Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Menahan Diri


__ADS_3

Sebuah mobil berhenti dipinggir jalan tepat dibawah lampu jalan.


Azam sengaja memberhentikan mobilnya disana,dengan diam matanya mengawasi wajah cantik yang sedang tertidur itu.


Sudut bibirnya terangkat tatkala melihat Mawar yang tertidur pulas didalam mobilnya.


Setelah tadi ia memberi kejutan berupa toko baru,Mawar terlihat sangat terkejut.


Lelaki itu tertawa kembali saat mengingat kejadian tadi.


Ia menawarkan kerja sama dengan Mawar untuk membangun toko disana,awalnya Mawar menolaknya,namun setelah ia menjelaskan rincian kerjasama mereka Mawar akhirnya mau menerimanya.


Toko Mawar yang sekarang masih tetap berjalan,Azam akan mengirim beberapa pegawai yang ahli pemasaran kedalam toko kue itu,dan Mawar sendiri yang akan memegang penuh di toko barunya.


Padahal menurutnya toko itu belum seberapa,tapi Mawar terlihat senang dan kagum sekali.


Azam menyenderkan kepalanya mencoba menenangkan degupan hatinya.


Saat melihat Mawar tertidur lelap disampingnya ada sesuatu yang rasanya hampir meledak di dadanya.


Wanita itu terlelap tanpa ada rasa waspada sedikitpun,padahal Azam sudah menahan diri mati-matian selama ini.


Dirinya bahkan langsung menuju toko Mawar setelah pulang dari luar negeri,lelaki itu sudah rindu sekali denga Mawar.


Sebenarnya toko baru itu hanyalah sebuah alasan agar dirinya bisa bertemu dan memiliki waktu berdua sedikit lebih lama.


Meskipun benar ia telah mempersiapkan toko itu sudah lama,namun sebenarnya Azam tidak berniat memberikannya sekarang.


Ia berniat memberikannya saat Mawar menerima lamarannya nanti.


Tapi yah...keadaan sekarang cukup menguntungkannya,ia jadi bisa melihat raut keterkejutan Mawar dan sekarang Mawar malah tertidur didalam mobilnya.


Diliriknya mata yang masih tertutup rapat itu,tangannya terulur mengelus lembut wajah Mawar dengan jari telunjuknya.


Selama seminggu ini ia mengabaikan pesan Mawar bukan tanpa alasan.


Azam senagaja melakukan itu karena ia takut akan dirinya sendiri,ia takut jika tak bisa menahan diri dan memaksa Mawar menjadi miliknya.


Setelah mengetahui Mawar kini telah lepas status sebagai istri orang lain,rasa cintanya dan rasa ingin memiliki Mawar bertambah banyak.


Selama ini ia hanya mendapat kabar tentang Mawar dari mata-mata yang sengaja ia kirimkan untuk mengawasi wanita itu.


Azam takut jika selepas dirinya di luar negeri Adi akan macam-macam dan mencoba merayu Mawar untuk rujuk kembali.


Azam benar-benar tergila-gila dengan Mawar,bukan hanya parasnya yang cantik tapi kepribadian dan segala sesuatu yang ada dalam diri Mawar ia suka.


Tangannya beralih merapikan anak-anak rambut yang bergelayutan diarea wajah cantik wanita itu.


Rasanya ia sangat ingin membawa Mawar kedalam pelukannya dan mencium wanita itu hingga dirinya merasa puas.

__ADS_1


Saat pertama kali ia melihat Mawar turun dari tangga,kobaran api di dadanya terasa membakar seluruh tubuhnya.


Rasa panas dan gelisah menyertai Azam,apalagi melihat Mawar turun dengab rambut yang sedikit berantakan.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan padaku..",ucapnya lirih.


"Kau harus bertanggung jawab karena sudah membuatku begini",kemudian tubuh lelaki itu mulai mendekat.


Azam mencium kening Mawar dengan pelan dan penuh perasaan.


Senyum di wajah tampannya sangat terpancar disana,kemudian laki-laki itu menata posisi duduknya kembali dan melajukan mobil menuju toko Mawar.


Bisa gawat kalau ia terlalu lama berdua saja dengan Mawar,apalagi Mawar dalam keadaan tidur seperti itu,mungkin bisa saja ia melakukan hal yang akan ia sesali nantinya.


...


Mobil Azam berhenti di depan ruko berlantai dua yang kini sudah menjadi tempat tinggal Mawar.


