
"Kenapa ...?"
Dafa membenarkan posisi tubuhnya,kini posisinya sudah duduk disamping Anya.
"Aku....minta maaf untuk yang tadi...kurasa kakak pasti tahu sesuatu...",ucap Anya lirih.
Dafa menahan senyumnya,entah mengapa hatinya terasa seperti terkena angin segar.
"Apa...? memangnya tadi ada apa?"
Ayo katakanlah sendiri Anya...aku ingin kau mengatakan semuanya kepadaku..
Batinya..
Biarlah ia tidak tahu apapun,ia ingin tahu apakah kekasihnya itu akan bicara jujur atau tidak padanya.
"Kakak benar-benar tidak tahu...?"
Yang ditanya hanya geleng-geleng kepala sok polos.
Melihat itu Anya diam beberapa detik,melirik wajah Dafa yang sudah terlihat jelas menantikan penjelesan darinya,membuat Anya sedikit gugup.
Jari-jari tangannya mulai menaut satu sama lain,Anya resah dan juga takut.
Bagaiamana jika Dafa salah paham?,tapi Anya ingin mencurahkan seluruh isi hatinya,bahkan sampai masa lalunya yang kelam kepada calon suaminya.
Apalagi mereka akan menikah dalam hitungan jari,Anya tidak ingin menutup-nutupi semuanya,bahkan jika Dafa kurang berkenan dengan masalalunya...Anya pasrah.
Biarlah bagaimana nanti tanggapan lelaki disampingnya itu,jika Dafa benar-benar mencintainya..lelaki itu pasti bisa menerimanya.
Dengan seluruh keberanian,Anya mulai membuka suara.
"Kak...kakak tahukan kalau aku ini yatim piatu..?",ucapnya ragu.
Yang ditanya hanya mengangguk.
__ADS_1
"Kakak juga tahu...kalau aku ini dulu anak jalanan yang hidup di kolong jembatan?"
Dafa mengangguk lagi...
Anya melirik Dafa yang masih tersenyum lembut menatapnya,kemudian ia melanjutkan ceritanya.
"Se..Sebenarnya...Zi..Zio...lelaki tadi adalah teman kecilku...saat aku masih susah dulu...",ucapnya lamat-lamat.
Hening...Anya masih menunduk tak berani melihat raut wajah Dafa,tapi tak urung juga ia melanjutkan ceritanya.
"Kami hidup satu atap dulu...ka..kami juga pernah berjanji akan bersama sampai tua...bahkan bisa jadi berjanji untuk menikah...",Ucapnya dengan nada yang semakin lirih.
Jika saja mereka sekarang sedang diluar,mungkin Dafa tidak akan bisa mendengarnya.
Namun karena ruangan itu sangat sepi,dan fokusnya hanya tertuju kepada Anya,Dafa bisa mendengar apa yang di katakan kekasihnya dengan jelas.
"Ta..tapi...itu dulu...! Aku juga menganggapnya sebagai kakakku sendiri..! ak..aku hanya tidak pernah berfikir akan bersama orang lain selain Zio!".
Memang benar seperti itu...Anya menganggapnya sebagai kakak sendiri tapi ia juga punya tujuan akan menikah dengan Zio...karena dulu tidak ada orang lain disisinya selain Zio.
Anya terkejut mendengar jawaban Dafa,wajahnya yang tadinya menunduk kini mendongak karena jawaban lelaki itu.
Apakah Dafa syok dan marah?!
Dilihatnya wajah Dafa yang datar tanpa expresi ,ketakutan Anya mulai menyebar keselurih tubuh.
"Ti..tidak..itu berbeda...! ka..kakak tidak sepertinya!",Sanggahnya.
"Apanya yang berberda ? kau dulu memanggilnya kakak dan berniat untuk menikah dengannya...sekarang kau juga masih memanggilku kakak saat kita akan menikah?"
Anya tertegun mendengar jawaban Dafa...memang betul seperti itu,tapi hal itu juga salah.
Anya menganggapya sebagai sosok yang akan mengayomi hidupnya ..lebih dari sekedar kakak..dan Anya tahu jelas tentang itu.
Hatinya sudah bisa membedakan perasaannya kepada Dafa dan Zio,dia sudah dewasa sekarang.
__ADS_1
"Tapi aku mencintaimu kak...berbeda dengannya",ucapnya lirih lagi.
Dafa merasa menang...memang hal itu yang ia tunggu-tunggu sedari dulu.
Anya yang mengungkapkan masalalunya dan mengungkapkan perasaannya dengan jujur.
Dengan cepat Dafa memeluk Anya yang masih menundukan kepalanya.Memeluknya erat dengan penuh haru.
"Terimakasih..terimakasih sayang..."
"Ka..kakak tidak marah padaku?"
"Kenapa aku harus marah? aku senang kamu sudah bicara jujur padaku".
Anya menatap Dafa sembari tersenyum,ia sungguh beruntung memiliki seorang seperti kak Dafa.
"Aku mencintaimu Dafa" ,ucapnya lalu mencium pipi Dafa .
Mendengar Anya menyebut namanya secara langsung membuatnya tertegun,Dafa tidak percaya Anya memanggilnya dengan begitu santai .
"Katakan..katakan sekali lagi Anya..!"
Anya tertawa mendengar perintah kekasihnya itu.
"Hahaha...Tidak mau...!",ledeknya.
"Oh..tidak mau ya..baiklah aku akan memberimu hukuman...",ucap Dafa sembari mulai menggelitiki Anya,membuat gadis itu tertawa terbahak-bahak karena geli.
Suasana ruangan yang tadinya sangat tegang kini hidup kembali,dengan gelak canda sepasang kekasih yang bahagia.
.
......Terus dukung author dengan like,komen dan beri hadiah ya...ππ......
...aku sayang kalian ....!!ππ...
__ADS_1