Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Kesan Pertama


__ADS_3

"Ada apa ma..?",Adi keluar sudah dengan pakaian lengkapnya,lalu menutup pintu kamar rapat-rapat takut mamanya melihat Mawar yang telanjang dalam balutan selimut.


"Mama lupa...mama tuh dititipin oleh-oleh sama jeng Asih buat anaknya..duh ayok cepetan anterin mama.."


"Kemana ma..? udah malem juga ini,besok aja ya.."


Adi enggan pergi,ia belum melanjutkan urusannya dengan Mawar,Adi masih ingin bergerumul menikmati malam yang indah ini dengan istrinya!


"Nggak bisa Adi...mama nggak enak sama Jeng Asih .."


Bu Winar terus memaksanya ,bahkan wanita itu sudah berdandan dengan menornya.


"Yaudah deh ma..emang kemana..?"jawabnya lemas.


"Ke restonya sayang...nggak jauh-jauh amat kok,cuma butuh waktu 10 menit doang katanya"


"Emang mama tahu dari mana?"


Adi heran,mamanya ini seperti sudah pernah saja kesana,padahal mereka baru pindah beberapa hari ke sini.


"Tahu kok,mama udah chat sama anaknya Jeng Asih "


"Yaudah ayo..mama keluar dulu aja Adi mau ambil jaket sama helm dulu.."


Setelah itu Adi langsung masuk kamar lagi,ia melihat istrinya itu masih di bawah selimut.


"Maafin mas ya...mama minta di anterin ke rumah anak temennya,katanya lupa ngasih titipan ",ucapnya sembari mengelus wajah Mawar.


Mawar diam,ia sedikit kecewa,padahal ini kesempatan supaya mereka bisa memiliki anak.


"Kamu nggak marah kan..?",Adi sedikit takut karena Mawar diam saja.


"nggak papa mas.."


"Yaudah..mas pamit dulu ya..",Mawar mengangguk ,ia melihat suaminya keluar dari kamar.


Sebenarnya ia ingin marah,tapi kata yang keluar dari mulutnya malah "*N*ggak papa mas.."


Apa Mas Adi nggak tahu..perempuan kalau bilang "*Nggak papa" itu artinya "Ada apa-apa*".


Mawar kesal,ia tak bisa berbicara jujur pada Mas Adi,ia ingin di manja malam ini,tapi jika ia berkata jujur apa Mas Adi akan memilih tetap bersamanya? atau memilih pergi dengan mamanya..?


Fikiran-fikiran itu membuatnya lelah sendiri,akhirnya Mawar memilih memakai bajunya lagi dan berniat untuk tidur saja.


***


Mobil yang ditumpanginya kini sudah sampai di depan resto yang tak terlalu besar namun lumayan ramai pengunjung.


Adi dan Bu Winar masuk kedalam ruangan yang bergaya modern itu,tak lama seorang wanita muda menghampiri mereka dengan tersenyum cerah.


"Tante Winar..?",ucapnya.


"Ah..kamu Rosi kan..",Bu Winar memeluk gadis muda itu.


"Wah..kamu udah jadi gadis yang cantik ya..mandiri lagi.."

__ADS_1


"Ah tante bisa aja..."


"Oh ya..kenalin ini anak tante..namanya Adi"


"Adi..",Adi menyalami gadis yang ada di depannya itu.


"Rosi..."


Bu Winar terlihat cengar-cengir sendiri melihat mereka berdua,padahal Adi bersikap biasa saja.


"Yaudah ayok tante..duduk-duduk dulu ,pas banget resto Rosi lagi ada menu baru"


"Wah..nggak papa nih,jadi ngrepotin",padahal dalam hatinya senangnya bukan main.


"Iya nggak papa,ayo kak.."


Akhirnya kini mereka bertiga duduk di salah satu kursi paling pojok yang sedikit jauh dari pengunjung lain.


Adi tak banyak bicara,ia hanya diam mendengarkan obrolan mamanya yang terdengar sangat bersemangat itu.


Hingga akhirnya menu yang telah di rekomendasikan oleh Rosi akhirnya datang.


"Emm...ini enak sekali,kamu pinter banget masak ya..",puji Bu Winar.


