Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S3 Tak Terduga


__ADS_3

Dafa turun dari mobilnya dengan lesu,rambutnya yang sudah acak-acakan,bajunya sudah keluar dari celana dan sudah tidak ada rapi-rapinya sama sekali.


Lelaki itu berjalan gontai sembari menundukan kepala,matanya terlihat sangat lelah,bahkan bulatan hitam di sekitar kantong mata tak bisa membohonginya.


"Kakak terlihat menyedihkan...",ucap seseorang di depan pintu.


Mendengar itu sontak Dafa terperanjat kaget,lelaki itu bahkan sampai berjingat dan memundurkan langkahnya.


Matanya ia kucek-kucek beberapa kali mencoba menyadarkan diri.


"Apa aku berhalusinasi..?",gumamnya kecil.


Dilihatnya sesorang yang seharian ini ia cari sedang berdiri di depan pintu sembari menatapnya tajam.


"A..anya...? sayang...ini kamu kan? benarkan?!"


Dafa mempercepat langkahnya,tangannya dengan tak sabar meraih tubuh wanita itu kemudian memeluknya erat-erat.


"Kamu dari mana saja...? aku sudah mencarimu kemana-mana..",ucapnya dengan senang.


"Lepaskan dulu...!",Anya meronta minta di lepaskan,gadis itu seperti enggan dipeluk oleh Dafa.


"Tidak mau...! kau akan kabur lagi jika aku melepaskanmu",peluknya tambah erat.


Anya tetap meronta,gadis itu bahkan mencubit beberapa bagian tubuh Dafa agar terlepas...tapi sayang sepertinya Dafa tak gentar sama sekali.


Hingga akhirnya Anya merasa kalah dan berhenti meronta lagi.

__ADS_1


"Lepaskan aku dulu kak...badanku sakit..!" ,bohongnya.


Dan ternyata caranya itu benar-benar berhasil,setelah mengatakan itu Dafa langsung melepaskannya.


"Sakit...?! mana yang sakit sayang?!",tanyanya panik.


Kini Dafa malah sibuk membolak-balikan tubuhnya mencoba mengecek keadaan.


"Ti..tidak! aku hanya berbohong...!" teriaknya.


Mendengar itu Dafa menghentikan gerakannya,lelaki itu beralih menatap Anya yang sedang menatapnya juga.


Kemudian terdengar helaan nafas berat dari mulut lelaki itu.


"Baiklah...sekarang kita masuk kedalam dulu,ini sudah sangat larut malam",ucapnya lembut.


"Tidak mau!",jawabnya ketus.


Dafa terlihat sangat terkejut dan juga bingung melihat sikap gadis kecilnya itu,lelaki itu terlihat menatapnya heran.


"Aku kesini hanya ingin memperjelas semuanya...aku tidak akan masuk rumah",ucap Anya.


Dafa diam beberapa saat menatap Anya yang menatapnya tajam,mata gadis itu sangatlah tegas tanpa ada keraguan sedikitpun.


"Baiklah...jika kau ingin menanyakan tentang tadi pagi semuanya tidak benar...kau satu-satunya orang yang aku cintai.." ,jawab Dafa.


Tidak perlu banyak tanyapun Dafa tahu Anya pasti sedang membahas topik tadi pagi.

__ADS_1


Namun sepertinya gadis itu tak mudah percaya dengan apa yang diucapkannya.


"Apa kakak punya bukti lain? aku akan mempertimbangkan hubungan kita kali ini jika kakak punya bukti yang akurat"


"Bukti...? apakah kau tidak percaya padaku Anya?"


"Siapa yang akan percaya...aku bahkan menyaksikan kejadiannya sendiri",jawab Anya acuh.


Melihat Anya menjawabnya dengan datar membuat Dafa mengerutkan keningnya.


Rasa pusing yang teramat tiba-tiba menyerang kepalanya.


Rasa lelah dan juga pusing bercampur menjadi satu,Dafa tahu kali ini Anya sedang tidak bisa dirayu atau diajak bicara saja.


Mungkin saja gadis itu datang kesini dengan membawa tekad yang besar,atau kemungkinan buruknya gadis itu sudah bersiap memutuskan hubungan dengannya.


Jadi jawabannya kali ini adalah penentu bagaimana hubungan mereka akan berakhir nantinya.


"Baiklah...kau bacalah pesan ini dulu,setelah itu kita harus masuk kerumah dan aku akan menjelaskannya didalam..",jawab Dafa sembari menyerahkan hpnya pada Anya.


Anya langsung membaca beberapa pesan yang ditunjukan Dafa,setelah selesai membaca gadis itu menatap Dafa yang menatapnya dengan tatapan yang lesu.


"Ja..jadi...?"


"Jadi ini semua salah faham...sudahlah..kita masuk dulu dan aku akan menjelaskan semuanya..." ,ucap Dafa sembari menggandeng tangan Anya.


Kali ini tanpa penolakan sedikitpun dari gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2