Lampu-lampu di lantai satu sudah banyak yang dimatikan,toko yang tadinya sangat ramai kini berubah menjadi sepi.


Sepertinya tokonya sudah tutup mengingat ini sudah larut malam.


Azam segera menggendong Mawar ala bridal style dan langsung masuk kedalam ruko.


Saat ia ingin menaiki tangga Anya tiba-tiba muncul dari arah dapur.


Gadis itu sempat terlihat terkejut saat melihat adegan itu,namun kemudian terlihat senyum licik setelahnya.


Azam langsung saja melanjutkan langkahnya dan tak menghiraukan Anya.


Di baringkannya tubuh Mawar dengan pelan diatas ranjang berbalut sprei berwarna putih itu.


Saat ia hendak menarik diri,pergerakannya terhenti tatkala melihat pemandangan di depan wajahnya.


Wajah cantik Mawar benar-benar dekat dengan wajahnya,Azam bahkan bisa melihat bibir yang indah itu terpampang nyata di depannya.


Perlahan...wajahnya mulai mendekat dan semakin mendekat,hingga tersisa beberapa centi lagi dan Azam menghentikan aksinya.


Kemudian kepalanya bergeser kesisi saping dan mengecup pipi Mawar.


"Belum saatnya...kau harus bersabar bod*h..!",makinya pada diri sendiri.


Ia menyelimuti tubuh Mawar dengan hati-hati,setelah itu Azam pergi dengan cepat menuju lantai bawah sembari merutuki perbuatannya tadi.


Di ujung tangga Anya sudah berdiri disana sembari menatapnya dengan cengengesan.


"Terimakasih kak...maaf mba'ku merepotkan",ucapnya tersenyum.


"Nggak papa...sudah pulang jadi saya pamit pulang dulu"

__ADS_1


"Kak...",tiba-tiba Anya memanggilnya saat ia hendak membuka pintu.


Azam hanya menoleh diam menunggu apa yang akan diucapkan Anya.


"Apa kakak serius..?"


"Apa...?"


"Tentang mba'ku...apa kak Azam serius dengan mba Mawar..?aku tahu kakak sedang mencoba mendekatinya kan?"


Mendengar itu Azam mengangkat satu alisnya,tubuhnya kini sepenuhnya sudah berbalik dan menghadap Anya.


"Bagaimana jika aku tidak serius?",pancingnya,Azam bisa melihat ekspresi kesal dan marah di wajah Anya.


"Aku akan membuat kak Azam tidak bisa mendekatinya lagi...apalagi memiliki mba Mawar"


Azam mencoba menahan tawanya,ia sungguh salut dengan kepercayaan Anya.


"Bagaimana kau melakukan itu...? aku bahkan lebih unggul dari segi apapun dibanding dirimu.."


"Yapi aku adiknya..."


"Hanya adik angkat..",potongnya.


Sebenarnya Azam tidak berniat mengatakan itu,tapi ia ingin tahu apa yang ada di hati Anya,ia ingin mengetes orang terdekat Mawar.


Yah...sudah terlanjur begini,ia akan mengorek lebih dalam niat sebenarnya dari Anya.


"Meskipun aku adik angkat,mba Mawar pasti akan mendengar semua permintaanku.."


"Kenapa kau percaya diri sekali..?


"Karena kami keluarga...meskipun kami dibesarkan dari lingkungan yang berbeda tapi kami yakin ini keluarga,aku akan melakukan apapun agar mba'ku bahagia...jadi jika kak Azam hanya berniat bermain-main saja aku peringatkan untuk segera menjauh",ancamnya.


Setelah mendengar ucapan yang penuh penegasan dari gadis itu,Azam tersenyum senang.


Langkahnya kian mendekat dan tangannya terulur menepuk lembut rambut gadis itu.


"Aku senang karena Mawar memiliki keluarga sepertimu,aku sangat berterimakasih karena kamu selalu ada disampingnya...kamu tenang saja aku benar-benar mencintai Mawar"


Setelah mengatakan itu Azam benar-benar pergi meninggalkan ruko Mawar,meninggalkan Anya yang masih berdiri disana sembari menatap kepergiannya.


.


.


.


...Halo para readers tersayang..!😆...

__ADS_1


...Jangan lupa tetep kasih author dukungan ya..kasih author vote,like and coment biar author tetep semangat buat novelnya☺☺☺...


...Aku sayang kalian ...!😘😘...


__ADS_2