"Nggak kok tante,di dalem ada koki yang masakin ...Rosi cuma kasih resep aja"


"Ish..sama aja tahu,udah pinter masak punya usaha sendiri lagi,pasti suami kamu nantinya sangat beruntung dapet kamu"


"Ah tante bisa aja..."


"Dimakan kak..kasian makanannya dianggurin",ucapnya sembari tersenyum.


Adi melihat wanita itu tanpa berbicara apapun,sebenarnya bukan tak mau makan,tapi ia sudah kenyang karena sudah makan masakan Mawar tadi.


Tapi melihat wajah gadis muda di depannya ini ia jadi tak tega.


"Makan dong sayang,kasian Rosi udah motongin steaknya buat kamu"


Mau tak mau Adi memakan steak tersebut.


*E*nak juga..


"Oh ya Rosi, tahun inj kamu umur berapa?"


"19 tahun tante.."


"Oh ...masih muda ya,kalau Adi baru 26 tahun..,sekarang anak ibu udah jadi PNS loh,terus dipindah kerja ke Jakarta sini deh"


"Wah Rosi ikut senang tante,selamat ya.."


Adi masih diam mendengarkan obrolan kedua wanita itu,ia lebih memilih makan steak ketimbang ikut nimbrung kedalam percakapan tersebut.


Tanpa di sadarinya sedari tadi Rosi curi-curi pandang dengannya,tentu saja Bu Winar tahu,ia semakin senang melihat Rosi sepertinya tertarik dengan anaknya.


"Em mama mau kebelakang sebentar ya..",perkataan Bu Winar membuat Rosi salah tingkah,pasalnya ia sedang memandangi Adi.

__ADS_1


"Eh..iya tante ayo Rosi anterin"


"Nggak usah,kamu tunjukin aja jalannya"


Rencananya Bu Winar akan pura-pura ke kamar kecil agar Rosi dan anaknya bisa dekat dan saling memahami.


"Dari sana tante lurus aja terus belok kanan tante",ucap Rosi sembari mengacungkan tangannya.


"Makasih ya cantik..Adi mama tinggal sebetar ya,jangan cuek-cuek kasihan Rosi"


Setelah mamanya pergi Adi benar-benar diam saja,ia juga bingung harus membicarakan apa.


Ck..mama pake acara pergi segala..


Adi diam menatap wanita mungil di depannya ini yang sedang menunduk bermain hp,kalau di ukur tingginya mungkin sekitar 155 centi meter.


Kalau sesuai badannya mungkin hanya di sebatas di bawah lengannya.


Kulitnya putih susu ,panjang rambutnya juga hanya sebahu,sedikit gendut dan memiliki alis yang tebal.


*L*ucu juga seperti boneka LOL..


Tanpa sadar Adi tertawa ,membuat Rosi menegakan kepalanya menatap Adi.


"Kenapa kak..?"


"Tidak..matamu besar juga.."ceplosnya ,membuat Rosi tersenyum senang,ternyata Adi memperhatikannya.


Sebenarnya ia benar-benar tak bermain handphone,Rosi hanya canggung dan salah tingkah jika berdua saja dengan Adi.


"Em..apa aku boleh bertanya kak?"


Mendapat anggukan dari Adi ,Rosi seperti mendapat angin segar,bukankah Adi sudah mulai merasa nyaman dengannya? tidak seperti pertama bertemu,Adi diam saja tan terlihat kaku.


"Kenapa istri kakak tidak ikut"


"Dia sudah tidur",Adi menjawab sekenanya,karena ia memang bukan itu alasannya,sebenarnya ia juga tak berniat datang ke sini.


"Padahal masih jam segini tapi sudah tidur",katanya.


"Yah..istriku kelelahan karena dia harus menata rumah baru kami,jadi aku sengaja tak membawanya"


"Sepertinya kakak sangat sayang sama istri kakak ya,pasti wanita itu sangat cantik"


"Tentu saja..istriku paling cantik..",ucapnya dengan tersenyum lebar.


Rosi tertegun saat Adi menyombongkan istrinya dengan gagah,lelaki di depannya ini sepertinya memang benar-benar menyayangi istrinya.


*H*aahh...bakal susah


...~~~...


...Terimakasih sudah mampir dan membaca karyaku🤗...


...Jangan lupa kasih dukungan terus ya...aku sayang kalian😘😘...

__ADS_1


__ADS_2