Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Pindahan


__ADS_3

Badan Mawar menggigil karena kedinginan,wajahnya pucat dan bibirnya membiru.


Ia bahkan belum sempat memakan obatnya tadi,sekarang sakitnya bertambah parah.


*K*lek...


Setelah hampir 3 jam akhirnya Bu Winar membuka pintu untuknya.


"Masih hidup kamu..? huh cepat ganti baju..!",ucapnya di depan pintu.


Mawar melihatnya sembari melindungi tubuhnya,sepertinya ia mengalami trauma,mentalnya sudah terganggu.


"Cepat..!! lama banget sih..!"


Bu Winar menarik Mawar dan mendorongnya ke dalam kamar tidur.


"Cepat bersihin badan kamu..!"


*B*isa gawat kalau dia beneran mati ..bisa-bisa aku masuk penjara..!


Bu Winar melenggang pergi masuk ke dalam kamarnya,Mawar diam dengan tatapan sayunya,lalu ia beranjak mengganti baju yang basah itu.


Dilihatnya ada bercak noda darah di kain bagian belakang,sepertinya benturan tadi membuatnya terluka.


Setelah selesai Mawar mendudukan dirinya di atas ranjang,ada piring berisi nasi dan tempe goreng disana.


*A*pa mama yang menyiapkannya..?


Karena memang merasa lapar Mawar langsung memakannys hingga habis,kemudian memakan obat yang tadi belum sempat ia makan.


Mawar memilih tidur memakai selimut,lalu air matanya tanpa terasa terjatuh dengan sendirinya.


"Aku sudah tidak kuat lagi mas...aku ingin pergi saja..."


Mawar menangis dalam diam,ia menahan tangisannya agar tidak membuat kebrisikan.


Hingga akhirnya Mawar tertidur akibat kelelahan dan rasa kantuk hebat yang melandanya.


***


"Sayang...sayang...?"


Merasa ada yang mengguncang tubuhnya Mawar langsung membuka matanya,ia melihat suaminya sudah ada di depannya.


"Mas..?"


Mawar memeluk suaminya,matanya bahkan sudah mengeluarkan air mata,hari ini Mawar akan menceritakan semuanya...ya semuanya...


Mas Adi membalas pelukannya "Aku..aku senang sekali sayang..akhirnya aku diangkat jadi PNS...aku jadi PNS...!"

__ADS_1


Kata-kata yang hendak terucap tercekat di tenggorokan,Mawar merasa pelukan Mas Adi semakin mengerat.


"Hari ini aku bahagia sekali sayang..akhirnya aku bisa membahagiakanmu..kerja kerasku selama ini tidak sia-sia..",mencium pucuk kepala Mawar ,lalu mengurai pelukan mereka.


"Kamu menangis...?",jelas sekali,mata Mawar yang terlihat sembab.


"A..aku..menangis bahagia mas..aku senang cita-citamu terwujud"


Ucapnya berbohong,padahal Mawar berniat memberitahukan semuanya,dan bagaimana kejadian hari ini yang ia alami akibat mertuanya.


Tapi ia tak tega,hatinya tak tega setelah melihat suaminya sangat bahagia akan kabar itu,tak mungkin dirinya merusak hari bahagia suaminya.


"Terimakasih karena kamu tetap ada disamping mas selama mas belum punya apa-apa..",Adi menciumi wajah Mawar lalu memeluknya lagi.


"Oh ya dengarkan mas...kita akan pindah minggu depan..",katanya sembari tersenyum.


"Kemana mas..?",Mawar sedikit terkejut dengan kabar itu.


"Mas dapet surat dinas,mas di pindahkan ke Jakarta,disana kita sudah dapet rumah dinas juga mobil"


Mawar diam..ia bingung ,Mas Adi melihatnya heran.


"Kenapa..? kamu nggak mau..?"


Adi melepas genggamannya dari Mawar,sepertinya ia salah faham.


Mawar tak bisa meninggalkan Anya sendirian,ia tak mau terpisah dari Anya,apalagi sekarang gadis itu tak memiliki pekerjaan,masa kost'an pun sudah hampir habis.


"Aku nggak mau pisah sama dia mas...",Mawar mencekram lengan suaminya.


"Iya...mas tau kok kamu pasti bakal ngomong gitu,mas udah siapin kos satu lagi buat Anya ,tempatnya sebelahan sama kita,tapi mas cuma bisa bayar dua bulan pertama,selebihnya Anya harus cari uang sendiri buat bayar biaya kostnya.."


