Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S2 Bayangannya


__ADS_3

"Mawar...."


Azam memberanikan diri untuk mendekat,dirinya harus tahu kalau itu memang benar Mawar atau bukan.


Jika benar itu Mawar,lantas siapa lelaki itu? kalau dilihat tingginya sama dengannya.


Samar-samar Azam mendengar obrolan mereka yang menggunakan bahasa asing.Langkah Azam semakin mantap saat mendengar suara wanita itu.


Meskipun menggunakan bahasa asing,tapi suaranya benar-benar mirip Mawar.


Ada rasa takut saat hatinya menetapkan kalau wanita itu Mawar.


Azam takut dengan kenyataan yang akan dia dengar nanti,meskipun ia senang Mawar telah ditemukan,tapi kenapa wanita itu berada di hotel...? apalagi bersama seorang pria.


Riiing....!


Tiba-tiba suara dering telefonnya berbunyi,membuat Azam menghentikan langkahnya.


Dimatikannya telfon itu kemudian ia berlari kecil hendak mengejar Mawar yang sepertinya akan masuk kedalam kamarnya.


Namun lagi-lagi suara dering telfonnya berbunyi,membuat Azam menghentikan langkahnya.


"Ah...sial!",umpatnya.


Azam mengangkat telfon itu saat sadar nama siapa yang sudah tertera diatas layar ponselnya.


"Halo ma...ada apa?",ucapnya sembari menahan gelisah.


"Akins...dia demam tinggi zam...mama udah telefon Dafa tapi dia masih di perjalanan dari luar kota..."


Suara Bu Risma terdengar sangat khawatir dari sebrang sana.


"Apa parah sekali?"


"Sudah mama bilang demamnya tinggi...kamu pulanglah,dari tadi dia menyebut namanu"


"Baiklah ma...nanti Azam akan langsung pulang setelah rapat,Azam akan telfon salah satu dokter spesialis anak untuk datang kerumah"setelahnya telefon itu dimatikan.


"Sial....!!",umpatnya saat melihat sudah tidak ada orang di lantai itu.


Dua orang yang tadi berbincang sudah tidak terlihat batang hidungnya.


Dirinya telah kehilangan jejak bayangan Mawar,meskipun ia ingin menyeledikinya tapi disini ia tidak bisa.


Privasi dalam hotel ini sangat ketat,apalagi ruangan yang ada dilantai ini merupakan kelas atas,tak mudah baginya untuk mencari informasi siapa wanita yang ada di kamar itu.


Azam hanya bisa mengusap wajahnya kasar karena merasa sangat tak berdaya,sekali lagi dirinya kehilangan wanita itu.


***

__ADS_1


Mobil hitam milik Azam memasuki halaman rumah mewah miliknya.


Lelaki itu langsung berlari kedalam rumah tanpa memperdulikan para pelayan yang sudah menyambutnya.


Azam menaiki anakk tangga dengan cepat menuju lantai dua,dirinya hendak menuju kamar anaknya yang tak jau dari kamar miliknya.


Dibukannya pintu itu dengan hati-hati,langkahnya pelan penuh kehati-hatian saat melihat Akins tengah berbaring tertidur.


Azam duduk di ranjang mini milik anaknya,tangannya yang besar ia letakan dikening Akins mencoba mengukur demam anaknya.


Sepertinya sudah membaik...


Panasnya mulai turun,Akins juga sudah bisa tertidur dengan lelap,mungkin karena efek obatnya sedang bekerja.


Ditatapnya wajah anak berusia tiga tahun itu,beberapa hari lagi Akins akan berulang tahun,saat itu juga Mawar berulang tahun.


Karena ulang tahun mereka sama,Azam jadi mudah untuk mengingatnya.


Tampak sebuah senyuman terlihat dari wajah lelahnya,Azam sedang menertawakan dirinya sendiri yang amat terasa kacau.


Padahal saat ini anaknya sedang terbaring sakit didepannya,tapi malah dirinya memikirkan Mawar.


"Mama...ma...",terdengar gumaman kecik keluar dari mulut kecil Akins.


Azam sangat tertegun saat mendengar ucapan anaknya,meskipun masih didalam alam bawah sadarnya...Akins masih memikirkan soal mama.


