Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S3 Wanita Keras Kepala


__ADS_3

Suara dering telfon terdengar dari arah saku milik Dafa...lelaki itu mengentikan langkahnya dan segera mengangkat telfon itu.


"Kak...",Anya tampak gelisah,gadis itu melihat beberapa kali pada jam tangannya namun Dafa hanya mengangkat tangannya mencoba menghentikan rengekan Anya.


Sekarang ini ada telfon penting dari salah satu orang milik Dafa,tapi disisi lain Anya juga sedang buru-buru dan tak boleh mengulur waktu.


"Kak...aku duluan saja,kakak nanti menyusul ya...",gadis itu terlihat melenggang pergi meninggalkan Dafa yang masih sibuk dengan telfonnya.


Padahal Dafa belum mengangguk ataupun memberinya izin,tapi Anya malah pergi begitu saja.


Hingga akhirnya setelah beberapa menit ia menelfon ,Dafa memutuskan untuk pergi menemui Anya.


Namun saat ia mulai melangkah tiba-tiba badannya bergeser akibat seseorang menabraknya.


"Aw...!",pekik orang itu.


Dafa yang menyadari seorang wanita terjatuh ,ia langsung membantu wanita itu berdiri dan mengambilkan tas belanjaannya.


"Maafkan saya...saya tidak sengaja",ucapnya sopan.


"Uh...bukan..saya yang minta maaf karena berlari sembarangan",jawab wanita itu sembari membungkuk.


Namun sepersekian detik berikutnya,setelah keduanya saling menatap dan berhadapan wajah,Dafa dan juga wanita itu terlihat terkejut.


"Dafa...?"


"Selena...?!",ucap mereka bersamaan.


"Astaga...! aku tidak menyangka akan bertemu kamu lagi!",ucap wanita itu antusias


Dafa hanya terkekeh mendengar ucapan sahabatnya itu.


Wanita dengan postur badan yang tinggi,kulit berwarna eksotis ,rambut lurus yang indah dan mata yang tajam,dialah Selena teman seangkatannya dulu di kampus.


Selana juga seorang dokter seperti Dafa,tapi wanita itu memilih jurusan Spesialis kulit.

__ADS_1


Mereka berdua sudah lama sekali tidak bertemu karena tuntutan pekerjaan dan juga karena Dafa sendiri yang jarang berangkat dalam acara reuni sehingga bukan hanya Selena,tapi semua teman jarang yang masih berhubungan dengan lelaki itu.


"Apa kabarmu Selena..kau terlihat lebih berbeda sekarang"


"Haha...bukankah sekarang aku lebih cantik? ",ucap Selena bercanda.


"Yaya..kau jadi tambah cantik sekarang..."


Selena tertawa senang mendengar itu dari mulut Dafa sendiri,ia memang sudah mengubah penampilannya.


Dulu ia jarang berdandan dan terlihat lebih tomboy,namun Selena yang sekarang terlihat lebih seksi dan sangat cantik.


"Ngomong-ngomong...apa kau sendiri disini?",wanita itu terlihat mengedarkan pandangannya melihat sekitar Dafa.


"Tidak..aku ..."


Belum selesai Dafa menjawab,tiba-tiba terdengar seorang lelaki memanggil nama Selena.


"Sayang...?",Selena terlihat terperanjat saat laki-laki itu memanggilnya dan itu tak lepas dari pandangan Dafa.


"Um..dia temanku kok,kami satu angkatan saat kuliah dulu,namanya Dafa"


"Oh..saya Angga..suami Selena.."


Dafa menyambut dengan senang uluran tangan Angga,ia tak menyangka temannya itu sudah menikah.


"Baiklah...Selana aku pamit dulu,ada seseorang yang sudah menungguku",pamitnya.


"Em..hati-hati..."


Dan pertemuan singkat mereka terjadi begitu saja,Dafa telah pergi,padahal ada banyak hal yang ingin Selena ceritakan pada temannya itu.


"Ada apa...?",tanya Angga saat melihat istrinya memandangi Dafa terus.


"Ti..tidak...tidak ada apa-apa,ayo kita pulang",ucap Selana kembali menenteng tas belanjaannya.

__ADS_1


***


Suara tawa terdengar dari arah kursi dekat kaca,Dafa yang melihat kekasihnya ada disana berniat segera menghampiri Anya.


Namun langkahnya terhenti tatkala melihat senyum dan tawa Anya yang begitu tulus dan natural.


Senyuman yang tak pernah Dafa lihat selama mereka berpacaran.


Anya tak pernah tersenyum seperti itu kepadaku..dan lagi,siapa lelaki yang bersamanya?


Ada dua orang lelaki yang ada di depan Anya,yang satu sudah cukup berumur yang kemungkinan dialah dokter yang Anya maksud.


Tapi ada lelaki lain juga disana,dan mereka tampak akrab.


Dafa mulai melanjutkan langkahnya,ia ingin segera menghampiri Anya kekasihnya.


Namun lagi-lagi langkahnya terhenti,saat ia mendengar perkataan lawan jenisnya itu.


"Jadi...apakah kau mempunyai kekasih..."


Lenggang tercipta,Anya masih diam dan tampak ragu,sedangkan Dafa tak ada niat mendekat dan menjawabnya meskipun sekarang jarak mereka sudah sangat dekat.


Tetapi posisi Dafa sekarang ini membelakangi kursi Anya,membuat wanita itu tak menyadari kehadirannya.


"No..tidak..."


Bagai dihantam batu,Dafa memaku beberapa saat dengan hati yang sangat kacau.


Mendengar jawaban apa yang telah Anya berikan membuat hatinya sangat sakit.


Dafa langsung membalikan badannya dan segera pergi dari sana,ia tak bisa menghampiri Anya begitu saja.


Lelaki itu berjalan dengan cepat menuju garasi kembali dimana ia meletakan mobilnya disana,ia akan menunggu wanitanya sampai Anya selesai dengan urusannya.


Ada yang harus Anya jelaskan tentang semua ini.

__ADS_1


__ADS_2