Mendengar itu hati Mawar berubah bahagia,ia menang akhirnya ia tak pergi sendiri dan terpisah dengan Anya.


"Makasih mas...!",ia menghambur memeluk suaminya ,Mawar sungguh merasa senang bahkan sampai lupa kejadian menyedihkan hari ini.


"Iya sayang..semuanya demi kamu,mas kerja keras biar jadi PNS juga demi kamu,biar kamu nggak usah capek-capek lagi kerja gara-gara bantuin mas ",memgusap lembut rambut panjang Mawar


"Harusnya kamu nggak perlu repot cari uang demi memenuhi kebutuhan pokok,mas beruntung banget punya istri kayak kamu.."


Mawar tersenyum mendengar itu,hatinya menghangat berkat perlakuan Mas Adi ,inilah yang membuatnya bertahan sampai sejauh ini,meskipun mertuanya berperilaku jahat padanya,nyatanya suaminya selalu menyayanginya.


"Ya sudah..kamu istirahat lagi saja,wajahmu terlihat pucat,apa kamu sudah makan obatnya?"


"Sudah mas"


*M*eskipun terlambat...


"Kamu harus cepat sembuh jadi keberangkatan kita minggu depan tidak terganggu"

__ADS_1


Mawar tersenyum,setelah Mas Adi menyelimutinya dan pergi keluar barulah Mawar menghubungi Anya,kantuknya sudah hilang gara-gara Mas Adi membangunkannya.


Ia menceritakan perihal kepindahannya,dari sebrang telephone Anya terdegar ikut senang dan memberikan kata selamat.


Setelah menutup telephonnya Mawar menatap genting-genting di atasnya,ia senang Anya mau pergi bersamanya.


Anyapun terdengar antusias saat dirinya mengajak pindah bersama.


Ia tak menyangka akan ada hari dimana dirinya akan pergi meninggalkan kota yang membesarkannya.


Setelah larut akan fikirannya Mawar tertidur lagi,mungkin efek obatnya belum sepenuhnya habis.


***


Malam ini Mawar sedang makan bertiga di meja dapur,keadaan ini sungguh menekan batinnya.


Bagaimana tidak? sekarang mertuanya sedang ada di sampingnya ,makan dengan lahap dan berperilaku seperti tadi siang tidak terjadi apa-apa.


Padahal biasanya Bu Winar jarang sekali ikut makan malam bersama.


Menu makan malam hari ini juga terbilang cukup mewah bagi Mawar,Mas Adi membeli beberapa lauk dari restaurant katanya ,ada rendang,sop,dan masih ada banyak aneka makanan seafood lainnya.


"Kamu udah telfon Anya kan? kok belum sampai?"


"Sudah kok mas..paling sebentar lagi sampai"


Sebelumnya Mas Adi memerintahkannya agar menelfon Anya,katanya hari ini mereka akan makan malam bersama merayakan kenaikan pangkat suaminya.


Mas Adi memesan banyak sekali makanan yang bahkan tidak pernah Mawar makan sebelumnya,makanan mewah dari resto memang sangat menggiurkan,ibarat ia meneteskan air liurnya karena sangat ingin langsung memakannya.


Namun Mawar menahan nafsu makannya,ia harus menunggu Anya datang terlebih dahulu,tidak seperti mertuanya yang sudah makan seperti orang kelaparan tiga hari.


*T*ok..tok..tok..


Saat mendengar ketukan pintu Mawar langsung berdiri dan membukakan pintu,ia tahu pasti itu adalah Anya.


Mawar menggandeng Anya ke dapur,setelahnya mereka memulai acara makan malam bersama.


Suasana yang tadinya sangat menekan bagi Mawar kini berubah karena keadatangan Anya,ia merasa lebih nyaman dan tenang saat Anya datang.


Padahal suaminya ada di sampingnya,tapi entah mengapa Mawar masih merasa takut pada mertuanya yang ada di sebelahnya,ia masih merasa tertekan.


Adi tersenyum saat melihat istrinya begitu bahagia setelah kedatangan Anya,sebelum kedatangan Anya istrinya terlihat gelisah dan seperti ketakutan.


Ia senang sekarang Mawar terlihat lebih santai dan tertawa.


*A*pa terjadi sesuatu selama ini..?


Adi merasa ada yang aneh,karena selama mereka duduk di meja makan Mawar dan mamanya bahkan tidak saling berbicara.

__ADS_1


__ADS_2