Azam tahu anaknya sangat ingin memiliki ibu,tapi dirinya juga tidak berdaya sekarang,wanita yang akan ia nikahi dan dijadikan ibu untuk anak-anaknya hilang entah kemana.


Meskipun Novi adalah ibu kandung mereka,tapi Azam tidak mau anak mereka terkontaminasi oleh wanita ular itu.


Selama delapan bulan ini Azam sudah bekerja dengan keras,dirinya bahkan bekerja mati-matian agar bisa menghancurkan Novi.


Bagaimanapun juga menyingkirkan Novi adalah hal yang sulit,karena wanita itu memiliki sokongan dari belakang yang cukup merepotkan.


Azam juga tahu motif dari Novi yang ingin rujuk dengannya,wanita itu hanya jadi mata-mata untuk kekasihnya yang tak lain adalah rival perusahaannya.


Tapi sekarang sudah selesai,perusahaan milik kekasih Novi juga sudah ia gulungkan,nama dirinya juga sudah melambung naik di dunia bisnis.


Azam sudah memiliki semuanya...harta ,kedudukan dan wajah yang tampan,juga banyak orang yang sangat menghormatinya.


Tapi lelaki itu tidak bahagia...


Anak-anaknya juga tidak bahagia,Akins dan Azka juga terlihat semakin kurus sekarang.


Mereka sangat susah untuk makan dan lebih sering rewel,Azka bahkan sudah jarang sekali berbicara.


Sudah berbagai cara ia lakukan untuk anak-anaknya,seperti memanggil psikolog anak untuk datang kerumah dan merawat anaknya.


Tapi semua itu tidak mempan,anak-anaknya tetap seperti itu,susah diatur dan rewel.

__ADS_1


Rasanya seperti kembali keawal dimana Novi meninggalkannya,namun kali ini efeknya lebih parah.


Dengan hilangnya Mawar kebahagiaan mereka juga turut hilang,seakan cahaya yang pernah menyinari dan menghangatkan hidup mereka lenyap begitu saja.


Akins bahkan sangat kurus sekarang,pipi anaknya itu sudah tak segembul dulu.


Akins juga sering menangis meronta memanggil tante cantiknya itu.


Azam menghembuskan nafas beratnya memikirkan semua itu.


Dirinya benar-benar merasa lelah dengan semua ini.


"Ayah..."


Lamunan Azam teralihkan saat mendengar suara Akins,wajah yang pucat itu kini sedang menatapnya.


"Iya sayang ini ayah",ucapnya sembari mengelus lembut kepalan anaknya.


"Apa ayah sudah menemukan tante cantik?"


Tangan Azam terhenti sesaat karena tertegun dengan apa yang ditanyakan Akins.


"Iya sayang...sebentar lagi ayah akan membawa tante Mawar kembali"


"Benarkah?!"


Akins sudah duduk dengan wajah yang sumringah,anak itu terlihat sangat bahagia.


"Iya...sebentar lagi tante Mawar akan datang menemui Akins"


"Asyik....! tante cantik sudah pulang...!!Akins bakal ketemu tante cantik lagi...!"


Azam tersenyum melihat wajah anaknya yang kembali merona,warna wajah anak itu sudah kembali dengan kebohongannya.


Yah...dirinya memang sedang berbohong sekarang,Azam sudah tidak tahu lagi harus bagaimana.


Meskipun berbohong,tapi Azam juga sudah mewanti-wanti semuanya.


Dirinya yakin wanita yang ia lihat tadi adalah Mawar,meskipun tak sepenuhnya ia berharap tapi tak ada salahnya mencari tahu.


Malam ini karena dirinya tak bisa menyelidikinya sendiri,Azam sudah menugaskan orangnya untuk mengawasi orang yang ada di dalam kamar dimana ia melihat sosok Mawar tadi.


Kartu anggota VIP miliknya juga ia pinjamkan demi kelancaran rencananya.


Anak buahnya itu pasti akan melaporkan hasilnya besok,entah nanti hasilnya akan memuskan atau tidak yang penting Azam sudah berusaha kali ini.


Jika wanita tadi itu benar-benar Mawar...Azam akan menarik lagi wanita itu bagaimanapun caranya.


Dirinya tidak perduli jika Mawar sudah memiliki lelaki lain,nyatanya Mawar dan dirinya belum putus dengan wanita itu.

__ADS_1


Mawar harus bersama dirinya lagi mau tak mau..


__ADS_2