cantik!",anak itu sudah meronta-ronta di pelukan Azam,membuat kepala Azam pusing saja.
"Akins..",belum sempat Azam menyelesaikan kalimatnya Adi sudah berkata yang membuat Azam menghentikan ucapannya.
"Adek mau ketemu nona cantik?"
Akins langsung diam,kemudian mengangguk antusias,wajahnya kini bahkan sudah tersenyum cerah.
"Akins mau om.!!"
"Tapi lewat telfon saja ya..soalnya tante sedang sakit dirumah",bujuknya.
Itu adalah solusi terakhir,ia juga bingung melihat Akins yang merengek meminta bertemu dengan istrinya.Tapi tak mungkin juga ia mengajak Azam kerumahnya,itu adalah hal yang tidak boleh terjadi!
Langsung saja Adi mencoba menyambung telfon dengan Video call,ia bahkan menyalakan mode pengeras suara.
Dering pertama memakan waktu beberpa saat,namun Mawar tak juga mengangkatnya.
*A*pa dia sudah tidur..?
Adi mencoba menghubungi yang kedua kalinya,dan beberapa detik langsung di jawab oleh Mawar.
"Sayang..kau sudah tidur?maaf mas menganggu",
"*N*ggak papa kok mas",Mawar memposisikan layarnya diatas wajahnya,karena posisinya memang ia sedang tiduran.
"*Me*mangnya ada apa mas..?" suara Mawar di seberang terdengar sangat lemah,dan Azam tahu wanita itu sedang tidak baik-baik saja.
"Ini ada pelanggan kamu yang ingin bertemu",jawabnya.
"*Si*apa mas...?"
"Maaf pak ada yang ingin saya laporkan",tiba-tiba Anya datang menghampiri Adi.
Padahal Adi ingin mendengar percakapan mereka namun ia harus pergi karena Anya memanggilnya.
__ADS_1
"Maafkan saya..saya akan tinggal sebentar",Azam mengangguk.
Dan langsung saja Adi memberikan hp'nya kepada Akins,anak itu langsung merebut hp itu dengan cepat.
Adi sempat memperhatikan wajah Akins yang sudah semangat lagi dan langsung melenggang pergi.
"Hallo tante cantik..! tante sakit apa ! apa tante sakit sekali..!?",Mawar sedikit terkejut bahwa pelanggan itu adalah Akins,ia merasa senang Akins datang ke tokonya lagi.
Ua terkekeh mendengar pertanyaan Akins yang benyak itu,bahkan sepertinya anak itu mengucapkan dengan satu tarikan nafas saja.
"*I*ya tante sedang sakit..maafin tante nggak bisa ketemu Akins dulu",Mawar memperhatikan layar hp itu,dilihatnya Akins dengan pipi chuby'nya yang terlihat sangat lucu.
"Huh..!padahal Akins mau pamit sama tante ..Akins juga mau kasih hadiah pelpisahan buat tante cantik soalnya hali ini Akins mau pulang ke Jakalta",
Dari hp yang digenggam Akins,Azam bisa melihat wajah Mawar yang full di layar,wajahnya sayu dan pucat akibat sakit,namun wanita itu terlihat tetap sangat cantik bahkan tanpa make-up.Ia mendengarkan dengan seksama percakapan Mawar dengan anaknya
"*M*aafkan tante tapi tante belum bisa ketemu Akins,kalau begitu Akins hati-hati di jalan ya..jangan rewel dan nyusahin ayah Akins,belajar yang rajin dan jangan lupa makan yang banyak..",ucapnya dengan nada yang lembut.
Mawar tidak tahu bahwa Akins ada di gendongan Azam,lelaki itu kini bahkan sedang menatapnya intens lewat layar hp.
"Telus hadiahnya giman tante cantik? akins taluh di toko aja ya..",Mawar terkekeh mendengar ucapan Akins di sebrang.
"*M*emangnya Akins kasih tante hadiah apa nih?",sebenarnya ia sangat lemah,namun ia berusaha tetap berbicara dengan Akins agar anak itu tidak kecewa.
"*L*ahasia dong tante..namanya aja hadiah.."
Mawar sangat gemas,andai saja ia bertatap muka langsung dengan Akins ia pasti sudah mencubitnya.
"*B*aiklah..kalau tante udah sembuh nanti buka hadiah dari Akins"
Karena merasa pusing yang tiba-tiba datang begitu menyakitkan di kepalanya, tanpa sadar Mawar mengernyitkan wajahnya dan memegang keningnya.
Azam yang melihat itu tanpa sadar merebut hp di tangan anaknya dan kini sudah berpindah di tangannya sendiri.
"Kau tidak apa-apa?!"
Mawar terkejut saat melihat layar di hpnya memperlihatkan wajah Azam disana,beberapa saat keduanya diam saling memperhatikan lewat layar hp.
Hai para readers tersayang..terimakasih sudah mampir dan membaca novelku🤗
Kasih tanda favorite biar nggak ketinggalan episode barunya,jangan lupa kasih vote,like ,coment dan bunga mawarnya biar author tambah semangat⚘⚘⚘⚘
__ADS_1
Aku sayang kalian...😊